
Setelah selesai melakukan hubungan badan, Aksa dan Balqis pun istirahat sejennak karena mereka sama sama lelahnya. Setelah merasa dirinya enakan, Aksa pun menggendong istrinya ke kamar mandi untuk mandi bareng. Selesai mandi, mereka pun segera berpakaian dan sholat berjamaah. Kini Aksa sholat sebagai imamnya sedangkan Balqis sebagai makmumnya.. Balqis sangat bahagia karena akhirnya ia bisa sholat berjamaah dengan suaminya. Ia berdoa semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan kepada keluarga kecilnya itu.
Setelah selesai sholat, Aksa pun mengajak Balqis untuk ngaji bareng sekitar satu juz. Selesai mengaji mereka pun duduk berdua di atas kasur.
"Yank?" panggill Aksa, ia memang ingin memanggil istrinya dengan sebutan sayang seperti yang selama ini seringkali di lakukan oleh papanya.
"Iya mas, ada apa?' tanya Balqis sambil menoleh ke arah suaminya.
"Gimana kalau hari ini kita jalan jalan?" tanya Aksa.
"Jalan jalan kemana?" tanya Balqis.
"Kemana aja yang penting senang dan gak sumpek di kamar terus." Jawab Aksa tersenyum.
"Iya sudah ayo." Balqis pun segera memakai cadarnya dan juga kaos kakinya. Dan setelah itu mereka pun segera berjalan menuju garasi dan masuk ke dalam mobil yang berwarna putih. Untunglah Ezra sudah mengembalikan lagi semua fasilitas Aksa sehingga Aksa bisa bepergian kemanapun yang ia mau.
Setelah masuk ke dalam mobil, Aksa pun segera mengemudikan mobilnya dengan pelan keluar dari garasi.
Mereka berjalan jalan mengelilinya kota dan sesekali berhenti untuk membeli cemilan dan beberapa makanan yang mereka suka.
Tiba tiba, Hp nya Aksa berbunyi. Aksa pun segera mengangkat von yang ternyata dari papanya.
"Assalamu'alaikum." (Aksa)
"Waalaikumsalam. Nak kamu ada di mana?" (Ezra_
"Ada di jalan pa sama Balqis." (Aksa)
"Emang mau kemana?" (Ezra)
__ADS_1
"Gak ada pa, cuma ngajak jalan Balqis aja. Emang ada apa?" (Aksa)
"Oh gak papa, tak fikir kamu ke mana sama Balqis. Iya sudah hati hati ya, jangan bertengkar kayak anak kecil." (Ezra_
"Iya pa, lagian siapa juga yang mau bertengkar dengan istriku sendiri. Iya sudah ya pa, aku lagi nyetir soalnya." (Aksa).
"Iya udah Assalamualaikum." (Ezra)
"Waalaikumsalam." (Aksa).
Sebenarnya Ezra dan Ayu masih belum pulang dan masih ada di tempat Dedi. Hanya saj tadi satpam rumahnya nelvon dirinya dan mengatakan bahwa tuan muda dan istrinya keluar menggunakan mobil kesayangannya. Karena takut mereka bertengkar, Ezra pun mencoba menghubungi putranya dan ia sangat bersyukur ketika mendengar putranya mengajak istrinya untuk jalan jalan.
"Gimana pa?" tanya Ayu khawatir.
"Gak papa kog yank. Aksa memang keluar bareng Balqis, soalnya Aksa ingin ngajak istrinya jalan jalan." Jawab Ezra tersenyum.
"Syukurlah." ujar Ayu tersenyum juga.
"Iya semoga aja, aaminn." Ucap Ayu dan Ezra mengaminkan doa dari besannya itu.
"Oh ya mengenai bulan madu mereka? jadi kan ke Indonesia?" tanya Ezra.
"Sebenarnya aku agak berat juga sih tapi mungkin ini adalah yang terbaik agar Balqis juga bisa berdamai dengan masa lalunya yang menyakitkan." Ujar Dedi sambil menghela nafas.
"Kamu gak bisa membiarkan Balqis untuk tidak menginjakkan kaki di Indonesia lagi bro karena bagaimanapun dari kecil Balqis sudah besar di sana dan juga di Indonesia masih ada keluarga kalian yang harus kalian datangi kan?" Ujar Ezra.
"Iya, aku cuma berharap putriku itu bisa melupakan masa lalunya dan bisa hidup bahagia serta bisa berdamai dengan keluarga yang ada di sana." Ujar Dedi.
"Ada Aksa yang akan selalu mendampinginnya, kamu tenang aja. Aku bisa menjamin, putraku itu sudah benar benar berubah dan telah menyesali semua perbutannya itu. Malah kalau Aksa di sini aku kefikiran terus, karena aku yakin wanita murahan itu pastia akan terus mengganggu kehidupan putraku jika ia tau aku telah mengembalikan semua fasilitanya. Aku malah lebih suka Aksa dan Balqis tinggal di Indonesia sampai mereka benar benar aman dan bisa saling mencintai satu sama lain. Aku gak mau hubungan mereka rusak gara gara wanita yang tak tau malu itu. Lagian dengan mereka tinggal disana, mereka bisa tenang karena di sana juga ada keluarga yang akan selalu menjaga dan melindunginya." ujar Ezra yang khawatir bahwa Inez akan menggoda putranya lagi.
Dedi hanya bisa diam dan berfikir, memang benar kalau Balqis pulang ke Indonesia dia akan di terima dengan tangan terbuka oleh Aulia, Adzriel dan juga Zahra. Walau mereka sudah di bikin sakit hati berulang ulang tapi Dedi percaya bahwa mereka masih menyayangi Balqis dan tak mungkin membiarkan Balqis terlantar atau berada dalaam masalah.
__ADS_1
Dedi juga sebenarnya takut, jika menantunya berada di negara ini, ia akan di goda lagi oleh mantan pacarnya itu dan itu akan membuat putrinya sakit hati dan menangis lagi. Dedi tak mau jika itu sampai terjadi lagi. Sungguh Dedi benar benar di buat pusing dengan semua ini. Padahal dulu pas ia menikah dengan istrinya tidaklah serumit ini tapi entahlah kenapa putri kesayangannya bisa mempunyai kisah sangat rumit seperti ini sampai dirinya pun di buat bingung oleh kisah kehidupannya.
"Bagaimana bro?" tanya Ezra yang melihat sahabatnya itu diam dan melamun.
"Baiklah untuk sementara waktu biarkan Balqis dan Aksa tinggal di Indonesia sekalian bulan madu agar rumah tangga mereka aman dari pelakor. Di Indonesia aku juga punya rumah untuk di tinggali mereka, aku juga akan menelvon keluarga yang ada di Indonesia agar mereka juga ikut andil menjaga putriku." Ujar Dedi.
"Sip, nanti aku akan membicarakan masalah ini dengan putra dan putri kita." Ujar Ezra lega.
"Tapi mas, apakah Aksa dan Balqis setuju dengan apa yang kita sepakati sekarang?' tanya Ayu merasa hawatir. Ia takut rencana yang sudah di fikirkan matang matang ini malah gagal karena Balqis atau Dedi menolaknya.
"Kamu tenang aja, jangan hawatir. Itu jadi urusanku." Ucap Ezra tersenyum.
"Iya sudah deh. Semoga mas berhasil membujuk mereka dan mau menuruti keinginan kita semua." Ujar Ayu yang masih aja merasa hawatir tapi ia yakin suaminya itu pasti berhasil membujuk putra dan menantunya itu.
Ayu memang kadang memanggil suaminya itu dengan sebutan mas, pa, dan juga yank. Dulu sebelum punya anak, Ayu memanggil suaminya dengan sebutan mas dan sayang / yank doang tapi sejak Aksa lahir di dunia, Ayu pun harus memanggil suaminya dengan sebutan papa begitupun dengan suaminya yang harus memanggil istrinya dengan sebuta mama agar Aksa mau menirut gaya mereka.
Dulu Aksa kecil susah banget menyebut orang tuanya dengan sebutan mama dan papa tapi karena sering mendengar nama itu di ucapkan berulang ulang akhirnya Aksa pun mulai bisa belajar mengucap kata mama dan papa dan itu merupakan kebahagiaan tersendiri untuk Ayu dan Ezra saat putra kecilnya itu bisa mengucapkan kata kata yang sulit baginya.
Ezra, Ayu dan Dedi sibuk membahas bulan madu sedangkan Aksa dan juga Balqis, mereka malah sibuk jalan jalan dan mencicipi semua jajanan yang di jual di pinggir jalan. Awalnya Aksa tak mau tapi karena Balqis sedikit memaksa akhirnya Aksa pun menuruti keinginan istrinya itu dan ketika mencobanya pertama kali, malah membuat Aksa ketagihan hingga ia pun mencoba semua jajajan yang ada di pinggir jalan.
Setelah puas jalan jalan dan makan ini itu, mereka pun mampir ke masjid untuk sholat karena kebetulan Adzan sedang berkumandang. Selesai sholat, mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah.
Ezra dan Ayu juga berpamitan pulang setelah mereka mendapat telvon dari satpam yang berjaga di rumah kalau tuan muda dan Non Balqis sudah pulang barusan. Dedi hanya menitipkan salam untuk putrinya karena ia gak bisa ke sana di karenakan masih ada kerjaan yang harus ia kerjakan karena pekerjaan itu harus selesai hari ini juga.
__ADS_1