
Hyuk di beri kesempatan bulan madu oleh Bram selama satu minggu. Bram kasihan pada Natasya biar bagaimana wanita pasti mendambakan bulan madu di awal pernikahannya kalau dengan Hyuk Bram tidak peduli. Hyuk tidak butuh bulan madu karena pekerjaannya yang menumpuk, ia tidak akan sempat memikirkan itu kalau bukan Bram yang memberikan ide. Bram pun tidak akan kepikiran kalau bukan Ariani yang membujuknya memberi waktu pada Hyuk. dunia Bram dan Hyuk adalah bekerja, bagi mereka tanpa bekerja orang tidak akan bisa menikmati kemewahan dan tidak akan bisa menikmati cita-cita. dengan bekerja orang bisa belajar memberikan yang terbaik dan mendapat apresiasi dari apa yang sudah di kerjakan.
Hyuk pulang lebih awal ia mencari Natasya di kamarnya tapi tidak nampak. di halaman belakang juga tidak ada. di dapur hanya ada Mila.
"Mil nona kemana?".
"Tadi selesai dari toko buku nona pergi belanja tuan".
"Apa belanja lagi?!!". Sungguh boros wanita ini. pikir Hyuk jengkel. Hyuk melacak keberadaan Natasya dari ponselnya. rupanya Natasya sedang berada di pusat perbelanjaan khusus baju pria. Hyuk mengerutkan keningnya.
Untuk apa dia ada disana. apa mungkin ia mengidam baju pria?, di lemari ku juga banyak. untuk apa repot beli yang baru.
__ADS_1
Hyuk semakin tidak mengerti gaya hidup istrinya yang lumayan boros. sepertinya ia harus mengajarkan sesuatu yang lebih bermanfaat pada Natasya agar tidak menghamburkan uangnya untuk yang tidak penting. Hyuk bergegas menyusul Natasya di pusat perbelanjaan Xx. Hyuk memantau ponselnya memastikan keberadaan Natasya di sana. rupanya ia sedang kelelahan dan duduk di sebuah gerai minuman. Natasya menikmati semangkuk es krim coklat. Hyuk memandangnya gemas. ia tidak tahu apa ibu hamil boleh memakan makanan seperti itu. nanti ia akan menemani Natasya jika periksa ke dokter.
Natasya menyadari keberadaan Hyuk disana. ia berdiri dari duduknya dan memeluk Hyuk sebagai sapaan. ia benar-benar ingin menikmati seutuhnya menjadi seorang istri. terserah Hyuk mencintainya atau tidak. itu tidak penting bagi Natasya sekarang. yang penting ia tulus dan sayang pada lelaki dingin itu.
"Kau borong belanjaan lagi?". Tanya Hyuk melihat kantung belanjaan bermerk yang berjajar di atas meja di samping Natasya.
"Aku membelikan sesuatu untuk mu". Kata Natasya girang sembari menghabiskan es krimnya. Hyuk meraih kantung belanjaan Natasya tanpa bicara. itu artinya ia mengajak Natasya pulang seketika itu juga. Natasya yang sudah mulai mengerti dengan isyarat Hyuk pun menurut. ia mengikuti langkah Hyuk. Hyuk memelankan jalannya agar Natasya tidak kelelahan karena itu bisa berbahaya untuk anaknya di kandungan. (So sweetttt deh).
sesampainya di rumah Mila segera membereskan kantung belanjaan milik Natasya. ia membawanya ke kamar Hyuk karena semua banjaan itu untuk Hyuk.
"Apa ini?". Tanya Natasya. ia tahu itu tiket penerbangan menuju Bali. matanya berbinar pura-pura meminta penjelasan dari Hyuk meski ia sudah tahu pasti ia akan diajak berlibur dengan tiket itu.
__ADS_1
"Itu hadiah dari tuan Bram. katanya kita...maksudku kau butuh berlibur". Hyuk gengsi dan geli menyebut kata bulan madu.
"Apa maksudmu ini bulan madu?". Natasya mengangkat kedua alisnya menggoda Hyuk.
"Terserah apa yang kau pikirkan. yang jelas disana kita juga akan tidur di kamar terpisah seperti di rumah".
"Baiklah. tapi kita bulan madu kan?". Mau tidur bersama atau tidak yang penting bagi Natasya ia bisa pergi bersama Hyuk dan menikmati keindahan dengan lelaki itu. tak perlu membayangkan tidur satu ranjang, bisa menatap wajah Hyuk dengan puas saja Natasya sudah senang.
***
Ariani merengek pada Bram. suaminya memberi kesempatan liburan pada Hyuk tapi mereka sendiri tidak pergi kemana-mana. Bram mulai pusing dengan ocehan istrinya. akhirnya ia memutuskan akan pergi liburan setelah Hyuk kembali. salah satu diantara mereka harus tinggal untuk mengurus perusahaan.
__ADS_1
"Kita akan pergi tunggu Hyuk kembali".
"Baiklah aku sepakat sayang". Ariani memeluk Bram dan mencium dadanya. apa daya ia tak sampai mau mencium bibir suaminya. akhirnya Bram menunduk dan mengecup gemas seisi wajah Ariani.