
"Baiklah aku akan bercerita lagi dari awal, walau sebenarnya aku pernah cerita masalah ini kepada tante, tapi tidak seluruhnya dan hanya sebagian saja." Ujar Axel, ia mengambil nafas dan menghembuskannya secara perlahan.
"Dan sebelumnya aku minta maaf jika apa yang aku lakukan ini tidak berkenan di hati om." Ucap Axel, berat rasanya membahas masalah ini lagi dari awal tapi walau bagaimanapun Aksa juga harus tau apa yang terjadi.
"Saat Alexa tau bahwa tetangga baru itu adalah mantannya om dan orang yang akan mengganggu rumah tangga om, Alexa langsung nelvon aku. Dan sejak saat itu aku memutuskan untuk menginap di rumah om dan tante, agar kami bisa melindungi om dan tante."
"Saat sore hari, di mana om baru pulang kerja. Tante Inez datang dan membawakan makanan beserta lauk pauknya. Aku tau dia datang hanya untuk mencari perhatianya om, tapi dengan datangnya dia akan membuat hati tante Balqis menjadi terluka dan aku gak mau jika itu sampai terjadi. Aku dan Alexa akhirnya memutuskan untuk memberikan sedikit pembelajaran yaitu dengan memberikan soklin lantai dan menungkannya sedikit air hingga lantai itu menjadi licin. Dan saat aku membuka pintu, tante inez langsung masuk gitu aja tanpa ucap salam hingga ia gak sadar bahwa lantai itu licin dan langsung jatuh gitu aja. Aku merasa puas dan berharap dia gak datang lagi."
__ADS_1
"Namun nyatanya, di pagi hari saat om baru mau berangkat kerja. Dia masih berani datang dengan membawa nasi besert lauk pauk. Lagi lagi aku iseng dengan mendorong Alexa hingga tubuhnya menubruk tubuh tante Inez yang membuat nasi dan lauk pauk yang ia bawa jatuh untuk yang kedua kalinya. Dan setelah kepergian om waktu itu, aku mendengar sendiri kalau tante Inez itu ingin berniat jahat kepada tante Balqis dan itu membuat aku dan Alexa semakin gak menyukai dia."
"Tengah malam, Alexa membangunkanku dan mengatakan bahwa ada penyusup. Kami pun melihatnya dari jendela dan ternyata itu adalah tante Inez yang sedang berusaha untuk masuk lewat jendela. Aku dan Alexapun memutuskan mengerjai dia. Alexa berdandan layaknya pocong sedangkan aku yang bikin asap buatan secara dadakan dan juga sedikit menyembunyikan audio yang sedikit horor. Hingga membuat tante Balqis itu ketakutan dan berteriak. Dan membuat seisi rumah jadi terbangun. Mungkin om masih ingat waktu om, tante dan bibi bangu tengah malam karena teriakan seseorang dan hanya melihat aku yang bermain hp di luar rumah. Padahal itu adalah kerjaanku dan Alexa untuk mengerjai dan menakut nakuti tante Inez."
"Keesokan harinya, pas malam hari. Dia datang lagi dengan alasan dia takut dan ingin bermalam di rumah om dan tante padahal tujuan sebenarnya adalah dia ingin mencelakai tante Balqis agar om bisa kembali lagi pada tante Inez. Aku yang tau tujuannya sengaja mengunci dia di gudang hingga akhirnya dia jatuh pingsan karena ketakutan. Setelah itu aku meminta tolong ke bibi untuk memindahkannya ke kamar."
"Dan pagi harinya saat Inez sarapan bersama kita, akulah yang sengaja menaruh cicak itu di piring tante Inez. Maksudku biar tante Inez itu kapok dan gak bikin ulah lagi. Tapi nyatanya dia gak pernah ada jeranya sama sekali. Dia melakukan segala cara untuk menyingkirkan tante Balqis. Siang hari saat kami duduk di luar, tante Inez datang membawa makanan katanya untuk ibu hamil padahal aku tau makanan itu telah di beri racun. Aku menyuruh tante Inez untuk makan makanan itu sebelum di berikan kepada tante Balqis, tapi dia gak mau dan malah memilih untuk pergi. Untunglah dia bertemu aku dan Alexa, entah apa yang terjadi jika dia bertemu langsung dengan tante Balqis dan tante Balqis, memakan pemberian dari tante Inez. Aku gak bisa membayangkan jika itu terjadi. Untuk itulah, aku dan Alexa berusaha untuk terus berada di rumah tante dan om waktu liburan karena ingin melindungi tante dari wanita gila itu."
"Malam hari, dia masih berani datang dan ingin menginap. Dan kali ini diia mempunyai cara untuk mencelakai Balqis lagi, tapi aku dan Alexa tak akan membiarkan itu terjadi. Aku sengaja menyuruh Alexa untuk membuat bubur dan memberikannya kepada tante Inez, dan bubur itu sudah di kasih obat pencahaar agar tante itu sakit perut dan bolak balek ke kamar mandi. Dan saat ia ada di kamar mandi, aku memanggil pawang ular untuk menaruh ular itu di kamar tante Inez, aku sengaja melakukan semua itu untuk menggagalkan rencana tante Inez yang ingin mencelakai tante Balqis. Aku juga menghapus dan mengedit vidionya agar rencana kami gak diketahui oleh siapapun."
__ADS_1
"Dan beberapa hari kemudian, aku bertemu tante Inez di hotel aby. Dia membawa laki laki masuk ke kamarnya. Aku pun segera meminjam memori aby dan meminta tolong kepada salah satu karyawan di sana untuk menaruh kamera kecill itu di kamar tante Inez. Sedangkan aku dan Alexa berada di kamar satunya yang kebetulan kosong, dari situ aku tau kalau tante Inez itu adalah wanita panggilan. Selama di Indonesia, dia sudah melayani beberapa laki laki dengan bayaran sekali kencan itu bisa di atas 100 juta."
"Dan saat aku di sekolah, aku memantau hpku yang terhubung dengan kamera kecil yang aku sembunyikan di semua ruangan di rumah om dan tante termasuk di depan rumah, samping rumah juga belakang rumah. Dan saat aku lihat itulah, aku melihat tante Inez menuang minyak di depan pintu. Aku takut jika tante Balqis keluar, ia bisa jatuh. Aku mencoba menghubungi tante Balqis dan juga menelvon rumahnya namun gak ada yang mengangkatnya. Untunglah aku nelvon om Aksa langsung di angkat dan terhubung sehingga kejadian yang gak enakkan bisa di atasi."
"Aku yang terlanjur kesal akhirnya mulai meneror tante Inez berharap tante Inez pergi dari rumah itu, aku merasa tante Balqis gak aman tinggal di rumah itu selama tante Inez masih ada di sana. Aku memberikan hadiah yang aku taruh di depan rumahnya, hadiah itu berisi foto dan vidio porno yang aku dapat saat di hotel aby. Aku berharap tante INez itu menyerah dan tak lagi mengganggu tante Balqis dan keluarganya." Axel berhenti sejennak sebelum meneruskan ceritanya yang masih belum juga selesai. Sedangkan Alexa, Balqis dan juga Aksa menjadi pendengar setia karena Aksa dan Balqis benar benar penasaran dengan cerita yang di bawakan oleh Axel.
__ADS_1