
Setelah mengantarkan Alexa pulang. Andi langsung pulang ke kontrakannya. Ia segera mandi dan sholat. Selesai sholat, ia bersih-bersih rumah sambil chatan dengan Alexa. Ia harus bersih-bersih rumah karena bentar lagi keluarganya akan datang dan sekitar 30 orang yang akan datang.
Andi juga sudah menyiapkan kos kosan, yang ia sewa dari Adzriel. Untunglah Adzriel punya kos kosan banyak jadi ia menyewa 10 kos kosan yang tak jauh dari kontrakannya. Nanti kos kosan itu akan di tempati oleh keluarganya.
Ayah dan ibunya akan tinggal bersamanya di kontrakan, sedangkan yang lain akan tinggal di kos kosan yang bagus, bersih dan perlengkapannya juga sangat lengkap hingga mereka tinggal menempatinya aja.
Kemarin saat Andi mau menyewa kos kosannya sampai hari pernikahan Andi dan Alexa tiba. Adzriel sempat menolak nerima uang dari Andi tapi karena Andi memaksa akhirnya Adzriel pun menerimanya walaupun sebenarnya Adzriel juga gak tega Nerima uang itu. Bagaimanapun Andi sudah bekerja keras buat ngumpulin uang itu. Tapi Adzriel juga gak enak jika menolaknya karena takut menyakiti perasaan calon menantunya itu.
Andi memang kemarin saat mengantarkan Alexa pulang kerja, Andi sempat bertemu Adzriel dan di saat itulah, Andi mengatakan bahwa akan menyewa kos kosan sebanyak 10 kamar karena kebetulan ada 10 kamar kosong jadi mau Andi sewa semua. Dari pada nyewa punya orang lain, lebih baik ia menyewa punya mertuanya sendiri.
Saat lagi asyik chatan dengan Alexa. Tiba-tiba ia mendengar suara bis yang berhenti di depan kontrakannya. Andi segera menaruh Hp nya di kamarnya dan langsung menyambut kedatangan mereka. Karena kontrakannya gak muat untuk menampung semuanya, jadi Andi menggelar karpet di depan kontrakannya agar yang lain bisa duduk santai. Andi juga sudah menyiapkan minuman dan makanan ringan serta buah-buahan yang ia beli lewat online.
Saat keluarganya datang, Andi langsung menaruh minuman, makanan ringan dan juga buah-buahan di tengah-tengah mereka.
"Gimana perjalanannya tadi lancar?" tanya Andi basa-basi karena bingung mau ngomong apa.
"Alhamdulillah lancar," jawab mereka semua.
__ADS_1
"Kamu rencananya kapan nikah?" tanya seseorang yang tak lain adalah bubuknya yang dari kampung.
"Ya sekitar kurang dua Minggu lebih," jawab Andi.
"Alhamdulillah ya, gak nyangka kamu sudah mau nikah aja. Nanti kalau udah nikah, mau menetap di sini atau mau pulang kampung aja?" tanya Pak To, tetangga yang rumahnya di depan rumahnya Andi yang ada di kampung.
"Mau menetap di sini aja. Soalnya kan saya juga kerjaannya di sini, terus juga calon istri saya juga orang sini dan juga bekerja di rumah sakit yang sama. Kalau pulang kampung, susah cari kerja. Lagian juga saya sudah beli rumah di sini, kalau pulang kampung Eman. Soalnya sudah 98% hampir jadi," jawab Andi tersenyum.
"Hehe iya juga. Kamu bersyukur Pak Andi, punya anak seperti Andi. Sudah tampan, baik, Sholeh, punya pekerjaan tetap sebagai dokter, gajinya juga pasti besar dan sekarang sudah mau nikah dengan wanita yang profesinya sama, apalagi keluarganya juga sangat tajir," ujar Bu Sup, yang bicara dengan ayahnya Andi. Memang jika di kampung, ayahnya Andi terkenal dengan sebutan Pak Andi sedangkan ibunya Andi terkenal dengan sebutan Buk Andi.
"Oh ya nak Andi, nanti kami tidur di mana selama menginap di sini?" tanya Pak Sol, salah satu keluarganya Andi.
"Nanti kalian akan tinggal di kosan Aby, mertua saya. Kebetulan ada 10 kos kosan yang kosong," jawab Andi, ia gak enak jika bilang kalau dirinya menyewa kos kosan itu kepada mertuanya sendiri. Lagian Adzriel juga sebenarnya gak mau menerima uang Andi tapi Andi lah yang memaksa karena dirinya juga gak enak kalau pinjem kos kosan yang tapi gak bayar. Ya walaupun dirinya adalah calon menantunya sendiri.
"Apakah jauh dari sini?" tanya Bu Lily.
"Enggak terlalu jauh. Nanti biar saya antar pakai mobil," jawab Andi.
__ADS_1
"Oh ya busnya juga biar saya yang bayar," ucap Andi yang langsung pergi ke kamar untuk ambil uang. Lalu dirinya menghampiri sang sopir bus yang ada di luar rumah dan tak ikut gabung karena gak enak. Andi membayar uang bus itu, setelah selesai sang sopir bus pun pergi bersama bus yang ia bawa.
Setelah selesai membayar bus, Andi kembali ke tempat yang tadi.
"Silahkan di minum, makanannya juga di makan. Maaf cuma adanya seperti itu," ucap Andi yang memang cuma menyediakan minuman, makanan ringan dan juga buah-buahan tapi Andi juga sudah memesan makanan catering tapi belum datang. insyaAllah 15 menit lagi jika sesuai perjanjian.
Andi dan keluarganya pun saling ngobrol satu sama lain hingga akhirnya, ada mobil pengantar makanan datang. Andi dengan di bantu ayah dan ibunya langsung sigap mengambil makanan itu dan membagi-bagikannya. Hingga semuanya bisa mendapatkan bagian bahkan ada lebihnya 20 kotak, bagi mereka yang masih ingin nambah.
Selesai makan, mereka sempat ngobrol lagi sebentar lalu, Andi mengantarkan mereka ke kos kosan dengan mobil. Andi bolak balik ke kontrakan menuju kos kosan lalu balik lagi ke kontrakan menuju kos kosan lagi hingga 6x.
Andi juga memberikan kunci kos kosan kepada mereka. Satu kamar ada yang isi 2 dan ada yang isi 3.
Setelah selesai dan memastikan semua orang sudah mendapatkan bagian kamar masing-masing. Andi langsung pulang ke kontrakan dan berkumpul dengan ayah dan ibunya.
Andi bahagia bisa berkumpul dengan kedua orangtuanya dan bercakap-cakap dengan waktu yang cukup lama hingga akhirnya Andi memutuskan untuk menyuruh ayah dan ibunya istirahat karena mereka juga pasti lelah setelah perjalanan jauh.
Apalagi besok, mereka semua harus pergi ke rumah Alexa dan berkumpul di sana.
__ADS_1