Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Inez Menginap di Rumah Balqis


__ADS_3


 


Malam harinya sekitar jam 8 malam, saat Balqis, Aksa, Axel dan Alexa lagi duduk santai sambil ngobrol di ruang keluarga. Tiba tiba Inez datang, kebetulan pintu rumah depan tak ada yang di kunci sehingga membuat Inez bisa masuk tanpa ada yang bisa mencegahnya.


"Inezz, kamu ngapain di sini?" tanya Aksa yang kaget dengan kemunculan Inez yang tiba-tiba.


"Mas, aku takut tidur sendirian di rumah. Kebetulan pembantuku yang aku sewa lagi pulang kampung. Boleh ya mas, aku menginap di rumah kamu malam ini saja. Aku mohon." Pinta Inez dengan mimik wajah sedih yang di buat buat sedangkan Balqis memilih diam dan tak mau ikut campur.


"Maaf, aku gak bisa." Jawab Aksa dingin.


"Mas, aku mohon. Bagaimanapun aku adalah wanita yang pernah mengisi hari harimu dulu. Apalagi sekarang kita adalah tetangga, tentunya sesama tetangga harus saling tolong menolong." Ujar Inez mengeluarkan air mata.


"Sekali aku bilang enggak, ya enggak." Ujar Aksa dengan suara tinggi.


"Om, kayaknya gak papa deh sesekali kita berbuat baik kepada orang lain." Ucap Axel dengan mengedipkan salah satu matanya, berharap Aksa mengerti maksud dari perkataannya.


"Iya om, bener apa kata Kak Axel. Biarkanlah tante itu menginap di sini." Ujar Alexa dengan wajah imutnya.


Aksa pun hanya bisa menghela nafas lalu mengizinkan Inez untuk menginap di rumahnya.


"Baiklah, tapi dengan satu syarat. Kamu harus tidur di kamar belakang." Ucap Aksa.


"Baiklah gak papa, yang penting aku bisa menginap di rumah kamu." Ujar Inez senang, ia berharap rencana kali ini berjalan dengan lancar.


Sedangkan Axel dan Alexa pun juga punya rencana untuk membuat Inez itu ketakutan setengah mati.


"Ayo tante, aku antarkan ke kamar tante." Ujar Axel dan Alexa sopan. Inez pun mengangukkan kepala lalu mengikuti langkah kedua anak kecil yang ada di depannya.


"Bi, kunci kamar belakang ada di mana?" tanya Alexa.


"Di lacy non, di atas tivi." Jawab bibi.


"Oh, oke bi. Makasih ya."


"Iya sama sama non."


Alexa pun mengambil kunci di dalam lacy.


"Ayo cepetan jalannya." Ujar Axel dengan suara datarnya sedangkan Alexa cuma senyam senyum doang mendengarkan suara dari saudara kembarnya itu.


"Iya ya bawel. Untung kamu masih kerabat keluarga ini, kalau tidak sudah aku buang kau ke tengah laut." gumam Inez yang masih di dengar oleh Axel dan Alexa tapi mereka memilih diam.

__ADS_1


"Tuh, kamar tante." Ucap Axel sambil menunjuk kamar belakang dari luar terlihat bagus dan megah padahal mah isinya nano nano. Hehe.


"Iya, makasih udah di anterin. Tapi di sini gak ada hantunya kan?" tanya Inez mengingat tadi malam ia bertemu dengan pocong yang ada di samping rumah ini.


"Gak lah, lagian kalau ada emang kenapa? Takut?" tanya Alexa sinis.


"Siapa yang takut?" tanya Inez.


"Iya dirimu, masak diriku." Jawab Alexa tak ada takut takutnya sama sekali dengan Inez.


"Cepetan masuk, liat kamarnya. Bagus gak?" tanya Axel sambil membuka pintu kamar itu tanpa menghidupkan lampunya.


"Iya ya." Inez pun masuk tanpa berfikir panjang. Setelah Inez masuk, Axel pun segera mengunci pintu kamar itu dari luar.


"Haha rasain lho." Ujar Axel tertawa.


"Dasar pelakor. Gak ada malu malunya gangguin rumah tangga orang. Haha pasti entar lagi dia teriak teriak tuh." Ucap Alexa yang juga ikutan tertawa.


Sedagkan Inez yang merasa pintunya di kunci dari luar berusaha untuk memukul pintu itu.


"Buka pintunya, dasar bodoh. Kenapa kau di kunci dari luar?" teriak Inez dari dalam.


"Sorry, aku gak bisa buka. Besok pagi aja ya. Bye. Bersenang senanglah di dalam sana." Ujar Axel lalu ia pun pergi bersama Alexa menghampiri Aksa dan Balqis yang masih ada di ruang keluarga.


"Mana Inez?" tanya Aksa.


"Ha! Gudang belakang?" tanya Aksa tak percaya.


"Iya biar dia gak gangguin kita semua." Jawab Axel.


"Ah kalian memang anak yang hebat. Om salut sama kalian berdua." Puji Aksa yang juga ikut tertawa membayangkan mantan pacarnya itu tidur sama tikus.


"Tapi apa kita gak keterlaluan membiarkan Inez tidur di gudang itu, di sana banyak tikus, kecoa dan binatang yang lain." Ucap Balqis yang tak tega juga membiarkan Inez tidur semalaman di gudang.


"Gak papa tante, santai aja. Itu hukuman bagi wanita yang mau merusak rumah tangga orang. Lebih baik om dan tante, tidur aja. Masalah tante itu, biar kami yang ngurus." Ujar Axel.


"Iya sudah tapi kalian hati hati ya, takutnya dia melakukan hal hal yang di luar kendali."


"Beres om."


Setelah itu, Aksa dan Balqis pun pergi menuju kamarnya sedangkan Axel dan Alexa mengambil makanan ringan sambil main game di hp nya. Mereka berdua main game sambil sesekali menyuapkan cemilan ke dalam mulutnya.


 

__ADS_1


 


\=======================


 


 


 


Sedangkan Inez, ia sangat ketakutan berada di kamar yang ternyata gudang. Gudang itu berisi benda benda yang tak terpakai dan sudah lama belum di bersihkan. Bibi hanya membersihkan di luar kamar saja agar terlihat bagus saat ada orang yang melihatnya. Gudang itu juga gak pernah ada yang masuk kecuali jika ada barang yang gak kepakai lagi, baru di buka dan menaruh barang itu di dalam gudang. Selebihnya gak pernah di buka lagi.


Inez menangis ketakutan. Saat ia menghidupkan lampunya, ia melihat banyak sekali tikus dan kecoa yang melintas di depannya. Ia juga melihat gudang itu sangat berdebu dan terlihat menakutkan.


"Tolong, buka pintunnya." Teriak Inez sambil mengedor ngedor pintu itu. Untunglah ruangan itu kedap suara hingga tak ada yang mendengarnya. (Ruang kedap suara adalah ruangan yang tidak memantulkan suara keluar ruangan dimana dinding ruangan tersebut terbuat dari bahan peredam suara)


"Aku mohon, tolong buka pintunya. Aksa bantuin aku, aku takut di sini sendirian." Ucap Inez dengan nada tinggi, ia berharap pintunya segera di buka.


"Tolong aku, buka pintunya. Aku takut." Inez pun mulai gemeteran, ia benar benar takut dengan tikus dan kecoa.


"Woy, BUKA PINTUNYA. TOLONG AKU, AKU TAKUT DI SINI." teriak Ines dengan suara tingginya. Tapi tak ada satupun yang membuka pintu itu.


Saat ada salah satu tikus yang menghampirinya, Inez pun meloncat loncat ketakutan bahkan keringat pun mulai keluar membasahi bajunya. Ia benar benar takut.


"AKU MOHON BUKA PINTUNYA, AKU JANJI GAK AKAN GANGGU KALIAN LAGI. TOLONG BUKA PINTUNYA." ucap Inez dengan suara gemetar hingga tenagannya pun mulai habis.


"Aku takut...tolong buka pintunya." Ujar Ines sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Inez berusaha untuk menghindar dari tikus yang berusaha untuk mendekatinya dan tiba tiba Inez pun jatuh pingsan.


 


 


 



 


 


 

__ADS_1


 



__ADS_2