
Jam 7 pagi, hp Balqis berbunyi. Dengan mata tertutup, ia meraba raba mencari hpnya yang ada di sampingnya. Ia pun segera mengangkat Hp nya yang dari tadi gak berhenti berbunyi.
"Assalamu'alaikum." Ujar Balqis dengan suara seraknya karena habis menangis semalaman.
"Waalaikum salam. Nak kamu kenapa? Kog suaranya aneh gitu. Kamu habis nangis ya?" tanya Dedi panik
"Gak kog pa, mungkin karena aku baru bangun tidur." Jawab Balqis berbohong.
"Oh. Oh ya papa ingin bertemu denganmu, kamu gak sibukkan?" tanya Dedi.
"Enggak pa, papa mau ketemu aku di mana?" tanya Balqis.
"Di bawah aja sayang sekalian kita sarapan pagi bareng." Jawab Dedi.
"Baiklah, aku akan bersiap siap." Ujar Balqis sambil sedikit sedikit membuka matanya.
"Oke, papa tunggu di bawah ya. Assalamu'alaikum." Ucap Dedi.
"Waalaikumsalam." Jawab Balqis sambil mematikan hp nya.
Dan setelah itu, Balqis pun segera bangkit dari tidurnya dan segera pergi menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi, ia pun segera memakai baju dan pergi menuju ke lantai bawah karena papa dan kedua mertuanya juga menginap di hotel yang sama dengannya hanya beda lantai aja. Jika dirinya di lantai 7 maka papanya ada di lantai 4 sedangkan kedua mertuanya ada di lantai 2. Dan sekarang papanya mengajaknya untuk bertemu di lantai dasar. Di lantai dasar itu ada sebuah kaffe yang di buat khusus pengunjung hotel.
Baliqs pun segera turun ke bawah menggunakan lift. Dan setelah berada di lantai dasar, ia pun bertemu dengan papanya.
"Nak, matamu kenapa?" tanya Dedi kaget melihat putriinya seperti panda.
__ADS_1
"Emang kenapa dengan mataku pa?" tanya balik Balqis.
"Kamu seperti habis nangis nak." Jawab Dedi
"Ah papa ada ada aja, mana mungkin aku nangis di malam pertamaku pa." Ujar Balqis tersenyum.
"Iya sudah ayo ikut papa, Papa Ezra dan Mama Ayu sudah menunggu kita." Ucap Dedi sambil menggandeng tangan putrinya menuju kaffe.
"Nah tu mereka." Ujar Dedi sambil menunjuk salah ke arah Ezra dan juga Ayu Andana.
Dedi dan Balqis pun menghampiri Ezra dan juga Ayu yang sudah menunggu kedatangan dirinya.
"Assalamu'alaikum ma, pa. Maaf aku terlambat soalnya aku baru bangun." Ucap Balqis sambil menyalami kedua mertuanya itu.
"Aksa mana nak?" tanya Ayu.
"Anu ma, itu Mas Aksa keluar ma, katanya ada kepentingan yang gak bisa di tunda." Jawab Balqis gugup.
"Anu pa.." Balqis bingung mau jawab apa. Haruskah dirinya jujur atau ia harus berbohong demi menyelamatkan suaminya dari amukan papa mertuanya itu. Duh, aku harus jawab apa nih. Masa iya aku mau boong terus.
"Jawab nak, papa gak akan marah." Ujar Ezra.
"Tadi malam pa." Jawab Balqis menunduk.
"Jam berapa?" tanya Ayu Andana dingin.
"Saat aku dan Mas Aksa baru masuk ke kamar ma. Tiba tiba Mas Aksa dapat sms dan dia langsung pergi gitu aja." Jawab Balqis. "Maafkan aku mas, aku harus jujur. Soalnya aku takut menatap wajah Papa Ezra dan Mama ayu. Rasanya wajahnya menakutkan." Ucap Balqis dalam hati.
"Pasti wanita itu lagi." Ujar Ezra geram.
__ADS_1
"Apakah wanita itu kekasih Aksa?" tanya Dedi.
"Iya dan aku tak pernah menyetuji hubungan mereka." Jawab Ezra.
"Kenapa pa? Apakah karena dia orang miskin?" tanya Balqis.
"Bukan. Papa gak pernah mempermasalahkan status sosial nak, semua manusia itu sama di mata tuhan baik yang kaya maupun yang miskin." Jawab Ezra.
"Lalu kenapa papa gak merestui hubungan mereka?" tanya Balqis.
"Karena dia bukan wanita baik baik nak. Dia berpacaran sama Aksa hanya karena butuh uang nya aja. Selama hampir 7 tahun terakhi ini, Aksa lah yang membiayai wanita itu. Dia bukan wanita yang terhormat karenan papa sudah beberapa kali melihat dia gonta ganti laki laki." Jawab Ezra jujur.
"Astaugfirullah. Terus kenapa papa gak ngasih tau kebenarannya?" tanya Balqis kaget.
"Dia perempuan licik nak dan Aksa tak mungkin percaya dengan omongan papa. Papa selama ini keras itu semua demi kebaikan Aksa sendiri. Bukan karena papa egois tapi papa melakukan itu karena papa gak mau dia selalul di peras dan di jatikan ATM berjalan oleh kekasihnya itu." Ujar Ezra.
"Terus kita harus bagaimana sekarang?" tanya Dedi.
"Kita harus bertemu dengan wanita licik itu dan memperingatinya jika tidak jera, kita bisa buat Aksa membenci dia untuk selamanya." Jawab Ayu.
Dedi dan Balqis pun hanya bisa pasrah karena ia tau, mama dan papa mertuanya akan melakukan apapun demi kebagiaan putranya itu.
__ADS_1