Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Foto Pemain Cerita


__ADS_3

Foto Afifah, gadis cantik, mungil, selalu berpakaian syari, rajin sholat di masjid, tangguh dan selalu tersenyum. Umur 18 tahun, Lulus SMA, beberapa bulan lalu.


Sekarang jualan baju syari di pasar, setelah sebelumnya bekerja di perusahaan Axel sebagai Cleaning Service.



Dokter Vita, Gadis Cantik. Single, pintar, baik, sholehah walaupun belum pakai hijab. Sahabat Alexa, dan mulai ada rasa dengan Andi, Dokter yang bekerja di rumah sakit yang sama dengannya.



Dokter Andi, baik. Sholeh, Pintar, kaya tapi gak sombong, cinta banget sama Alexa berharap Alexa membalas perasaannya





Edwin. Guru SD. Umurnya lebih muda dari Andi. Naksir sama Alexa. Tampan dan di sukai sama anak didiknya karena sabar, ramah, suka bercanda dan telaten.



Foto Ayunda, kalau di rumah. Memilih gak pakai hijab karena gerah. Dan lebih suka jika rambutnya selalu di urai dari pada di iket, manis dan cantik.


Adzriel dan Zahra tak melarangnya gk memakai hijab selama di rumah itu gak ada orang lain.


Tapi jika Ayunda sekolah atau pergi keluar rumah. Ayunda selalu pakai hijabnya dan tak lupa kaos kaki yang melekat di kakinya. Dan gak boleh pakai baju yang ketat, tapi jika di rumah, Ayunda bebas.


__ADS_1


Alka, anaknya Balqis dan Aksa. Nanti akan muncul di bab bab selanjutnya..



Untuk pemeran utama, Axel dan Alexa, aku belum nemu ya. Susah cari laki laki dan perempuan dewasa umur 20 an. Tampan dan cantik tentunya.


Mungkin kalian ada saran, silahkan komen di kolom komentar ya ....


\=======


Sepanjang jalan, Alexa menghawatirkan adiknya yang ada di rumah sendirian.


"Kak, ngebut dong." ujar Alexa.


"Sabar, ini sedikit macek. Lagian tadi Ayunda kan sudah chat kamu, dan dia sehat sehat saja, bahkan dia sudah makan dan kini sedang nonton tivi di kamarnya. Apa yang perlu di hawatirkan?" tanya Axel.


"Tapi kak, kasihan dia sendirian di kamar. Gak ada umy yang menemaninya." ujar Alexa.


"Iya." jawab Axel.


Alexa pun cuma bantu doa, sedangkan Axel fokus nyetir mobilnya.


30 menit kemudian, Alhamdulillah mereka sudah sampai di rumah.


Axel dan Alexa pun segera turun dari mobil dan masuk rumah.


"Assalamualaikum." ujar Alexa sambil buka pintu.


"Waalaikumsalam." jawab Ayunda yang ternyata ada di ruang tamu menunjukkan kedua kakaknya.

__ADS_1


"Kenapa lama banget kak?" tanya Ayunda menangis


"Maaf, tadi jalan macek dek." jawab Alexa sambil memeluknya.


"Gak boleh cengeng, sudah besar. Dulu kakak seumuran kamu gak cengeng lho." ujar Axel.


"Tapi aku takut sendirian di rumah." jawab Ayunda.


"Kan ada bibi. Kenapa gak minta di temenin bibi?" tanya Axel langsung duduk di sova.


"Sudahlah kak, Ayunda kan dari dulu emang gak deket sama bibi. Oh ya Ayunda, mau gak besok ikut kakak ke rumah sakit?" tanya Alexa.


"Emang boleh?" tanya Ayunda yang memang dari dulu pengen banget ikut Alexa ke rumah sakit.


"Boleh dong tapi Ayunda harus janji, gak boleh nangis lagi." Ucap Alexa.


"Baiklah." Ayunda pun menghapus air matanya.


Sedangkan Axel hanya diam melihat interaksi mereka berdua.


Ntar lagi sudah adzan Maghrib. Kakak mau mandi dulu ya..Ayunda sudah mandi, belum?" tanya Alexa. Ayunda memang sedikit manja kalau sudah habis nangis.


"Sudah kak." jawab Ayunda.


"Iya udah, ikut kakak yuk ke kamar. Nanti Ayunda di sana bisa baca buku kakak. Kakak punya novel, cerpen juga beberapa komik yang pastinya Ayunda suka." ujar Alexa.


"Ayo kak, aku mau." ucap Ayunda.


Alexa dan Ayunda pun pergi ke kamar Alexa tanpa menghiraukan Axel yang tadi menatap mereka berdua.

__ADS_1


Setelah Ayunda dan Alexa pergi, Axel pun juga segera masuk ke kamarnya untuk mandi.


Setelah selesai mandi, mereka semua langsung kumpul di musholla untuk sholat Maghrib berjamaah dan Axel sebagai imamnya.


__ADS_2