
Saat pulang kerja, Andi mau pergi ke warung lesehan yang ada di sebrang jalan. Hari ini ia malas untuk masak sendiri hingga akhirnya memilih untuk beli dulu.
Namun saat ia mau menyebrang jalan, tiba-tiba sepeda motor melintas dengan kecepatan tinggi. Namun tiba-tiba Vita datang dan mendorong Andi hingga akhirnya Vitalah yang tertabrak.
Andi yang kaget langsung menggotong Vita dan membawanya ke rumah sakit. Sedangkan sepeda motor yang menabraknya melarikan diri karena takut dengan amukan masa.
Andi merasa bersalah banget karena gara-gara menolong Andilah, Vita sampai kecelakaan kayak gini.
Andi menggotong Vita menuju rumah sakit, baju Andi yang tadinya putih berubah warna merah karena darah. Vita sendiri sudah tak sadarkan diri. Kepalanya terus mengeluarkan darah dan juga tangan serta kakinya.
Sesampai di rumah sakit, Andi dengan di bantu beberapa dokter lainnya langsung menangani Vita yang keadaannya sungguh mengenaskan.
Vita kekurangan darah, untunglah stok di rumah sakit lumayan banyak hingga Andi gak perlu pusing cari darah untuk di donorkan ke Vita.
__ADS_1
Andi menitikkan air mata karena Andi gak menyangka kalau Vita rela mengorbankan nyawanya demi dirinya, orang yang selalu menyatakan perasaannya namun gak pernah ia anggap.
Saat kondisi Vita semakin memburuk, Andi semakin takut dan khawatir. Ia bersama dokter lainnya berusaha keras agar Vita bisa selamat.
Setelah 3 jam akhirnya Vita bisa di selamatkan, dan kondisinya mulai stabil, hanya saja tangan dan kakinya Vita terluka parah.
Vita harus menggunakan kursi roda untuk selamanya. Dan tangan sebelah kanannya juga harus di amputasi.
Andi benar-benar bingung, di satu sisi, ia sangat menyayangi dan mencintai Alexa. Tapi di sisi lain, Andi gak tega meninggalkan dan mengacuhkan Vita bagaimanapun Vita mempunyai hutang nyawa kepada Vita. Seharusnya Andilah yang ada di posisi Vita sekarang.
Andi terus saja menitikkan air mata di samping Vita. Sedangkan dokter yang tadi ikut menangani Vita sudah keluar karena mereka juga harus menolong pasien lainnya.
Untuk pertama kalinya, Andi memegang tangan Vita. Andi benar-benar bingung kenapa dunia seperti mempermainkan perasaan dirinya. Padahal ia sudah bahagia bisa memiliki Alexa, orang yang di cintanya. Tapi sekarang, ia harus melepaskan Alexa agar ia bisa menebus nyawanya dengan menjaga dan merawat Vita sampai akhir hayatnya.
__ADS_1
"Ya Allah, apakah ini adalah balasan dari Mu? Karena aku sudah memisahkan Edwin dan Alexa padahal mereka saling mencintai namun Edwin harus mengalah demi hamba karena ia hutang Budi. Sekarang hamba juga harus mengalah, hamba harus melepaskan orang yang hamba cintai demi wanita yang sudah berkorban untuk hamba.
Ya Allah, apakah Alexa memang bukan jodoh hamba??" ucap Andi frustasi..
Ia terus menjaga Vita, ia gak bisa jauh dari Vita. Entah kapan Vita akan sadar.
Hingga adzan Maghrib berkumandang, Vita masih menutup matanya.
Andi mengambil wudhu dan sholat di ruangan Vita. Andi sholat dengan sangat khusu', ia mendoakan agar Vita segera sadar dan agar Andi di beri jalan terbaik agar ia bisa memutuskan sesuatu untuk masa depannya agar dirinya gak menyesal di kemudian hari.
Setelah selesai sholat, Andi mengaji di samping Vita. Andi mengaji sampai adzan Isya' berkumandang.
Untuk malam ini, Andi akan menginap di rumah sakit menjaga Vita.
__ADS_1