
Malam harinya, Axel, Alexa, Adzriel, Zahra dan Aulia kumpul di ruang kerja Adzriel. Sedangkan Ayunda lagi ngobrol sama Andi di ruang keluarga sambil nonton tivi. Keluarga Andi yang lainnya, ada yang di ruang tamu, ada yang duduk santai di depan rumah, ada yang tidur-tiduran di kamarnya.
"Kamu kenapa nak?" tanya Zahra yang melihat wajah Axel sangat kusut dan terlihat sangat frustasi. Zahra mendekati Axel begitupun dengan Adzriel.
"Aby, Umy aku bingung," ujar Axel.
"Bingung kenapa?" tanya Adzriel heran. Tapi Axel gak langsung jawab hingga membuat Alexa geram.
"Afifah hamil," jawab Alexa membantu menjawab karena melihat saudaranya yang hanya diam menundukkan kepalanya.
"Hamil? Sama kamu?" tanya Aulia kaget
"Bukan, tapi sama cowok lain," lagi-lagi Alexa bantu menjawabnya hingga membuat Adzriel, Zahra dan Aulia lagi-lagi di buat kaget dengan jawaban Alexa.
"Alexa jangan ngomong sembarangan," ujar Zahra yang tak percaya dengan ucapan putrinya itu karena selama ini, ia melihat Afifah adalah wanita baik-baik yang pandai menjaga dirinya dan menutup auratnya.
"Iya Al, apa yang di katakan Umy itu benar. Jangan asal bicara. Aby selama ini sudah menyewa jasa seseorang untuk menjaga Afifah. Jika memang Afifah hamil, Aby pasti sudah tau," ucap Adzriel.
"Kak Axel juga menyewa jasa seseorang untuk menjaga Afifah selama Kak Axel ada di luar negeri. Tapi nyatanya Kak Axel juga kecolongan. Bahkan Kak Axel gak tau apa-apa. Kalau bukan karena Kak Axel yang seringkali mimpi tentang bayi. Gak mungkin Kak Axel sampai menyuruh orang buat mencari tau tentang Afifah, yang ternyata sudah hamil dua bulan," jawab Alexa kesal.
__ADS_1
"Apa itu benar nak?" tanya Adzriel kepada Axel dan Axel hanya menganggukkan kepalanya.
"Oma gak nyangka, Afifah seperti itu," ucap Aulia kecewa padahal ia menyukai Afifah karena pakaian dan hijab yang ia gunakan lebar dan menutup auratnya tapi siapa sangka, Afifah bisa hamil sebelum dirinya nikah dan lebih parahnya Afifah gak jujur dan memilih diam. Aulia gak tau bagaimana jadinya, jika Axel gak mimpi bayi. Mungkin semuanya akan tertipu hingga ijab kabul itu terucap.
"Bagaimana bisa Afifah hamil?" tanya Zahra penasaran.
Axel pun menceritakan semuanya, dari dirinya yang akhir-akhir ini mimpi bayi. Afifah yang mual-mual saat di ajak makan di resto, Afifah yang tiba-tiba datang ke rumahnya dan bilang kalau dirinya sudah siap nikah, semuanya membuat Axel curiga yang akhirnya menyuruh seseorang untuk menyelidikinya.
Axel juga menceritakan saat dirinya izin ke Adzriel untuk membawa Afifah pergi padahal sebenarnya Axel membawa Afifah pulang ke rumahnya dan di sanalah Afifah jujur.
Adzriel, Zahra, Aulia dan Alexa diam mendengarkan dengan seksama.
"Lagian Afifah, udah tau hidup sendirian. Kog masih berani mempersilahkan temen cowoknya itu masuk ke dalam rumah. Seharusnya cukup ngobrol di depan rumah aja. Bukan di suruh masuk dan duduk di ruang tamu. Katanya ngerti agama? Kalau dia ngerti agama, gak mungkin dia berani memasukkan teman laki-lakinya ke dalam rumahnya apalagi di sana gak ada orang kecuali dirinya.
Kalau sudah kayak gini gimana? Dulu nolak cucuku sekarang minta di nikahi? enak banget dia! Dulu cucuku ngajak nikah gak mau? Sudah kejadian kayak gini, baru minta di nikahin. Di kira cucuku ini apa?!" ujar Aulia kesal. Rasa sayang dan rasa kasihan kepada Afifah seakan sudah sirna seketika setelah mendengar keterangan Axel tentang Afifah.
"Umy gak akan memberikan restu buat kalian. Umy gak rela kamu nikah sama wanita seperti dia. Kamu layak mendapatkan wanita yang masih suci, yang benar-benar bisa jaga kehormatannya dan juga bisa menyayangi dan mencintai kamu. Bukan datang dan minta di nikahi hanya karena dia malu dan takut di caki dan di maki orang atas perbuatannya sendiri yang gak hati-hati.
Umy gak rela, sungguh gak rela. Umy gak Ridho kamu nikah dengan wanita seperti dia," ujar Zahra kesal.
__ADS_1
"Aby pun sama. Masalah pernikahan nanti, kamu jangan hawatir. Aby punya teman, dan dia punya anak perempuan, dia baru lulus MA (Madrasah Aliah) dan baru pulang mondok satu bulan yang lalu. Dia mondok sejak lulus SD. Dan sudah 6 tahun dia mondok.
Anaknya sangat cantik, karena Aby pernah bertemu dia di rumahnya secara tak sengaja. Dia juga wanita yang polos. Dia pintar masak dan sangat sholehah.
Jika kamu mau, besok malam kita bisa ke sana bertemu dengannya. Jika kamu cocok, nanti kamu nikahnya sama dia. Jadi pernikahan tetap di lanjutkan, hanya saja pengantin wanitanya beda.
Tapi sebelum itu, besok pagi kamu harus pergi ke rumah Afifah bersama Alexa, agar ia bisa nemenin kamu. Kamu harus bicara baik-baik dengan Afifah. Dan kamu bilang padanya, kalau kamu gak bisa melanjutkan pernikahan ini. Kamu ngerti kan?" tanya Adzriel lembut.
"Axel mengerti Aby," jawab Axel yang masih terlihat sedih. Axel akan menurut dengan apa yang di ucapkan aby nya karena Axel tau, orang tuanya pasti akan melakukan yang terbaik buat putra putrinya.
"Baiklah, sekarang kamu jangan sedih lagi. Kamu gak perlu menangisi wanita yang tak pantas untuk kamu tangkai. Kami berhak bahagia nak," ujar Adzriel
"Iya Aby" jawab Axel mencoba tersenyum dan menghapus air mata yang sempat menetes.
"Kamu yang sabar ya nak, Oma yakin kelak kamu bisa hidup bahagia bersama orang yang mencintai kamu dengan tulus," ujar Aulia tersenyum berusaha menguatkan cucu laki-lakinya.
"Iya sudah kamu di sini dulu bareng Alexa. Umy, Aby dan Oma harus keluar. Gak enak sama keluarga Andi jika kita terlalu lama di dalam," ujar Zahra
"Iya Aby," jawab Axel dan Alexa bersamaan.
__ADS_1
Setelah itu, Adzriel, Zahra dan Aulia pun keluar. Sedangkan Axel dan Alexa masih tetap berada di ruang kerja Adzriel.