Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Kecewa


__ADS_3

Ucapan Lisa bak petir disiang bolong menyambar telinga Ariani. rasa sakit dan kelu dihatinya, Ariani menangis meremas ponselnya. ia terduduk, jika yang dikatakan Lisa benar ia sangat kecewa dan terluka karena Bram. Bibi Nam mengetuk pintu. ia langsung masuk karena tak ada jawaban hanya terdengar isak tangis Ariani dari dalam kamar. bibi Nam melihat Ariani duduk di lantai memegang ponsel dan wajahnya terlihat sedih.


"Nona tenanglah, pasti nona Lisa sudah menelpon mu juga",.


wanita itu membuat geger seisi rumah. ia mengabarkan pada mama dan Petra juga bahwa dia hamil anak Bram. Ariani memandang bibi Nam. ia memeluk bibi Nam dan menangis di bahu wanita paruh baya itu.


"Ku kira semua mulai membaik bi", kata Ariani lirih. Bibi Nam hanya mengangguk membiarkan Ariani melampiaskan kekecewaannya.


"Aku selalu menurutinya bi, kukira ia akan melupakan Lisa,melupakan masalalu nya", Ariani kembali terisak. bibi Nam sebenarnya tidak percaya kalau tuan nya yang melakukan itu. karena ia tau betul siapa Bram. dari kecil bini Nam yang mengasuh ketiga anak lelaki di rumah itu.


***


"Sial!!!", Bram melempar file yang ia pegang hinga jatuh berantakan di lantai. Hyuk terdiam berfikir apa yang harus ia lakukan agar semua kembali normal.


"Wanita itu licik sekali Hyuk!", kata Bram masih emosi dan meninju tembok dengan kepalan tangannya. tangannya terlihat memerah.


"Cari tau siapa ayah bayi yang akan dilahirkan Lisa, secepatnya aku ingin tau sebelum ....",


sebelum gadis itu marah dan pergi dari sisiku. Ariani aku tidak melakukan hal seburuk itu.


"Apa Ariani sudah tau?",

__ADS_1


"Sudah tuan, nona Lisa menelpon ke rumah utama",


"Kita pulang sekarang",


"Baik tuan",


di sepanjang perjalanan pulang Bram sangat tidak tenang. ia memikirkan reaksi Ariani ketika tau berita ini. bahkan media juga tau. Lisa mengadakan konferensi pers untuk menguatkan tuduhannya pada Bram.


mobil berhenti di halaman utama. Hyuk baru jalan memutar mau membuka pintu mobil tapi Bram sudah keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah. ia menuju kamar mendapati gadis itu terduduk di lantai di temani bibi Nam. Bram mematung memandang kekasih hatinya yang kini sedang terluka. bibi Nam berjalan pergi kembali ke dapur. Bram melangkah mendekat pada Ariani. ia menyentuh dagu Ariani lembut, memandang lekat bola mata gadis itu, nampak kekecewaan dan kesedihah disana. Bram mengutuki dirinya. akibat kebodohannya ia menanggung semua ini sekarang.


"Sayang....", Bram menyebut halus panggilan itu pada Ariani. ia memegang kedua telapak tangan Ariani dan menggenggamnya erat.


"Percayalah pada ku, aku tak berbuat hal memalukan itu. aku hanya melakukannya dengan mu seorang",


***


Ariani terbangun dari tidurnya. Bram duduk memandanginya. wajah Bram juga terlihat lelah dan kusut tak seperti biasanya.


"Izinkan aku pulang", hanya kata itu yang terucap dari bibir Ariani.


"Kau mau kemana? ini rumah mu kan?",

__ADS_1


"Aku ingin pulang, aku rindu keluarga ku", suara Ariani bergetar. air mata kembali meleleh di pipinya. Bram terluka melihat gadis di hadapannya bertingkah seperti itu.


"Apa aku bukan keluarga mu?",


Ariani menangis tersedu di dada Bram. Bram memeluknya erat. ia sadar kali ini mungkin ia bisa kehilangan gadis itu.


"Itu hanya jebakan, percayalah padaku Ariani", Bram memohon. matanya penuh kejujuran. Ariani bingung. ia harus percaya atau tidak. karena pada kenyataannya pernikahan mereka tidak di landasi cinta.


"Baiklah, ku izinkan kau pulang tapi ku mohon kembalilah pada ku. akan kubuktikan jika ini memang hanya permainan Lisa",


***


Di ruang tamu mama dan Petra menunggu Bram. mama sepertinya tidak terkejut dengan ulah Lisa yang mengaku hamil. ia malah terlihat memaksa Bram untuk bertanggung jawab jika memang itu anak Bram.


"Lagi pula Ariani belum hamil jadi kau bisa berpisah darinya"


"Jangan begitu ma", Petra membela kakaknya.


"Kita semua tau siapa Lisa dan kehidupan glamor nya sebagai artis. bisa saja itu anak orang lain dan dia mengaku itu anak kakak",


"Akan kubuktikan pada semua terutama pada istriku jika aku tidak melakukan hal buruk itu pada Lisa atau siapapun!!",

__ADS_1


Bram berjalan pergi menuju mobil. Hyuk sudah menunggu di sana.


__ADS_2