
setelah merapihkan kan baju nya, yg sedikit berantak kan, bagas pun menuju ke luar, untuk membuka kan pintu.
cklek
setelah pintu terbuka, ternyata sang anak sudah berdiri di depan pintu, dengan wajah cemberut.
" kenapa, anak papah ini, ko malah cemberut gitu sih.. ?? " ( bagas ) ia menangkup pipi sang anak, ia sangat gemas melihat nya.
" papah ko lama sih buka pintu nya, sampai tangan aku sakit. ?? " ( kesya) sambil menunjuk kan tangan nya, yg sedikit memerah.
" maaf sayang, papah ke tiduran, mamah lagi di kamar mandi, jadi engga ke denger. ?? " ( bagas) sedikit mencubit, pipi gembul sang anak.
tanpa berkata kata, kesya pun masuk ke dalam, bagas hanya menggeleng kan kepala nya, saat melihat tingkah sang anak.
Kayla pun langsung menuju kasur, ia merebahkan kan tubuh nya, dan memeluk sang adik.
bagas pun duduk di sisi ranjang ia memperhatikan ke dua anak nya.
tak berselang lama Kayla pun ke luar dari kamar mandi, hanya mengena kan handuk.
" loh, ada anak mamah toh.. ?? " ( Kayla ) sambil berjalan ke arah lemari, untuk mengambil baju nya, sedang kan bagas tidak mengedip kan tatapan nya, dari sang istri,mendadak tenggorokan nya kering, karena melihat tubuh sang istri, yg mulut, tiba tiba hasrat nya datang kembali, setelah yg tadi ia pendam, kali ini malah melihat tubuh molek sang istri , yg mengembalikan hasrat nya.
" ahh. ?? " ( bagas) sedikit berteriak.
otomatis Kayla dan kesya, menoleh ke arah bagas.
" ada apa pah. ?? " ( Kesya)
" ada apa mas.. ?? " ( Kayla)
bagas pun, menggaruk tengkuk nya, yg tidak gatal karena malu ketahuan oleh sang istri, dan sang anak.
" papah engga apa apa.. ?? " ( bagas )sedikit gugup.
Kayla dan kesya pun mengedik kan bahu nya, Kayla melanjut aktivitas nya, ia membawa baju ke dalam kamar mandi, ia tidak mungkin untuk memakai baju di depan kesya.
tidak menunggu lama, Kayla pun ke luar, dengan memakai baju lengkap.
" mas, bebersih dulu, mumpung masih siang. ?? " ( Kayla)
" iya.. ?? " ( bagas) dengan berjalan gontai
Kayla pun menatap sang anak.
__ADS_1
" kamu juga mandi nak, mau mamah mandiin. ?? " ( Kayla)
" engga, aku mau minta nene untuk mandiin aku.. ?? " ( kesya)
Kayla pun hanya mengangguk kan kepala nya saja, dan kesya pun ke luar.
di saat ia sedang duduk, handphone bagas berbunyi, tapi Kayla tidak mau mengangkat nya, karena itu privasi suami nya, tapi handphone nya bagas, terus terus berdering, akhir nya mau tidak mau mengangkat telpon nya, karena takut penting.
" hallo tuan... ?? " ( dita)
" maaf, yg bersangkutan lagi ada di kamar mandi, kalau ada yg mau di sampai kan, tinggal bilang ke saya, nanti saya sampai kan mas bagas. " ( kesya )
dita terdiam, ia bingung siapa wanita ini, kenapa wanita ini,berani berani nya mengangkat telpon.
" hallo nona, apa anda masih di sana. ?? " ( Kayla)
dita pun, tersadar dari lamunan nya .
" ah iya maaf, tolong bilang ngin ke tuan bagas, kalau nona jelita demam, kita bingung harus bagaimana, karena di sini engga ada obat penurun panas, dan mau ke klinik pun saya engga tau, karena kita kan, di sini baru, jadi bekum tau tempat. " ( dita)
cklek
keluar lah bagas, yg baru selesai mandi, ia melihat sang istri yg sedang menerima telpon .
lagi lagi dita terdiam, ia kembali melamun, siapa yg sedang bersama bagas.
" ini mas, mungkin pengasuh nya jelita, kata nya nya jelita demam.. ?? " ( Kayla) .
bagas pun mengambil handphone nya .
" hallo dit. ?? " ( bagas) .
" hal.. hallo tuan.. ?? " ( dita) sedikit gugup.
" ada apa dit, kamu menghubungi saya. ?? " ( bagas)
" begini tuan, saya menghubungi tuan, karena nona jelita lagi demam, saya bingung harus bagaimana, karena di sini tidak ada penurun panas, dan kalau kita mau klinik, saya engga tau karena kita kan di sini baru tuan. ?? " ( dita)
" nanti saya akan menghubungi dokter, dia akan ke villa.. ?? " ( bagas)
" baik kalau begitu tuan.. ?? " ( dita) .
" iya udah, kalau begitu saya tutup. " ( bagas) ia memati kan sambungan telpon nya, dita hanya menghela napas nya , ia masih penasaran siapa wanita itu, lagi lagi bagas menyebut wanita itu dengan sebutan sayang.
__ADS_1
lamunan dita buyar, tak kalah bibi memegang bahu dita.
" dit. ?? " ( bibi) .
" ah, iya bi.. ?? " ( dita) ia tersentak, karena ia kaget.
" kamu kenapa malah melamun..?? " ( bibi) .
dita hanya menggeleng kan kepala nya, ia bingung kalau mengata kan ke gundahan nya, jadi ia lebih memilih untuk bungkam.
" gimana kata tuan.. ?? " ( bibi) .
" nanti, tuan akan menghubungi dokter , dan menyuruh nya ke sini. " ( dita)
"oh gitu ya,syukur kalau tuan akan menghubungi dokter.. ?? " ( bibi) sambil menatap dita, ia mengkerut kan kening nya, karena semenjak menelpon bagas, dita jadi banyak melamun.
" dit, kamu kenapa.. ?? " ( bibi)
" aku engga apa apa bi, aku cuman khawatir aja sama nina jelita.. ?? " ( dita ) ia mencari alasan, padahal ia masih memikir kan, siapa cewe yg menerima tlpn, dari nya.
apalagi bagas, memanggil nya sm dengan sebutan sayang, apa itu istri nya, atau pacar nya, berarti kesempatan untuk mendapat bagas, tidak ada, tapi ia berusaha meyakin kan diri nya, kalau cewe itu bukan siapa siapa nya bagas, ia harus lebih berjuang, untuk mendapat kan bagas, karena penghalang sudah tidak ada, ia pun mempunyai ide, untuk mendapat kan hati mamah bagas nya, dengan begitu ia mudah untuk masuk ke keluarga bagas, dan menjadi nona bagas.
dita tersenyum, membayang kan kalau ia menjadi istri bagas, lagi lagi bibi mengkerut kan kening nya, karena ia melihat sekarang dita, malah senyum senyum sendiri, membuat bibi bergidik ngeri, apa jangan jangan benar kalau dita lagi kesambet, tadi ia banyak melamun, sekarang ia senyum senyum sendiri.
" dit, istigfar. ?? " ( bibi) ia menatap dita.
kini dita yg mengkerut kan kening nya, karena ia bingung dengan ucapan bibi.
" maksud bibi apa, kenapa bicara seperti itu.. ?? " ( dita)
" bibi, melihat barusan kamu senyum senyum sendiri, padahal kamu tadi banyak ngelamun, bibi takut kamu kesambet dit, makan nya bibi bilang untuk istigfar.. ?? " ( bibi)
" iya allah bi, kirain aku ke surupan, aku baik baik aja ko.. ?? " ( dita)
" bagus kalau kamu sadar, oh iya dit kamu ngelamunin apa , terus yg buat kamu tersenyum itu apa, bibi kepo.. ?? " ( bibi) sambil menatap penuh tanya.
dita pun menghela napas nya, karena ia tidak mungkin bilang jujur sama bibi.
" tuh, kan kamu malah melamun lagi.. ?? " ( bibi)
" aku engga melamun bi, aku baik baik saja, bibi percaya kan sama aku.. ?? " ( dita) ia berusaha meyakin kan, ucapan nya.
bibi pun mengangguk, sebagai jawaban kalau ia mengerti, bibi langsung ke dapur untuk memasak, sedang kan dita ia menuju kamar, untuk mengecek suhu tubuh dari jelita.
__ADS_1