Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Ketemu Edwin Lagi


__ADS_3

"Kak, Kak Axel kog belum pulang pulang ya? Padahal kan bandara gak jauh jauh banget?" tanya Ayunda kepada Alexa saat perjalanan menuju ke sekolahnya Ayunda.


"Mungkin Kak Axel masih jalan jalan." jawab Alexa. 


"Oh gitu. Oh ya, katanya Kak Axel punya cewek ya kak?" tanya Ayunda penasaran.


"Kakak gak tau, soalnya kakak juga jarang ngobrol sama Kak Axel." jawab Alexa.


Memang sejak lulus SMA, Axel dan Alexa sudah jarang banget ngobrol berdua. Karena mereka sama-sama sibuk. Dulu walaupun mereka satu kampus, tapi mereka beda jurusan. Axel jurusan bisnis sedangkan Alexa jurusan kedokteran.


Saat di kampus, Axel lebih banyak belajar dan kumpul dengan teman-teman nya begitupun dengan Alexa, Alexa juga sibuk belajar tentang hal yang berbau kedokteran dan kesehatan tentunya dan banyak praktek ini itu sehingga membuat Alexa kadang terlihat lebih sibuk dari pada Axel.


Dulu saat Axel kuliah, Axel memang sudah memegang satu perusahaan aby nya. Dan setelah lulus S2, Axel memegang beberapa perusahaan sekaligus dan juga buka cabang baru sekaligus bikin perusaahaan sendiri.


Hanya saat saat tertentu aja, Axel dan Alexa bisa kumpul dan ngobrol bareng.


"Kak, dulu kakak akrab gak sama Kak Axel?" tanya Ayunda. Jujur beberapa tahun terakhir ini, memang Ayunda lebih dekat dengan Alexa dari pada Axel. Mungkin karena sama-sama perempuan jadinya enak di ajak ngobrol.


"Ya, akrab. Sangat akrab. Dulu kakak sama Kak Axel kemana-mana selalu berdua. Saling membantu sama lain. Belajar bareng, makan bareng, sekolah bareng, tidur bareng, main bareng semuanya bareng kecuali mandi." jawab Alexa.


"Kakak tidur bareng sejak umur berapa dan sampai umur berapa?" tanya Ayunda penasaran.


"Sejak dalam kandungan sampai lahir dan sampai umur 8 tahun." jawab Alexa.


"Setelah umur 8 tahun, apa sudah pisah kamar?" tanya Ayunda.


"Iya tapi kakak kadang masih sering tidur di kamar Kak Axel begitupun Kak Axel." jawab Alexa.


"Lalu umur berapa kakak terakhir tidur sama Kak Axel?"


"Saat umur kakak 15 tahun. Aby dan umy melarang tidur bersama walaupun hanya sebentar. Tapi kalau cuma main ke kamar Kak Axel gak papa tapi gak boleh sampai tidur berdua lagi." jawab Alexa.


"Kalau mandi, apakah saat kakak masih kecil, kakak mandi bareng kak Axel?" tanya Ayunda


"Pernah tapi saat masih bayi, sampai umur 2 tahun kalau gak salah. Setelah itu, gak boleh mandi bareng lagi." jawab Alexa.

__ADS_1


"Enak ya kak, kalau punya saudara kembar. Kakak dulu kemana-mana selalu berdua." ucap Ayunda.


"Iya sangat enak dan menyenangkan tapi sekarang kakak dan Kak Axel sudah jarang bersama lagi." ujar Alexa.


"Apakah kakak sedih?" tanya Ayunda.


"Gak juga sih, biasa aja. Hanya saja kadang kakak kangen dengan kebersamaan kakak dengan Kak Axel." jawab Alexa.


"Hemm aku juga kangen pengen bisa deket sama kakak dan juga Kak Axel." ujar Ayunda.


"Kapan kapan, kita jalan-jalan bertiga aja ya, kita kan belum pernah liburan bertiga." ucap Alexa.


"Tapi kapan? Sedangkan Minggu depan Kak Axel harus keluar negeri karena urusan bisnis." ujar Ayunda sedih.


"Setelah Kak Axel pulang dari perjalanan bisnisnya. Biar nanti kakak yang bilang ke Kak Axel." jawab Alexa.


"Baiklah." ucap Ayunda senang.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah Ayunda. Alexa dan Ayunda sama-sama turun dari mobil.


"Berapa?" tanya Alexa.


"50 rb." jawab Ayunda.


"Banyak banget. Biasanya kan cuma lima belas ribu sampai 20 rb aja. Ini kog sampai 50 rb?" tanya Alexa kaget.


"Aku ada urunan kak. 25 rb. Yang lima ribu buat bayar uang kas tiap Minggu sekali. Yang 20 rb lagu buat uang sakuku." jawab Ayunda menjelaskan.


"Baiklah." Alexa pun mengambil dompetnya dalam tas kecil yang sering ia bawa kemana-mana. Lalu Alexa mengambil uang 50 ribu untuk di berikan kepada Ayunda.


"Ini uangnya, sekarang kamu masuk gih. Nanti di kelas gak boleh nakal, kalau guru ngejelasin, harus dengerin. Kalau gak tau atau gak faham, nanya. Gak boleh malu. Kalau suruh ngerjain tugas, kerjakan sendiri. Jangan nyontek. Mending dapat nilai buruk asal hasil sendiri dari pada nilai bagus tapi hasil orang lain alias nyontek. Ingat kejujuran itu sangat di utamakan.


Gak boleh berteman sama lawan jenis. Dan jangan berteman sama anak yang nakal nakal. Cari teman yang pintar biar ketularan pintarnya." ucap Alexa menasehati panjang lebar.


"Iya kak, iya udah aku masuk dulu ya. Assalamualaikum." ucap Ayunda sambil mencium tangan Alexa.

__ADS_1


"Waalaikumsalam."


Setelah Ayunda masuk ke lingkungan sekolahnya, Alexa segera masuk ke dalam mobilnya. Namun baru saja ia mau membuka pintu mobil. Seseorang menyapanya


"Assalamualaikum." ucap seseorang itu yang ternyata Edwin.


"Waalaikumsalam." jawab Alexa.


"Ini aku buatin buat kamu." ujar Edwin sambil memberikan satu kotak yang entah isinya apa.


"Tapi..." belum selesai Alexa ngomong, Edwin langsung memotongnya.


"Gak boleh nolak rezeki. Aku juga buatnya khusus untuk kamu." ujar Edwin.


"Terimakasih." jawab Alexa sambil menerima bingkisan itu karena bagaimanapun Alexa juga gak tega jika harus menolaknya.


"Sama-sama. Kamu sudah mau berangkat ke rumah sakit ya?" tanya Edwin melihat jaz berwarna putih yang melekat di tubuh Alexa.


"Iya." Jawab Alexa simple.


"Iya sudah, selamat bekerja ya dan hati-hati di jalan." ujar Edwin.


"Iya. Aku berangkat dulu, Assalamualaikum." ucap Alexa.


"Waalaikumsalam."


Setelah itu Alexa pun masuk ke dalam mobilnya. Ia juga menaruh bingkisan itu di kursi sampingnya.


Sebelum benar benar berangkat, Alexa menghidupkan mobilnya terlebih dahulu, ia juga menurunkan kaca yang ada di sampingnya hingga Alexa dan Edwin bisa saling menatap tapi itu gak lama.


Alexa hanya menganggukkan kepala sedikit sambil tersenyum lalu pergi menuju rumah sakit.


Entah kenapa Alexa merasa jantungnya selalu saja berdetak lebih cepat setiap kali berada di dekat Edwin.


Padahal Alexa berusaha untuk jaga jarak dari Edwin tapi hatinya gak bisa karena ia selalu merasa nyaman ketika berada di dekat Edwin.

__ADS_1


__ADS_2