
Tepat jam 8 malam lewat 10 menit, Axel dan Alexa pun datang bersama Aulia. Karena memang jarak tempuh dari Bandung ke Jakarta hanya 2 jam jika di tempuh lewat jalan tol.
"Assalamu'alaikum." Ucap Alexa sambil membuka pintu.
"Waalaikumsalam." Jawab Adzriel, Aksa, Balqis dan juga Zahra bersamaan.
"Wah, ada tante sama om nih." Ujar Alexa yang langsung bersalaman kepada Zahra, Adzriel dan juga Balqis, sedangkan untuk Aksa hanya menaruh tangannya di depan dada sambil sedikit membungkukkan
kepala sedikit. Begitupun dengan Axel yang hanya bersalaman kepada Adzriel, Zahra dan Aksa, tapi tidak dengan Balqis.
Aulia sendiri juga bersalaman dengan mereka kecuali Aksa, sama seperti apa yang di lakukan oleh Axel, hanya bedanya jika Axel yang mencium tangan mereka, kalau yang ini merekalah yang mencium tangan Aulia karena Aulia lebih tua dari mereka.
"Tante, ada apa nih tumben ke rumah?" tanya Axel yang langsugn to the point.
"Gak papa sayang, tante cuma kangen aja sama kalian. Karena sudah beberapa hari ini gak main ke rumah." Jawaab Balqis tersenyum.
"Maaf ya tante, soalnya aku ada urusan jadi gak sempat bermain ke rumah tante. Oh ya tante, aku punya mainan baru. Yuk main ke kamarku." Ucap Alexa.
"Zahra, bolehkah aku main ke kamar putrimu?" tanya Balqis, karena gak sopan rasanya jika langsung nyelonong pergi tanpa izin dulu sama pemilik rumah.
__ADS_1
"Iya boleh." Jawab Zahra tersenyum dan setelah itu, Balqispun berjalan ke kamar Alexa bersama Axel. Axel juga pamit mau menemani Alexa bermain di kamarnya bersama Balqis dan mereka semuapun mengizinkan. Dan di ruang tamu tinggal Adzriel, Zahra, Aksa dan juga Aulia. Sedangkan di kamar Alexa, ada Alexa, Balqis dan juga Axel.
"Sayang, bagaimana? Apakah kalian sudah ada kabar dari wanita itu?" tanya Balqis saat mereka sudah ada di kamar Alexa. Alexa juga mengunci kamarnya dari dalam agar tak ada orang yang masuk sembarangan ataupun mendengarkan pembicaraan mereka.
"Sudah tante, Tante Inez tinggal di Surabaya. Dia mengontrak di sana, aku juga sempat mempunyai nomernya. Bahkan tadi malam, aku mencoba untuk mengancamnya lagi agar tidak mengganggu rumah tangga tante. Hanya saja tadi pagi pas aku baru selesai sholat shubuh, aku buka hp lagi. Tapi Tante Inez sudah mengganti nomernya lagi. Tapi tenang aja, tadi aku ikut omma ke Bandung, dan aku melihat Tante Inez ada di sana, aku juga sudah tau rumahnya hanya saja aku belum tau nomer hpnya sehingga aku kesulitan buat melacaknya tapi nanti hari minggu, omma mau ngajak kami kembeli ke resto jadi aku bisa ke sana dan memantau aktivitas tante Inez. Apakah tante Inez sampai sekarang masih mengganggu tante?" tanya Axel.
"Sejak tadi malam sampai sekarang sudah gak lagi sayang tapi kemaren pagi masih sempat mengirim tante pesan dan mengirim foto lagi." Ujar Balqis.
"Tante jangan hiraukan, kalau perlu blok aja nomernya. Tante fokus aja ke bayi yang kini ada di perut tante. Dan aku harap sikap tante ke om gak berubah. Bagaimanapun, kini om Aksa sudah berubah dan sudah menyayangi dan mencintai tante. Jadi jangan karena seorang pelakor, rumah tangga tante jadi berantakan." Ucap Axel menasehati.
"Apa yang di katakan Kak Axel itu benar tante. Tante jangan mikir yang berat berat, biat aku aja yang mencari jalan keluarganya bersama Alexa." Ujar Axel.
"Baiklah, tante percaya sama kalian. Oh ya tante sudah mentrasfer uang ke kaliain lima jutaan." Ucap Balqis.
"Gak papa, hitung hitung itu semua sebagai upah karena kalian sudah mau menolong tante."
"Tapi tante, kami ikhlas membantu tante." Ucap Axel.
"Dan tante pun ikhlas dengan uang itu. Iya sudah, tante kaluar dulu ya. Oh ya tante malam ini akan menginap di rumah ini. Tapi besok pagi, tante dan om harus pulang ke rumah."
"Oke tante, semoga tante betah di rumah kami."
__ADS_1
"Aamiin."
Setelah kepergian Balqis dari kamar Alexa, Balqis pun segera menuju ruang tamu dan bergabung sama mereka. Sedangkan Axel dan Alexa sangat bahagia karena mereka mendapatkan uang lagi sehingga rekeningnya tak lagi kosong mlompong.
__ADS_1