
Esok hari sekembalinya mereka , qayla sudah akan kembali bekerja ke smiling flower . Efek liburan dan kebersamaan nya dengan orang-orang yang membuat nya nyaman , membuat ia sudah kembali ke hari-hari biasanya dan rutinitas nya tanpa rasa takut . Saat qayla hendak pergi , ia melihat sosok pria berdiri tepat di depan pintu menyapa dengan mengangkat sebelah tangan nya seraya seseorang tengah di absen . Tapi kali ini ia tersenyum dengan mata yang sedikit sendu ,
" Oh , kau di sini .. " seru qayla tersenyum menghampiri
" apa kau sedang sibuk ? " Ujar Ian tersenyum menanyakan nya
" Emm , aku akan ke smiling flower dan yang pastinya aku tidak sesibuk kamu ko .. "
Membuat Ian kembali tersenyum " Ingin berbincang sebentar , " serunya melihat kearah mobil nya . Qayla pun naik ,
" Bagaimana keadaan mu ? " Seru Ian
" Ya , lumayan . Aku baik-baik saja . "
" Syukurlah .. aku lega mendengarnya , semoga kau selalu bahagia dengan raii dan hubungan kalian lancar . " sahut Ian , " ah ya aku ingin memesan bunga untuk di kantor ku , akan ada pertemuan Kline dan ku dengar Kline ku yang akan datang hari ini begitu menyukai bunga jadi tolong buatkan buket bunga yang cantik "
" baiklah . Jadi , apa yang membuat mu begitu sedu seperti itu ? " Ucap qayla yang jelas langsung dengan cepat Ian menoleh nya
" Hmm sejujurnya , ada seseorang yang menggangu ku .. " ujar Ian , yang kali ini qayla lah menoleh nya .
" tentang lifah , ia sepertinya sedang menghindari ku . Aku gak tau salah ku yang mana yang membuat nya tak ingin bertemu dengan ku . tapi dia bahkan tak menjelaskan apapun juga , saat aku minta maaf karena telah salah Melibatkannya dalam masalah ku . Ia juga masih tak kembali seperti biasa nya . Saat di pulau Dewata ku harap bisa berbincang barang sebentar dengan nya membahas masalah ini tapi ia malah balik Jakarta malam itu juga " .
" Ck , astaga . Kamu pria yang penuh dosa . " Ucap qayla melihat Ian
" Apa ? " Sahut Ian mengerutkan keningnya
" Jika kamu tidak tahu , Lupakan saja . Kau sungguh tak bisa merasakan apapun .. " ujar qayla mengelengkan kepalanya melihat Ian dengan sebal ,
" Aouh benar-benar , berkata mu dan Imel seolah membuat ku seperti penjahat yang sedang di tuduh melakukan kejahatan tau "
" Memang benar . Dasar tak peka ! " Ucap qayla turun , Karena mobil Ian sudah sampai di smiling flower .
" Thanks , nanti buket nya akan ku antar ." Seru qayla yang di balas senyuman oleh Ian .
Sesampainya qayla masuk smiling flower , Melda terkejut senang dan memeluknya bahagia . " Aah , qaylaa .. "
" Lifah , mana ? " seru qayla tak mendapati lifah ,
" Uhf di dalam , dia terus seperti itu sepanjang waktu ! dia selalu menghabisi pekerjaan nya di dalam . Lihat . bahkan ia juga bengong bego begitu ! Bukan lifah banget ." Ucap Melda yang masih di lihat qayla ,
" Ouh ! Ian benar-benar bisa membuatnya seperti itu ! " Ujar Melda .
Qayla memilih beberapa bunga dan ia langsung merangkai nya ,
" Oh ada yang memesan ? " Tanya Melda
" Iya , ian memesannya .. " yang di respon malas oleh Melda .
__ADS_1
Selesai qayla merangkai , ia menghampiri lifah . Dan mengetuk mejanya ,
" Oh , qayla .. " seru nya tersadar , " kapan kamu sampai ? " Sambung nya kembali dengan tersenyum
" Sepertinya pikiran mu sedang tidak di sini ya . Sampai-sampai tak sadar aku sudah setengah jam di sini "
" Apa ? " Ujar lifah terkejut tak sadar
" Boleh minta tolong tidak ? Tolong Antarkan buket ini ke alamat ini lif . " seru qayla untuk sengaja mempertemukan lifah dengan Ian , tanpa sepengetahuan mereka . agar paling tidak mereka bisa bicara dan dapat membuat hubungan mereka sedikit mencair ,
" Ya , baiklah .. " sahut lifah menerima alamatnya ,
" Terimakasih ya . Oh iya lif ! Bunga itu harus sampai di tangan pemesannya langsung ya . "
" Oke , kalau gitu aku jalan ya .. " ujar lifah . Begitu ia keluar ,
" Kamu mau kemana ? " tanya Melda
" Mengantar buket yang cantik itu . " Seru lifah mengambil buket nya , Melda pun langsung menoleh kearah qayla .
" Pak Wawan sedang mengantarkan buket-buket juga .. "
" Aku pergi naik taksi saja , nunggu pak Wawan pasti lama . Sementara buket ini harus sampai sebelum makan siang nanti . Aku pergi dulu .. " ucap lifah pergi
" Ya . Hati-hati ya , makan siang nanti kita ke cafe organik biasa ya ! " Teriak melda kemudian memberikan jempol pada qayla .
***
Tersadar lifah langsung puter haluan kembali ke loby tempat resepsionis tersebut . " Mba , maaf . apa CEO perusahaan ini adalah bapak Ian putra Kusuma ? " Seru lifah
" Iya mba betul .. "
" Ah . Mba , bisa tolong berikan ini dengan nya .. "
" Loh ! bukan mbanya sudah kesana ya . "
" Ya mba , tapi masalahnya . seperti nya saya harus segera pergi . Jadi tolong berikan ini padanya , bisa ya mba .. "
" Maaf mba , tapi bapak Ian meminta nantinya langsung menemui beliau saja . Karena bunga itu harus di terima langsung oleh bapak Ian , sebaiknya mbanya kembali . Karena rapat nya sebentar lagi segera di mulai " seru sang resepsionis ,
Dengan berat hati lifah berjalan kembali ke ruang itu , ia berdiri kembali di depan ruang itu dan terdiam . " Uhf , aku gak siap ! " Ucapnya pelan . Jika bisa memilih mungkin ia akan kabur saja dari pada harus berhadapan dengan Ian ,
" Oh . permisi mas , bisa tolong berikan ini dengan orang yang di sana " Pinta lifah ,
" Kenapa tidak berikan langsung saja mba . Mba ini dari toko smiling flower kan . "
__ADS_1
" Tapi mas , saya minta tolong dong mas .. tolongin saja ya ? ... " Seru lifah , belum sempat mas karyawan itu membalas permintaan tolong lifah . Ian sudah lebih dulu melihat lifah dengan buket di tangannya dan bahkan sekarang sudah menghampirinya ,
" ternyata kau di sini .. " seru Ian , karena kepalang tanggung lifah pun akhirnya memberikan buket itu . Lalu berpamitan pergi ,
" Nona lifah . Bisa kita bicara sebentar ? " Ucap Ian berdiri menghalangi jalan nya ,
Lifah yang melihat Ian dan para karyawan nya yang melihatnya . Sontak membuat lifah menghela nafas dan akhirnya mau tak mau mengikuti Ian ,
Sampai di sebuah ruangan , " lif , maafkan aku atas segalanya . Jadi ku mohon berhentilah menghindari ku " ujar ian ,
Kini lifah menatap nya , " permisi , aku harus pergi .. " seru lifah
" Jangan seperti ini . aku sedih melihatnya , kau mengabaikan semua pesan ku . Jika aku salah bilang pada ku di mana kesalahannya , agar aku bisa memperbaiki nya . tapi jangan bersikap seperti ini .. "
Lifah tercenung mendengar nya , dengan hati yang terus saja berdebar tak beraturan .
" Kedepannya , jangan pernah bicara seperti ini dengan ku ! " .
Ian seperti tak paham maksud perkataan lifah ,
" Karena itu membuat ku gugup ! "
" Apa ? " Seru ian
" aku . Aku menyukai mu , Ian . Ini benar-benar salah mu ! . Jadi mulai besok berhenti mengirim ku pesan dan lebih baik jangan pernah saling bertemu lagi !! , itu sangat menyebalkan . Kau puas . Dasar brengsek ! " Ucap lifah berhasil nyerocos tak terkendali mengeluarkan perasaan nya , kemudian pergi meninggalkan Ian .
Sementara Ian , terdiam menatap kepergian lifah . tak bergeming kaku ..
Bahkan hal itu sampai berhasil membuat nya terganggu tak konsen pada pertemuan rapatnya . Justru di sepanjang rapat tersebut sampai berakhir , terus bermunculan sepengal demi sepenggal tentang ucap qayla tadi dan juga Melda . yang di mana jelas menyalahkan Ian tentang ini .
***
Keluarnya lifah dari dalam perusahaannya Ian , ia memberhentikan taxi dan barulah di dalam sepanjang jalan ia menangis .
Lifah kemudian masuk ke cafe organik dengan tertunduk dan wajah yang sembab begitu merah matang . di mana sudah ada qayla dan Melda ,
" Lifahhh , ada pada dengan mu ? . Seseorang memukul mu , tidak . Siapa yang kamu lawan ? " Seru qayla melihat nya yang seperti rutinitasnya abis berantem meskipun di menangkan oleh lifah tapi ujung-ujungnya ia selalu menangis setelah itu , menyesalinya .
" Kamu menang atau kalah ? , tidak mungkin kamu kalah . " Ucap Melda juga melihat lifah
" Ku rasa aku lebih suka berantem , lebih baik begitu dari pada beginiii ... Ahahhhhh ... " Ujar lifah sambil menangis terus begitu keras ..
Membuat Melda menarik nya duduk dan qayla menenangkan nya , karena orang-orang sudah melihat kearah mereka . Di situlah lifah menjelaskannya ,
***
-
__ADS_1
-
...jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻...