
Setelah kejadian di hotel itu, Axel dan Alexa kembali pulang ke rumahnya karena ia tak bisa lagi menginap di rumah Balqis di karenakan ia sudah harus masuk sekolah. Sebenarnya berat meninggalkan Balqis di sana sendirian, karena Aksa juga harus pergi kerja tiap hari apalagi jika lembur, bisa pulang sampai jam delapan malam. Tapi apalah daya, Axel dan Alexa juga tak bisa meninggalkan kewajibannya untuk berangkat sekolah dari rumah.
Axel dan Alexa juga sudah menitipkan Balqis ke semua pembantu yang ada di sana. Dan Axel juga meminta mereka segera menghubunginya jika Balqis ada masalah atau jika Inez datang ke rumah Balqis. Axel juga akan memberikan sedikit demi sedikit teror untuk Inez agar ia pergi dari rumah itu dan kembali ke negaranya. Axel juga mengintai rumah Balqis, Axel sudah menyiapak kamera kecil yang ia taruh di depan rumah Balqis, di taman samping rumah, di belakang rumah, di dalam rumah. Walau di sana sudah ada CCTV, entah kenapa Axel merasa ada sesuatu yang akan terjadi. Untuk itu, Axel menaruh kamera kecil untuk jaga jaga.
Saat Axel dan Alexa, ada di sekolah. Axel iseng membuka hp nya dan melihat situasi rumah Balqis. Namun betapa kagetnya dia melihat Inez yang lagi menuang minyak sayur di depan rumah Balqis. Axel pun jadi geram, ia segera menelvon Balqis, namun nomernya gak aktiv. Ia menelvon langsung ke rumahnya gak ada yang ngangkat. Entahlah kemana semua orang. Axel pun melihat ke cctv yang ada di hpnya. Teryata semua pembantu ada di kamar masing masing karena memang semua pekerjaan sudah beres. Sedangkan Aksa sudha berangkat kerja 4 jam yang lalu karena ini sudah jam siang. Balqis sendiri ada di ruang tengah sedang nonton tivi.
"Ini sangat bahaya jika Tante Balqis sampai keluar rumah, ini akan membahayakan janin yang ada dalam kandungannya." gumam Axel. Ia pun menelvon Aksa yang masih sibuk di kantornya.
"Assalamu'alaikum om." Ujar Axel ketika sudah tersambung.
"Waalaikumsalam. Tumben nelvon om, emang kamu gak sekolah?" tanya Aksa santai.
"Sekolah, om. Sekarang aku lagi istirahat. Om ada di mana?" tanya Axel.
"Di kantor." Jawab Aksa.
"Om, coba telvon tante sekarang."
"Emang kenapa? ada apa? Kog suaramu terlihat panik gitu?" tanya Aksa.
"Tadi aku lihat tante Inez menuangkan minyak sayur di depan pintu depan rumah. Aku takut tante Balqis ke luar dan jatuh jika menginjak minyak itu. Tadi aku sudah menelvon tante tapi nomernya gak aktiv, aku nelvon ke rumahnya gak ada yang mengangkat. Dan aku lihat semua pembantu di sana ada di kamar masing masing setelah selesai beres beres rumah. Tante Balqis sendiri sekarang ada di ruang tengah. Coba om telvon salah satu pembantu yang ada di sana. Soalnya aku sendiri gak punya nomer mereka dan lupa untuk memintanya kemaren." Jawab Axel menjelaskan panjang lebar.
"Dari mana kamu tau semua itu?"
"Maaf om, aku terpaksa menaruh kameran kecil di rumah om karena aku takut jika tante Inez mencelakai tante Balqis. Maafkan aku om udah lancang menaruh kamera tanpa izin dari om dan juga tante."
"Gak papa sayang, om tau kamu melakukan semua itu demi melindungi istri om. Makasih ya."
"Sama sama om. Lebih baik om telvon aja dulu pembantu yang ada di sana. Kalau gak ada yang mengangkat, coba om pulang dulu. Takutnya kita terlambat karena jika sampai tante Balqis jatuh, itu membahayakan janin yang ada dalam kandungannya."
"Baiklah, om akan telvon bibi dulu." Ujar Aksa. (Bibi adalah pembantu yang bekerja di rumah Balqis
Aksa berusaha untuk menelvon mereka satu persatu namun karena tak ada yang mengangkatnya, terpaksa Aksa meninggalkan semua pekerjaannya demi keselamatan istrinya. Aksa juga mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hingga 20 menit kemudian ia sudah sampai di depan rumahnya. Aksa segera turun dari mobil dan langsung memencet bel yang ada di samping pintu. Dan tak lama kemudian Balqis pun membuka pintunya.
"Awas hati hati." Teriak Aksa saat Balqis mau melangkah ke luar karena melihat suaminya yang ada di depan pintu..
"Kenapa sih sayang, sampai teriak gitu? Biasanya juga ucap salam dulu." Ujar Balqis merasa heran melihat sikap suaminya itu.
"Lihat di bawah. Ada minyak." Ujar Aksa sambil menunjuk ke lantai bawah.
__ADS_1
"Lho kog bisa ada minyak di sini. Gimana ceritanya?" tanya Balqis bingung.
"Ini kerjaan wanita gila yang ada di depan rumah. Dia sengaja naruh minyak itu agar kamu jatuh dan keguguran."
"Kamu tau dari mana yank?"
"Tadi Axel nelvon aku, kebetulan dia diam diam menaruh kamera kecil di rumah kita. Dia takut kamu kenapa napa karena tak ada yang menjaganya." Jawab Aksa.
"Dia memang anak yang baik, aku bersyukur punya keponakan seperti dia." Ujar Balqis tersenyum.
"Sudahlah, yang penting kau panggil bibi buat membersihkan minyak ini sampai benar benar bersih." Ucap Aksa. Balqis pun masuk ke dalam rumah dan memanggil salah satu pembantunya.
"Bi, tolong bersihkan minyak yang ada di depan pintu utama ya."
"Lho kenapa bisa ada minyak nyonya?" tanya bibi penasaran.
"Iya, tadi ada orang iseng menaruhnya di sana. Tolong ya bi, biar gak ada yang jatuh."
"Iya nyonya." Bibi itupun segera mengambil pel-pelan dan segera menyusul Balqis yang sudah pergi ke luar menemui suaminya.
"Mas, kamu mau masuk dulu atau gimana?" tanya Balqis.
"Eggak deh yank, aku langsung balek ke kantor aja. Karena masih ada kerjaana di sana. Oh ya hp nya kamu kenapa gak aktiv?"
"Iya sudah gak papa, nanti jangan lupa di cez ya. Dan kalau ada apa apa, segera hubungi aku."
"Iya mas."
"Hati hati di rumah, banyak setan berkeliaran." Ucap Aksa. (Setan yang di maksud adalah Inez).
"Iya mas, mas juga hati hati ya di jalan. Kalau sudah sampai jangan lupa chat aku."
"Oke."
Setelah itu, Aksa pun langsung masuk mobil dan bergegas pergi ke kantornya. Karena ia tadi meninggalkan laptonya dengan keadaaan menyala. Setelah kepergian Aksa, bibi pun datang dengan membawa pel-pelan.
__ADS_1
"Tolong di bersihkan ya bi, saya mau ke dalam dulu, mau ngecez hp. Dan setelah itu, jangan lupa buatkan makan sisang untuk saya."
"Iya, nyonya."
Setelah itu, Balqis pun pergi ke kamarnya dan mengecez hp. Dan tiba tiba saat ia menghidupkan hpnya, ada banyak pesan masuk dari Axel.
"Tante, tolong jangan keluar dulu. Ada minyak di depan pintu utama."
"Tante, kenapa hp nya gak aktiv. Aku juga nelvon ke rumah, gak ada yang mengkat. Tante, jangan keluar rumah dulu ya. Tadi aku lihat tante Inez menuangkan minyak di depan rumah tante."
"Tante, aku sudah nelvon om Aksa, dan bentar lagi dia akan pulang."
Balqis hanya tersenyum sendiri membaca pesan dari Axel, ia pun membalasnya.
"Terima kasih sayang, sudah melindungi dan menghawatirkan tante. Tadi om Aksa sudah pulang dan lantainya jgua sedang di pel. Makasih ya, jika gak ada kamu. Entah apa yang akan terjadi sama tante."
Setelah pesan terkirim, tak lama kemudian ada pesan masuk.
"Iya sama sama tante. Tante di sana jaga diri baik baik, karena banyak bahaya yang mengintai. Aku hanya bisa membantu tante semampu aku. Iya sudah tante, dah dulu ya. Aku mau ambil wudhu untuk siap siap sholat dhuhur dan setelah itu langsung masuk kelas lagi."
"Nanti kamu dan Alexa mampir ke rumah tante gak?"
"InsysaAllah kami akan mampir ke sana sebentar."
"Baiklah, tante tunggu kedatanganmu."
Setelah selesai membalas pesan Axel, Balqis pun menaruh hpnya dan ia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan setelah itu ambil wudhu untuk sholat dhuhur karena jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 siang.
Sedangkan Axel bisa bernafas lega akhirnya ia bisa membantu tantenya walau dari jarak jauh. Tapi ia akan memberikan perhitungan kepada Inez karena sudah berbuat ulah. Axel gak menyangka Inez masih nekat untuk mencelakai Balqis hanya untuk mendapatkan Aksa kembali.
__ADS_1