
" Di mana qayla ? " Tanya raii yang tak melihat sosok istrinya itu
" Ke Pantry .. " sahut Melda menunjuk ke arah pantry dan heran melihat ahyar yang kini memotret ian , tanpa bilang apapun raii berjalan kearah pantry
" Sttt kombinasi 3 pasangan yang pas , couple ideal gitu gak sii .. " ujar Melda berbicara di samping lifah
" tunggu . 3 pasangan ? , dua pasang nya itu pasti kalian kan . lalu sepasang lagi siapa hah ? " Sahut lifah
" Hei ! ya tentu kau dan ian , lucu gak sii . Bukankah kau sudah cukup dekat dengan Ian " gumam Melda tersenyum
" wah kau gila ! , Aku tidak dekat dengan nya ! "
" lihat mereka bertiga bareng , Coba bayangin kalau ian adalah suami mu . Ahh lucu kan .. "
" Hei ! kembalilah dari khayalan mu ." Sahut lifah diam-diam melihat ian yang tengah berpose
" Kenapa , Tidakkah kau berpikir ian itu adalah pria tampa . " ujar Melda
Kalau ngomongin dia tampan , ya sepertinya begitu . Sttt dia memang tampan , bahkan melihatnya yang hanya tersenyum memegang bunga seperti itu saja sudah berasa seakan ingin menerimanya .. batin lifah masih memandangi diam ian
" Jujurlah kepada ku , Semua orang yang melihat ian di kota ini menyukainya . Selain Tampa dan sempurna ia juga begitu terkenal kan . jika manusia , seharusnya kamu tertarik kepadanya setidaknya sekali . " Seru Melda menyadarkan lifah dan menatapnya tersenyum
" Tidak mungkin . Tidak sekalipun ! " Sanggah lifah begitu percaya diri
" Oh ! , Penyangkalan kuat adalah penegasan . "
" Penyangkalan kuat hanyalah pengingkaran , jika berpacaran dengan pria seperti nya kau hanyalah akan makan hati . " Ujar lifah yang masih di tatap Melda mencari kebenaran dan mencari letak kejanggalan
" Ah , cepat selesaikan . Kita akan mengambil foto berpasang-pasangan nanti " sambung lifah
" Hmm , kau akan mengambil foto berpasangan dengan ian .. "
" Tidak . Aku hanya akan memotret pasutri bucin saja "
" Bagaimana dengan Ian ? "
" Dia akan kembali ke kantor , kemarin dia bilang ada proposal yang harus di kerjakan nya "
" Ohhh.. sepertinya kamu tahu banyak tentang ian .. " sahut Melda melirik . menggoda lifah
" Berhenti menggoda ku dan cepat kita selesaikan ini ! "
" Ahahaha .. " tawa Melda
***
Sementara qayla tengah asyik menyiapkan cemilan di pantry ,
" sedang apa ? , Biar aku bantu " Seru raii berdiri dengan wajah yang sedikit di tekuk
" Menyiapkan cemilan .. " jawab qayla melihatnya , " kenapa ? , Apa terjadi sesuatu ? " Tanya qayla menatap manik mata yang dapat membaca wajah suaminya
" Tidak , bukan apa-apa " jawab raii tersenyum yang masih di tatap qayla
" eayy , jadi kamu tidak mau memberitahu ku .. " ujar qayla mengangkat kedua alisnya memberikan secangkir teh hangat
" Apa dia sering datang kesini menemui mu ? " Ucap raii ,
" Tidak sesering kita bertemu .. " seakan tahu kearah mana pertanyaan suaminya itu ,
" kenapaa ? Cemburu ya ... cemburu .Benar ? .. Iyaa ? " Lirih qayla tersenyum manis meledek raii
" Aku tidak suka melihat kau dekat dengan nya , "
__ADS_1
" Oh jadi ini yang buat kamu menekuk wajahh mu . Kita hanyalah teman "
" CK , itu menurut mu sayang . Tapi menurut dia sepertinya tidak "
" Aku sama ian gak ada apa-apa kita hanya real temanan , cuma teman . Karena aku istrimu " jelas qayla menyeringai menganggukan kepala memperjelas statusnya sebagai nona raii . kemudian memberikan cemilan manis ,
" makan yang manis-manis katanya bagus buat ngebalikin mood loh " seru qayla tersenyum
" Bukan ini .. " lirih raii meletakkan kembali cemilan manis itu lalu berjalan semakin mendekati qayla yang secara spontan memundurkan langkahnya ,
" Kalau begitu aku akan melahap mu .. " bisik raii mendekat pada wajah qayla
" ya-yang lain sudah menunggu kita , " seru qayla dengan wajah yang merah muda memukul dada bidang milik suaminya itu lalu berlalu keluar Pantry membawa nampan teh dan cemilan
Mereka semua pun rehat sejenak , berbincang sambil menikmati secangkir teh dan juga camilan . Kemudian setelah menyesap tehnya ian berpamitan duluan karena ada sebuah pekerjaan ,
***
Esok harinya qayla , lifah dan melda tengah bersibuk merangkai pesanan buket 100 bunga mawar berwarna pink untuk acara pernikahan yang di pesan pembelinya .
" sepertinya mempelai pria sangat romantis yaa terlihat dari ia begitu menginginkan warna bunga yang sama yang di sukai wanita nya " ujar Melda
" Sepertinya begitu Mel , 100 bunga mawar dalam satu buket bukan hal yang biasa . Pasti mempelai wanita nya juga merasa teristimewa kan " seru qayla
" Benar ... membuat irii " Lirih Melda
" Auh Astaga ! akan aku sampaikan dengan raii dan ahyar untuk membeli kan kalian buket bunga . Apa tukang bunga ingin bunga juga hah .. " sahut lifah di depan meja kasir tengah berkutik dengan laptop melirik dua sahabatnya
" Apa bedanya . tukang bunga juga wanita ! Dan semua wanita suka tuh di berikan bunga ! . Apa karena tidak ada yang memberi kau bunga sampai membuat mu lupa rasanya " Ucap Melda
" Benar ! Rasanya sudah berapa lama ya ? .. " Jawab lifah tertawa mengingat-ingat , " eh tapi kalau tidak ada yang memberikan ya tinggal buat sendiri atau beli ajah sendiri " ujar lifah mengangkat kedua alisnya
" Bodo amat terserah mu lif ! Terserah ! Kamu Atur hidup mu sendiri ! " Teriak Melda Membuat lifah dan qayla tertawa
" Oh iya , kapan qay ? " Tanya lifah juga
" Emm , sebenarnya sekarang ka Hana ingin bertemu cuma sepertinya aku akan menghubungi nya kalau belum bisa kesana hari ini .. "
" Kenapa ? " Ucap lifah
" Kenapa apanya , lihat pekerjaan kita ini kan belum selesai " jawab qayla
" Yaallah kirain kenapa , udah ini serahin dengan kita qayla " seru Melda berbarengan dengan lifah
" Kamu temui lah ka Hana lagi pula ini kan soal pekerjaan juga " ucap lifah
" Ho'oh benar . " Sahut Melda , dengan qayla yang masih sibuk merangkai .
" Udah kita bisa handel ini ko ! Sana ah cepat " ujar lifah yang tahu apa pikiran qayla yang selalu tak enak kan untuk meninggalkan mereka .
" Tapi ... " Sahut qayla yang di dorong lembut lifah keluar untuk meninggalkan mereka ,
" Udah gak ada tapi-tapi an .. " jawab lifah
" Kalau tidak seperti ini kau tidak akan pergi-pergi qayla yang super duper selalu tak enak kan ! " Seru Melda yang sudah begitu paham dengan sahabat nya itu sambil memberikan tas selempang milik qayla
" Betull Mel , bye bye " sahut lifah melambaikan tangan yang juga di lakukan Melda
" Uhff kalian tuh yaa ! " Ucap qayla menatap kedua sahabatnya , yang tentunya di balas menyeringai oleh Melda dan lifah
" Yasudah aku pergi dulu ya " seru qayla
" He'um hati-hati " ujar Melda
" semoga pekerjaan nya tembus qayy .. " teriak lifah
__ADS_1
***
Meninggalkan qayla yang sudah pergi , kini lifah dan Melda pun bertempur melanjutkan 100 rangkaian buket bunga . Sebelum akhirnya mereka break makan siang ,
" Ahyar gak ke sini ? " Tanya lifah
" Nggak , ahyar bilang mungkin ia akan makan siang bersama klien dan setelahnya meeting " ucap Melda menyantap hidangan nya dengan sambil pandangan yang tak henti melihat ke arah luar sedari tadi
" Owohh pekerja keras sekalii . " canda lifah Menyudahi makan siang nya
" Lifah .. " panggil Melda penuh penekanan
" apa ? Aku becanda . hanya bercanda " jelas lifah melihat Melda
" Belikan aku rujak itu ! " Tunjuk Melda yang sedari tadi makan kepingin melihat tukang rujak di depan smiling flower
" Uhff , baiklah . Dasar bumil " sahut lifah pergi
" Yang pedas yaa ! " Teriak Melda sambil ngelus-ngelus perutnya yang sudah kelihatan buncit kemudian rapih-rapih dan beranjak kembali ke meja untuk merangkai buket
" Nih , bumil ! " Ucap lifah
" Makasih , shttt asikk " sahut melda menyengir membuka bongkahan buah-buahan rujak dan Langsung memakan nya
" Mel , kamu itu baru banget abis makan loh . Nanti perut kamu kenapa-kenapa " seru lifah menarik nya
" Aih gak apa-apa , kamu mau anak ku ileran nantinya " ucap Melda mengambil rujaknya kembali dan kembali menikmatinya rujak itu
" itu pedes loh , makannya jangan langsung di abis in " ujar lifah hanya dapat menghela nafas merangkai buket
Gak berapa lama setelah rujak buah nya abis Melda mengelus perutnya yang tiba-tiba saja sakit , tentunya auto membuat lifah panik bukan main gak karuan
" Mel , Melda . Aduh kamu kenapa , yaallah . Dokter .. ah ya dokter .. kita kedokter ya " ujar lifah panik membawa Melda duduk di depan meja kasir yang bangkunya lumayan lebih nyaman
" Aduh perut kuu .. " seru Melda
" Tunggu di sini , " ucap lifah lari mengambil air . " ini minumlah dulu " seru lifah berkeringat panik , " apa masih sakit ? Kita kedokteran ajah yaa Mel " sambung lifah
" Sedikit , " seru Melda mengelus perutnya
" Yaudah kita dokter ajah deh ! "
" Gak usah , perut ku cuman keram nanti juga gapapa . Mungkin kaget sama pedas rujaknya " sahut Melda
" Tuh kan udah aku bilang ! Nanti perut mu sakit , jangan di makan semuanya ! kenapa gak dengerin si ! "
" Ya abis aku ngiler banget liat rujaknya tahu .. "
" Serius gak perlu ke dokter ? " Tanya lifah lagi . yang di balas anggukkan kepala oleh Melda
" Yaudah kamu istirahat duduk ajah di sini , biar perut mu gak keram lagi "
" Tapi buket nya ? , Aku masih bisa ko untuk merangkai buket mah "
" Udah deh gak usah kegayaan , biar aku yang kerjain buketnya . Kamu di sini ajah , aku gak mau kamu kenapa-kenapa ! apa lagi ponakan ku ! . " Ucap lifah melirik Melda ,
" pokoknya Diam di sini ! kalau kenapa-kenapa panggil aku , mengerti ! " Sambung lifah pergi meninggalkan Melda kembali mengurus kerjaan mereka dan sekali-kali ia juga menengok Melda . Mungkin ia orang yang paling sibuk di smiling flower hari ini ,
-
-
-
jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻
__ADS_1