Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
mencintai mu sudah ku lakukan seikhlas-ikhlaanya


__ADS_3

" Ini ambil ! , Mau sampai kapan kau melihat mereka " ucap lifah memberikan sepiring makanan


ian melihat nya kemudian menerima pemberian lifah ,


" Apa kau akan tetap berada di antara qayla dan raii ?! , Kau akan menggangu hubungan mereka ? . Meskipun bahagia qayla bersama raii . " Ujar lifah


Ian memiringkan senyum nya , " jangan meng-klaim ku seperti itu , aku memang sangat mencintai qayla bahkan itu berlaku sampai kapanpun . tapi aku ini juga manusia yang tak akan tega merusak kebahagiaan nya ( qayla ) " ucap Ian


" makanannya akan dingin jika tak segera di makan ! " seru Melda meletakkan minuman segar


Lalu mereka pun makan malam dengan raii yang sudah tampak lebih nyaman dengan Ian , bahkan mereka duduk sejajar samping-sampingan .


Qayla mengabadikan momen kebersamaannya dengan mengambil foto selca bersama ,


" kalian berdua bisakah tersenyum . Aku akan mengambil selca untuk kalian " seru qayla dengan raii dan Ian lalu memotret nya dan selca yang lainnya juga ,



Lalu sambil santai menikmati barbeque di sela-sela itu raii meminta ahyar untuk memainkan sebuah lagu dengan gitar yang ada di outdoor saat itu , awalnya ahyar menolak tapi ketika recehnya lifah terus meminta untuk memainkan nya agar meramaikan suasana . membuat Ahyar sedikit pusing mendengernya kemudian mengambil gitar dan mulai memainkan sebuah lagu lama yang biasa ia mainkan .



ya ahyar cukup mahir memainkan gitar bahkan sejak saat SMA pun ia sering berpartisipasi untuk kelas nya , Meskipun ia cukup tergolong orang yang bergaya selengean , bebas dan cuek tapi ia juga di bekali keterampilan di banyak bidang dan akademik yang menambah dirinya di Gandrungi kaum hawa bisa di bilang ia adalah ikonik di kelas jurusan nya .


Melda menatapnya samar , ia ingat betul lagu ini adalah lagu yang sama saat ahyar bawakan ketika perpisahan di sekolah . Sementara semua yang di sana begitu menikmati nya dengan lifah yang ikut bernyanyi menambah suasana ramai


Qayla beranjak dari duduknya sejenak keluar menghirup udara segar , di tatapan nya hamparan pantai dengan senyuman . ia bahagia dengan apa yang ia rasakan saat ini , Ia juga bersyukur dengan kehidupan nya saat ini dan juga cintanya raii ..


" Ahh melegakan . " ucap ian menyusul qayla di keluar


Qayla pun menoleh , " apanya ? "


" Kamu tersenyum . " Seru Ian menatap qayla


Qayla tersenyum ..


" hmm bahagia lah selalu , Jangan sampai sakit ku ini sia-sia .. " ucap Ian


" Ian , ma.. " gumam qayla


" Jangan meminta maaf , Alih-alih meminta maaf aku lebih senang kata-kata terimakasih karena itu cukup menghibur . Kau harus tahu kalau aku itu akan selalu ada untuk mu terlepas sebagai apa aku ini di hidup mu itu tidak penting , asal jangan jadi asing saja . soalnya aku benci itu " ujar Ian


Qayla melihat nya ,


" kalau begitu aku pamit pergi duluan ya , terimakasih untuk makan malam nya dan tolong sampaikan pada yang lain juga " seru Ian tersenyum menatap dalam qayla dan kemudian pergi ..


Selepas kepergian Ian , raii mencari keberadaan qayla tak bersama lifah dan juga Melda .


" Kamu sedang apa di sini sayang ? " Dengan suara lembut namun sedikit ngebass khas milik nya ,


" Aku sedang menikmati udara segar saja , dan ternyata hamparan pantai nya juga menyita waktu ku ingin berlama-lama melihat nya " seru qayla tersenyum


" Tidak baik angin malam apa lagi angin laut , meskipun di suguhkan pemandangan yang indah sekalipun " ujar raii memakaikan cardigan atasnya


" nanti kau kedinginan , " tolak qayla


" Selama kau di sisi ku , aku tak akan merasa kedinginan karena kau adalah penghangat ku "


Qayla tersenyum , " astaga , gombal .. " gumam qayla tersipu malu


Raii membalas senyum , " ah aku tidak melihat nya di mana dia ? " tanya raii

__ADS_1


" Ian ? , dia tadi pamit pergi duluan dan katanya terimakasih untuk makan malam nya "


" Ehm .. "


" Masuk yuk , aku akan membuatkan teh"


Lalu mereka pun masuk ,


Ahyar masih memainkan lagu yang ia nyanyikan , mungkin itu adalah ******* bait terakhir lagunya . Dengan Melda yang masih tetap duduk setia di bangkunya


Qayla sudah selesai membuat teh untuk semua ,


Tiba-tiba si heboh lifah berkoar , " Mell , ini ponsel mu berdering .. ouh Khalid , ia menelpon mu ! " Seru lifah sengaja ingin mengetahui respon ahyar


Melda menoleh tampak tak percaya dapat panggilan telepon dari Khalid , kemudian penerimaan nya dan menepi


Menjauh sebentar untuk menjawab panggilan telepon itu ..


Tepat pada saat ahyar selesai memetik senar melodi gitar nya . Ia mendengar dengan jelas apa yang di katakan lifah ada desiran tak karuan yang menyeruak memasuki relung nya kala mendengar itu dengan dinginnya ia meletakkan gitar itu lalu berdiri diam menatap hamparan pantai .


Qayla melihat ahyar yang tampaknya kali ini tak terlalu mahir mengendalikan diri nya ,


Dengan lifah yang menatapnya sinis ngedumel dengan sikap nya Ahyar yang masih ajah mengelak padahal ini sudah di ambang batas nya ..


Qayla menghampiri berdiri tak terlalu jauh di sampingnya , " teh " seru qayla memberikan secangkir teh


" Thanks . " Ucap ahyar menerima nya dan masih tak bergeming menatap hamparan pasir


" Kau , Kau mungkin mencoba diam dan tidak bergerak seperti sebuah gunung , sedangkan yang lain beraksi seperti angin ketika kasih sayang nya mulai membakar di dalam diri mu . Kalau kau membiarkan nya seperti itu sebelum kau memberitahukan perasaan mu , orang itu mungkin sudah pergi dan membuat mu menyesal kalau kau tidak memberitahukannya . " Ujar qayla yang membuat ahyar menoleh nya


" Eum , Bukankah menyatakan perasaan mu dengan jujur adalah cara yang paling sukses ? , katakanlah perasaan mu dengan jujur ! " Sambung qayla kemudian berlalu pergi .


Ahyar terdiam ..


" Cie yang makin intens saja pdkt nya , buat mengiri saja .. " ledek lifah memprovokasi


Melda tersenyum getir benar-benar lelah dengan lifah yang hiperaktif sedari tadi ,


" Oh ya raii , malam ini qayla akan tidur bersama aku dan Melda yah . " Spontan membuat raii memperbesar pupil matanya


" Oke ! , semalam ajah minjem qayla nya . Bye selamat malam .. " ucap lifah membawa Melda dan qayla ke kamar


Mau tak mau raii pun membiarkan nya , kemudian ia masuk kekamar di sebelah dengan ahyar . Malam semakin larut tapi ahyar memilih terduduk diam karena ia sama sekali tak mengantuk matanya enggan terpejam ,



" Lu belum tidur ? " Ucap raii


" Belum . " Jawab ahyar


" Diam lu itu gak akan mengubah apapun , justru akan memperburuk keadaan lu . Itu adalah awal dari penderita dan akhir dari penyesalan paling terdalam yang akan lu rasakan , jangan sampai menyesal ketika ia sudah berbalik pergi . Gua gak mau lu nyesel " ujar raii


Ahyar menatapnya dengan wajah dingin dan datarnya ..


" Gua duluan tidur ! " Ucap raii beranjak


***


Pagi pun tiba , kini mereka sedang sarapan dan setelah itu pak kepala Mension mengantarkan mereka berkeliling ke tempat-tempat yang indah di daerah pantai itu , seharian ini mereka habiskan untuk jalan-jalan menikmati pemandangan-pemandangan di pantai yang di pandu pak kepala .


Hingga menjelang pada sore hari mereka selesai dengan makan malam ,

__ADS_1


" Oh , astaga kita kehabisan minuman bersoda ya ? " Seru lifah


" Aku akan mengambil nya .. " ujar qayla


" Eh , biar aku ajah yang mengambilnya . Kalian di sini saja" Ucap lifah pergi


kemudian setelah itu Melda mendapat pesan dari Khalid , yang berisikan tentang tempat pertemuan kencan kedua nya . Sejenak ia menarik nafas panjang kemudian , Ia pamit undur diri lebih dulu .


ia berdiri di tepi pantai sembari di tatapnya hamparan luas bibir pantai . Di temani dengan suara deburan ombak yang menjelma menjadi musik favorit dengan durasi yang tak terbatas .


" Memikirkan tentang ku lagi ? " Ujar seseorang yang tiba-tiba saja datang lalu berdiri di sebelahnya ,


Pandangannya teralihkan dari senja yang akhirnya hilang berganti malam , lalu spontan menoleh ke arah sumber suara itu .


" Nggak capek menyukai ku selama 10 tahun ini tanpa rasa timbal balik ? " Tanya orang itu sekali lagi .


" kau terlalu ke GR an "


" Gimana kalau aku tak bisa membalas perasaan mu ? "


Ia menghembuskan nafas lalu mengganti pandangannya menatap lurus hamparan pantai , " mencintai mu sudah ku lakukan seikhlas-ikhlas nya , mencintai tak harus memiliki bukan ? . tentang kamu yang tak bisa membalas perasaan ku itu tak masalah karena sejak awal akulah yang nekat jatuh sendirian , Dan terhitung hari ini aku pastikan tentang mu adalah segala yang sengaja tidak ingin aku ingat sebab perasaan ku sudah sampai di titik mati , aku sudah berakhir pada kata selesai ! . Selebihnya ketika kita nantinya saling berpapasan anggaplah Kita sebagai orang asing yang tak pernah saling kenal dan tentang 10 tahun itu biarkan menjadi angin lalu , Mohon kerjasama ! " Seru Melda yang sedang berpura-pura padahal ia menahan nanar karena saat ini apa yang ia ucapkan berbanding terbalik , ia memilih pergi meski sakit nya sulit di terima tapi setidaknya ini hanya sekali di banding menetap lukanya tak akan pernah cukup satu .


Lagi-lagi ahyar merasa menyakitkan di hatinya mendengar pernyataan yang Melda katakan , bagai menelan pil pahit ribuan ..


" Mell , Meldaa... " Panggil qayla dengan raii tiba-tiba dengan nafas yang sedikit terengah-engah


" Ada apa qay ? " Tanya Melda


" Apa kau bertemu lifah ? , Apa kalian melihatnya ? "


" Engga , bukankah terakhir ia pergi untuk mengambil minuman qay "


" Lifah belum kembali Mel , aku dan raii juga sudah mencari nya tapi tidak menemui nya . ia bahkan tidak membawa ponselnya " seru qayla panik berjalan sambil melihat sekitar


" Astaga ! , " Ucap Melda juga panik lalu berlarian mengejar qayla untuk mencari nya juga


Mereka berempat pun terus berjalan mencari lifah , keadaan cukup lumayan kalut hingga cukup lumayan jauh lalu akhirnya sosok yang di cari terlihat . Lifah berjalan di temani ian dengan wajah sembab yang masih menggenang air mata di pipinya dan jas Ian yang melekat di bahunya dengan keadaan baju nya sedikit robek , kesedihan tak lagi dapat di gambarkan di raut wajahnya ..


" Lifahh , lif ada apa ? " seru qayla dan Melda masih dengan panik melihat lifah , sementara lifah sontak berhamburan memeluk dua sahabatnya itu . Ya air matanya pecah kembali


Qayla melirik Ian , ia begitu khawatir dengan lifah sembari seraya ingin mengetahui apa yang terjadi tapi ia memilih untuk membawa lifah ke Mension bersama Melda ..


Sesampainya di Mension , qayla dan Melda terkejut melihat Ahmad yang tengah berada di sana ,


" Lif , aku bisa jelaskan semuanya . Tolong dengar kan aku . kita bicarakan ini baik-baik " ucap Ahmad


" Aku tidak ingin bertemu dengan mu lagi ! Dan mendengar mu !! . " Ucap lifah yang masih dalam keadaan menangis


Bukan Ahmad kalau tidak nekat dan kasar hendak menarik paksa lifah dari qayla dan juga Melda , ia masih terus mencoba menghalangi lifah untuk masuk kedalam Mension


" Apa lu gak denger , kalau dia tidak ingin bicara dengan lu ! " Ucap Ian dingin menghentikan Ahmad


" Lu siapa ! , Jangan berani-berani nya ikut campur urusan gua ! " Seru Ahmad


" ah lu gak kenal gua ? , kalau gitu berati maen lu kurang jauh ! " ucap Ian menyombong dengan swag nya


Sejenak qayla menatap raii , Lalu qayla dan Melda pun membawa lifah masuk ke Mension untuk menenangkan lifah meskipun mereka berdua belum tahu apa yang terjadi ,


-


-

__ADS_1


-


... jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻...


__ADS_2