
Keesokan harinya, Axel dan Andi pun pergi pergi keluar kota menuju Villa dimana Angga berada. Mereka pun pergi menggunakan mobil Axel dan Axel jugalah yang menyetir. Dan jika Axel lelah, maka Andilah yang menyetir.
"Alamatnya dimana?" tanya Andi
"Di Villa B, nomer 115. Halamannya luas kayak sepak bola dan rumahnya itu sendiri, gak kumpul sama yang lain," jawab Axel.
"Oke,"
Setelah itu mereka pun mencari Villa B, nomer 115. Setelah ketemu, mereka langsung memarkirkan mobilnya. Lalu turun dari mobil, dan menuju Villa yang lumayan mewah.
"Assalamualaikum," ucap Andi
"Waalaikumsalam," ujar ibu ibu paruh baya.
"Maaf, mas-mas ini cari siapa ya?" tanyanya.
"Mas Anggapnya ada?" tanya Axel
"Oh den Angga, dia lagi pergi keluar tapi sebentar lagi juga pulang," jawab ibu-ibu paruh baya itu. Dan kemungkinan besar dia adalah ART (Asisten Rumah Tangga)
"Oh gitu. Iya sudah kami akan nunggu Angga di sini sampai dia pulang," ujar Andi tersenyum ramah.
"Nunggu di dalam aja mas. Biar nanti bibi buatkan minum juga," ujar sang bibi sambil membukakan pintu untuk Andi dan Axel.
Andi dan Axel pun masuk ke dalam Vila.
"Duduk mas," ujar bibi sedangkan Andi dan Axel hanya menjawab tersenyum sambil menganggukkan kepala. Lalu mereka pun duduk di sofa yang memang sudah di sediakan di ruang tamu.
Sofa yang memang di peruntukan untuk para tamu yang datang ke Vila.
__ADS_1
"Bibi ke dapur dulu ya," ujar bibi.
"Iya bi," ujar Andi dan Axel bersamaan.
Setelah itu, bibi pun pergi ke dapur sedangkan Andi dan Axel duduk santai sambil nunggu kedatangan Angga.
"Kira-kira lama gak ya Angga datangnya?" tanya Andi.
"InsyaAllah enggak," jawab Axel yang selalu berfikir positif.
"Semoga ini berhasil," ujar Andi.
"Aamiin. Semoga semuanya berjalan mulus sesuai yang kita inginkan," ucap Axel.
"Aamiin,"
Saat mereka ngobrol bibi datang membawakan minuman, "Silahkan di minum," ujar bibi setelah menaruh dua gelas jus di atas meja.
"Iya. Bibi permisi dulu ya," ucap bibi yang langsung pergi ke dapur menyelesaikan pekerjaannya.
Sedangkan Andi dan Axel sedang menikmati juz sambil ngobrol. Dan tak lama kemudian, Angga pun datang.
"Kalian siapa?" tanya Angga yang memang belum pernah ketemu Axel dan ia sedikit melupakan wajah Andi.
"Kamu gak kenal aku?" tanya Andi tersenyum ramah. Angga pun mencoba menginvatiny dan akhirnya ia teringat dengan foto yang di kirim Vita, foto dimana ia harus menabrak seseorang yang mau menyebrang jalan.
"Kamu ...?" ucap Angga menganga.
"Iya ini aku," jawab Andi tersenyum ramah karena memang kedatangannya ke sini bukan untuk cari masalah melainkan mau menyelesaikan masalah.
__ADS_1
"Mau apa kalian ke sini?" tanya Angga takut, iya dia takut jika dirinya masuk penjara.
"Duduk dulu, kami ke sini tidak ada niat buruk. Kami ke sini karena butuh bantuan kamu," ujar Axel mencoba mencairkan suasana.
"Maksudnya gimana?" tanya Angga sambil duduk di sofa depan mereka berdua.
"Gini ...," Axel menceritakan semuanya dari awal sampai akhir begitupun juga dengan Andi. Dia juga menceritakan semuanya perlakuan Vita selama ini termasuk hubungannya dengan Alexa.
"Aku gak tau Vita seburuk itu," ujar Angga karena setaunya Vita yang ia kenal gak seperti itu.
"Kamu bisa lihat rekaman ini bagaimana Vita memperlakukan aku selama ini," ujar Andi sambil memberikan bukti rekaman. Untunglah di rumah itu ada CCTV sehingga Andi bisa mengambil Vidio CCTV itu untuk di pindahkan ke Hp nya, tentu semua itu tak lepas dari bantuan Axel. Axel yang mengajarinya lewat chat yang ia kirim tadi malam.
"Astagfirullah... sekejam inilah wanita yang pernah aku sukai?" tanya Angga setelah liat Vidio yang di berikan Andi. Untunglah Angga sudah tak lagi mencintainya setelah Vita cacat. Dan sekarang ia sangat bersyukur tak menikahi wanita selidik dan sejahat itu.
"Iya seperti yang kamu lihat, di Vidio itu reel, nyata. Gak ada yang aku edit, aku mohon bantuannya agar aku bisa lepas dari Vita. Aku ini sudah punya tunangan dan aku sampai rela memutuskan pertunangan aku karena Vita. Aku mohon bantu aku," pinta Andi.
"Tapi kalian janji kan, gak akan membawa kasus ini ke jalur hukum?" tanya Angga memastikan.
"Kamuli janji. Asal kamu bisa bantu aku lepas dari Vita," ujar Andi
"Baiklah aku akan bantu kalian," ucap Angga yang memang ingin menebus kesalahannya.
"Kapan kamu bisa ikut kami bertemu Vita?" tanya Axel.
"Sekarang aku bisa ikut kalian kesana, bertemu Vita," ujar Angga.
"Baiklah, kamu bisa ikut kami. Satu mobil," ujar Axel
"Ide yang bagus," ujar Angga tersenyum.
__ADS_1
Mereka pun ngobrol hingga akhirnya mereka memutuskan pulang dan Angga pun ikut sama mereka.