
Saat Alexa dan Vita lagi asyik makan sambil ngobrol tiba-tiba mereka kedatangan 2 tamu yang tak di undang.
"Dokter Alexa, Dokter Vita. Kalian ada di sini juga?" Sapa Dokter Andi.
"Eh, i ... iya." jawab Alexa gugup. Padahal mereka berdua sudah berusaha untuk menghindar tapi malah di samperin kayak gini.
"Boleh kami duduk?" tanya Dokter Andi.
"Boleh." Jawab Vita.
Dokter Andi dan Edwin pun duduk di kursi. Kebetulan ada kursi yang masih kosong
"Dokter Andi kog bisa ada di sini? Bukannya ada di lantai 4 ya?" tanya Vita sedangkan Alexa memilih untuk menikmati makanannya dan tidak menoleh ke arah mereka.
"Kog Dokter Vita tau, kami ada di lantai 4?" tanya Dokter Andi penasaran.
"Kami kan dari lantai 4 tadi." jawab Vita yang mendapat pelototan dari Alexa.
"Kenapa kamu jadi orang jujur banget sih." geram Alexa yang hanya bisa ngomong di hati aja dan gak bisa mengutarakannya.
"Kenapa gak nyamperin kami?" tanya Dokter Andi.
"Soalnya kami gak mau ganggu." jawab Vita.
"Oh gitu, tapi kami gak papakan ganggu kalian makan?" tanya Dokter Andi.
"Gak papa, santai aja." jawab Vita.
"Oh ya kenalin ini sahabat aku dari sejak kami SD." ujar Dokter Andi memperkenalkan Edwin.
"Perkenalkan Mas Edwin, Aku Vita." ujar Vita.
"Salam kenal." ujar Edwin.
"Kalau Alexa gak perlu kenalan kan? Kan sudah saling kenal." ujar Vita.
"Iyakah? Kog kamu gak pernah cerita ya kalau kamu kenal sama Alexa?" tanya Dokter Andi kepada Edwin
"Aku kenalnya juga baru kemaren, itupun gak sengaja karena kebetulan Alexa ini adalah kakak dari murid aku. Lagian kamu kan juga gak nanya, apakah aku kenal sama Alexa apa gak?" tanya Edwin.
"Iya juga sih " jawab Dokter Andi.
"Kalian setelah ini mau kemana?" tanya Dokter Andi.
"Pulang." jawab Alexa cepat.
"Lho kog pulang sih Al, kan kita belum puas jalan jalan?" tanya Vita.
"Aku capek." jawab Alexa.
"Yah padahal kami mau ngajak kalian jalan-jalan setelah dari sini." ujar Dokter Andi.
__ADS_1
"Maaf ya dok." jawab Vita.
"Gak usah minta maaf, santai aja. Dan jangan panggil saya dokter, panggil Andi aja jika di luar jam kerja. Biar enak dengernya." ujar Andi.
"Iya An. Kamu juga manggil aku, Vita aja ya, gak usah pakek embel-embel Dokter." ucap Vita.
"Iya." jawab Andi.
"Aku sudah selesai makan. Ayo Vit, kita pulang." ujar Alexa.
"Andi, Edwin. Kami pamit pulang dulu ya." ujar Vita sopan sedangkan Alexa memilih diam aja.
"Iya, kalian hati hati ya di jalan." ucap Andi dan Edwin bersamaan.
Setelah itu Alexa dan Vita pun pulang dari Mall. Sepanjang jalan, mereka ngobrol biar suasananya gak sepi.
"Al, kamu kenapa sih cuek banget tadi?" tanya Vita.
"Aku gak cuek, mungkin itu hanya perasaanmu saja." Jawab Alexa.
"Masak sih cuma perasaanku saja?" tanya Vita.
"Iya." jawab Alexa.
"Jika kamu di suruh milih Andi dan Edwin, kamu pilih siapa?" tanya Vita.
"Edwin." Jawab Alexa.
"Entahlah, hatiku yang memilih dia. Lagian Cinta kan gak butuh alasan." jawab Alexa.
Tak lama kemudian, merekapun sudah sampai di depan rumah Alexa.
"Kamu gak mau mampir dulu ke rumahku?" tanya Alexa.
"Gak usah ya Al, lain kali aja ya." jawab Vita tersenyum.
"Iya sudah, kamu hati hati ya pulangnya." ujar Alexa.
"Iya."
Setelah itu Alexa pun segera turun dari mobil dan menuju rumahnya sedangkan Vita langsung pulang.
Alexa hari ini sangat lelah, ia pun segera masuk ke kamarnya dan tidur tiduran.
Namun tiba-tiba hpnya bergetar, ada pesan masuk.
Alexa pun membukanya, ternyata pesan dari Dokter Andi.
Pesan Dokter Andi:
Al, Asal kamu tau, aku sangat-sangat menyayangi dan mencintai kamu. Jujur, sebenarnya aku juga gak ada niat untuk membangun rasa ini sama kamu tapi rasa itu muncul begitu saja tanpa aku duga. Aku gak bisa mencegah rasa sayang dan rasa cinta itu datang padaku karena pada dasarnya rasa itu masuk begitu saja tanpa permisi.
__ADS_1
Aku juga gak bisa memilih kepada siapakah rasa ini akan berlabuh karena aku tak memiliki kekuatan untuk itu. Saat rasa cinta ini mengendalikanku, aku tak bisa berbuat apa. Aku juga gak punya alasan, kenapa aku jatuh cinta sama kamu. Seperti yang aku bilang, rasa cinta ini datang tanpa bisa aku cegah.
Dari awal aku juga tak mengerti bagaimana bisa aku mencintaimu sedangkan aku tak pernah menemukan alasan apapun tentang asal cinta itu dan bagaimana cinta itu bisa berkembang.
Maafkan aku jika terus menerus caper di depan kamu, karena itu hanya semata-mata hanya ingin mendapatkan sedikit saja perhatian mu. Syukur-syukur jika kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan**.
Alexa hanya membaca sekilas dan setelah itu, Alexa menaruh kembali hpnya tanpa ada niat mau membalasnya.
Alexa yang tadinya tidur tiduran, malah ketiduran beneran.
Alexa bangun tidur jam 1 siang. Alexa segera mandi dan sholat dhuhur. Selesai sholat, Alexa sedang melihat asistennya sedang memasak.
"Bi, biar aku aja yang masak. Bibi bisa kerjakan yang lainnya." ujar Alexa.
"Baik, non." Sang bibi pun pergi tanpa membantah.
Setelah selesai semua, Alexa pun segera menikmati masakannya.
Namun saat Alexa lagi asyik-asyiknya makan, Axel datang.
"Lagi makan apa?" tanya Axel yang datang secara tiba-tiba.
"Datang bukannya ucap salam dulu, malah nanya lagi makan apa. Gak sopan." jawab Alexa cuek.
"Bukannya gak ngucapin, aku sudah tiga kali ucap salam, tapi kamunya yang gak denger." jawab Axel. Axel memang sudah 3x ucap salam tapi gak ada yang menyahutnya. Dan saat ia masuk rumah, ia mencium harum harum masakan, makanya Axel samperin.
"Masak sih aku gak denger?" tanya Alexa pada dirinya sendiri.
"Yut, kamu gak denger karena terlalu menikmati masakan kamu. Bagi dong, aku laper juga nih." pinta Axel.
"Kamu datang dari jalan-jalan bareng temen-temen mu, gak mampir ke resto dulu?" tanya Alexa.
"Enggak." jawab Axel.
"Iya udah nih." Alexa pun membagi dua makanannya hingga Axel pun bisa makan juga.
Selesai makan mereka sempat ngobrol sebentar di ruang keluarga.
"Aby, umy, adek dan omma pulang jam berapa?" tanya Axel
"Kayaknya jam 4 udah nyampek rumah." jawab Alexa sambil mengambil remote dan nonton tivi
"Oh.. Habis ini kamu mau ngapain?" tanya Axel.
"Gak ada, cuma di rumah aja. Duduk santai nikmati hidup. Kamu mandi sana gih, bau keringat. Belum sholat dhuhur juga kan?" tanya Alexa.
"Iya. Ya udah aku mandi dulu ya." ujar Axel.
"Iya sana." usir Alexa.
Axel pun segera pergi ke kamarnya untuk mandi dan sholat dhuhur sedangkan Alexa nonton tivi di ruang keluarga sambil tidur tiduran di sova.
__ADS_1