
Edwin dan Alexa sampai di Jakarta jam 5 pagi. Edwin mengantarkan Alexa terlebih dulu ke rumahnya dan setelah itu Edwin langsung pergi ke apartemen Alexa. Alexa sudah memberitahu apartemen miliknya.
Alexa memencet bel rumahnya. Memang keluarga Alexa gak ada yang tau kalau dirinya akan pulang hari ini. Sehingga tak ada yang jemput di bandar dan lagian Alexa takut keluarganya akan memarahi jika mereka tau Alexa pulang bersama laki-laki.
Setelah 3x Alexa memencet bel, seseorang pun membukakan pintu.
"Assalamualaikum, Umy," ujar Alexa tersenyum sambil memeluk Zahra. Zahra pun membalas pelukan putrinya itu.
"Waalaikumsalam. Kenapa kamu gak bilang kalau pulang hari ini nak?" tanya Zahra sambil melepas pelukannya.
"Aku ingin buat kejutan Umy," jawab Alexa.
"Kamu sudah sholat subuh?" tanya Zahra.
"Belum Umy," jawab Alexa.
"Sholat dulu sana, mumpung masih ada waktu," ujar Zahra.
"Iya Umy," jawab Alexa. Alexa segera pergi ke kamarnya untuk ambil wudhu dan sholat.
__ADS_1
"Siapa yang?" tanya Adzriel.
"Alexa," jawab Zahra.
"Alexa?" ulang Adzriel takut jika pendengarannya itu salah.
"Iya dia pulang hari ini. Aku sudah menyuruhnya untuk sholat shubuh dulu, mumpung masih ada waktu," ujar Zahra.
"Oh gitu. Iya sudah kita tunggu aja di sini. Biar kita bisa ngomong langsung dengan Alexa tentang masalah percintaannya itu. Biar gak berlarut-larut," ujar Adzriel.
"Iya mas," ucap Zahra. Mereka berdua duduk di ruang tamu dan tak lama kemudian, Axel pun juga ikut bergabung. Sedangkan Cinta, ia gak mau ikut campur masalah rumah tangga anaknya itu. Ia lebih memilih bersama dengan Ayunda, mereka berdua pergi ke dapur. Cinta akan mengajari cucunya itu memasak dalam waktu cepat namun hasilnya banyak, enak dan memuaskan.
Alexa pergi ke ruang tamu di mana keluarganya menunggu. Alexa mencium tangan ayahnya lalu duduk di samping Axel.
"Sama siapa pulang?" tanya Adzriel.
"Ed ... Edwin," jawab Alexa gugup. Adzriel sebenarnya gak tau Adzriel pulang sama siapa, hanya saja gak tau kenapa Adzriel ingin menanyakan hal itu.
"Dia yang mengantar kamu sampai sini?" tanya Adzriel dingin. Ia sangat marah saat tau putrinya itu bersama dengan Edwin.
__ADS_1
"I ... iya, Aby," jawab Alexa gugup.
"Naik apa?" tanya Adzriel
"Bus," jawab Alexa. Memang benar mereka pergi ke Jakarta naik bus karena mobil yang di pakai Edwin selama ini adalah mobil sewaan.
"Duduk berdua dalam satu kursi sepanjang malam?" tanya Adzriel.
"I ... Iya, Aby. Tapi kami gak melakukan apa-apa," jawab Alexa.
"Tapi kamu tau kan, Aby gak suka kamu berduaan dengan laki-laki. Bahkan kamu dan Andi pun gak sedekat itu, padahal dia tunanganmu. Andi bisa jaga kamu sebaik mungkin. Jujur, Aby gak bisa membayangkan kamu berdua dengan laki-laki lain sedekat itu sepanjang malam," ujar Adzriel kecewa kepada putrinya itu.
"Tapi kami gak melakukan apa-apa aby," jawab Alexa.
"Kamu yakin? Tidak mungkin kamu di bus sepanjang malam terjaga? Kamu pasti akan terlelap walaupun hanya sebentar. Dan kamu tau, siapapun akan melakukan sesuatu saat kamu tertidur nak. Seperti megang tangan atau mencium kamu secara diam-diam dan kamu gak akan sadar akan hal itu karena kamu lagi tidur. Kenapa kamu gak dengerin nasihat aby nak. Aby menyuruh kamu untuk menenangkan diri bukan untuk merusak hidupmu sendiri. Pergi ke sana kemari bersama laki-laki. Makan bersama suap-suapan. Minum satu gelas berdua.
Bahkan kamu juga pergi ke kosannya. Putri yang Aby banggakan pergi ke kosan laki-laki. Sungguh Aby kecewa sama kamu nak. Sangat kecewa," ujar Adzriel mengungkapkan isi hatinya.
"Maafkan aku Aby," ujar Alexa menangis menyesali apa yang telah ia lakukan. Gara-gara terhanyut dengan perhatian yang di berikan Edwin. Alexa sampai lupa dengan nasihat dari ayahnya.
__ADS_1