Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
hanya itu yang bisa ku lakukan ..


__ADS_3

Akhirnya ian pun pamit pergi dengan Melda . Setelah Ian pergi , Melda mengirim pesan


✉️ Melda : keluarlah . Ia sudah pergi ..


Kemudian lifah keluar , dan Melda memberikan segelas es kopi di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang es lemonade . yang tadi ia pesan , mereka pun duduk berdua


" Terimakasih .. " seru lifah yang terus mengadukan-aduk es kopi itu . Ia hanya terus mengaduk-aduk nya tak berselera kelihatan nya seperti itu , tapi dengan sesekali ia pun mengesap es kopi itu .


" Uhff . Kenapa menyulitkan sekali .. " ujar lifah menghela nafas begitu berat


" Apa kau akan terus menghindari nya ? " Seru Melda


" Ya mau bagaimana lagi . Hanya itu yang bisa ku lakukan ! " Lirih lifah benar-benar tak bersemangat dengan terus menghela nafas . " Ini hal tersulit .. gak tau ah Mel , aku hampir nyaris tak pernah merasakan ini . Tidak , maksud ku aku benar-benar tidak tahan dengan sikap ku yang seperti ini . Kau tahu kan Mel ? Aku bukan tipe orang yang bisa seperti ini sebenarnya . Tapi .. tapi .. tapi kenapa dengan dia ? Dan kenapa dengan aku yang mau berakhir seperti ini . Wahhh ! " ujar lifah tak percaya


" Baru kali ini aku melihat mu jatuh cinta seperti sekarang . Karena yang udah-udah seperti yang kamu bilang , biasanya kalau tidak kau yang agresif mengungkapkan perasaan mu . Biasanya juga mereka lah yang nganteri mengejar-ngejar mu , "


" Benar kan . Ini aneh , ya sangat aneh sampai membuat ku benar-benar bisa gila ! " Gumam lifah , " oh ya bagaimana keadaan qayla ? " Tanya lifah


" Sepertinya qayla masih syok .. " sahut Melda


" Lalu apa raii sudah menemukan pelaku pengirim itu ? "


" Aku juga masih belum tahu , intinya aku cuma pengen qayla baik-baik saja dan begitu juga kondisinya " ujar Melda


" Semoga saja ya Mel . Karena bukan cuma qayla yang ku khawatirkan tapi baby yang ada di perutnya , ingin mampir menemui nya ? " sahut lifah .


" Kurasa jangan sekarang , nanti kita malah akan menggangu mereka gak si .."


" Ah benar .. "


***


Hari berikutnya , qayla masih enggan untuk berpergian . Ia masih merasa was-was dengan keberadaan pengirim surat dan paket itu . bahkan untuk pergi ke smiling flower sekalipun , Pagi ini . sebenarnya raii juga tak ingin pergi ngantor ia masih mencemaskan qayla dan ingin menemani nya juga tapi qayla memintanya untuk pergi ngantor saja . Jadi raii pun dengan berat hati pergi ngantor ke kingdom IT ,


Sebenarnya yang ada di pikirannya saat ini adalah menemukan siapa pelaku pengirim paket dan juga surat itu . siapa orang itu jika ia adalah orang terdekat nya qayla . Raii yang terdiam menatap layar laptopnya pun terkejut dengan seseorang yang mengetuk pintu ruangannya ,


" Masuk . " Seru raii , melihat sosok Ian . Yang tiba-tiba saja datang .


" sorry ganggu . Gua akan to the poin ajah , tentang qayla . Masalah pengirim paket itu .. "


" gua tengah menyelidiki nya " ucap raii melirik ian


" Gua akan membantu menyelidiki nya juga "


" Lu gak perlu khawatirkan itu . karena gua akan mengurus masalah ini "


" Buanglah rasa sensi lu dulu , karena tujuan kita sama ingin qayla nyaman dan tentunya bahagia . Minimal demi qayla , lu bisa berpikir begitu " Yang membuat raii menatap nya


Tak lama suara ketukan pintu kembali , dan masuklah ahyar . Melihat raii dan juga ian dalam satu ruangan membuat suasana terkesan kaku.


" Sorry ganggu kalian . Tapi gua cuma mau kasih ini ! Gua dan anak buah gua berhasil mencari tahu siapa pengirim surat dan juga paket itu " ucap ahyar memberikan sejumlah bukti yang berhasil di temukan , melihat itu tentunya raii membulatkan besar-besar pupil matanya . Lalu bergegas pergi ,


Sementara Ian , menoleh kepergian nya .


Dan melihat kearah ahyar . Seraya ingin mengetahui lebih jelas dan ahyar pun memberitahukan nya. lalu ian juga bicara soal kedatangan nya yang memang ingin membahas mengenai itu ,


" Gua harap lu gak ikut campur kesana " seru ahyar di dalam lift


" Rasanya udah bukan Rana gua melibatkan diri terlalu jauh kesana dan gua serahin dengan dia yang pasti juga akan melakukan apapun demi qayla . gua hanya bisa sebatas melakukan itu , " ujar Ian lalu berpamitan

__ADS_1


Hubungan Ian dan ahyar sejauh ini dari awal tak bermasalah cuma mereka memang tak terlalu dekat saja . beda halnya dengan raii yang memang selalu berselisih bagai Tom and Jerry ,


Raii melajukan mobilnya dengan pandangan dingin nya . Menuju suatu tempat , cukup memakan waktu lama sampai lah raii ..



Ia berjalan lenggang begitu berdamage dengan pandangan dingin mencekam masuk , mengejutkan penghuni rumah itu .


" o-oh me-menantu , lama tak jumpa . Senang bertemu dengan mu lagi " seru Santi Ibunda qayla . yang di tatap raii dingin ,


" Tumben sekali berkunjung , ada keperluan apa menantu ? " Ujarnya lagi bersikap alami .


Membuat raii menyingungkan sudut senyum nya , " cih ! . Rasa nya anda sudah tahu kedatangan saya ke sini untuk apa bukan ! " Ucap raii


" Apa maksudmu menantu .. ?"


Raii melemparkan id akun kepemilikan Santi , di mana ia adalah dalang dari paket dan surat-surat kebencian itu .


" Omong kosong apa ini ! Jika kedatangan mu hanya menuduh yang tidak-tidak lebih baik pergi ! "


" Seharusnya anda tidak mencari masalah dengan saya !! . Saya bisa saja langsung menjebloskan anda ke penjara bahkan membuat anda hilang dari sini ! Tapi saya masih melihat anda sebagai ibu dari istri saya . Kenapa anda melakukan ini ? "


" Kenapa menatap ku seperti itu ? Orang mungkin berpikir aku melakukan kejahatan . Oh ya , aku hanya bersenang-senang karena ini menyenangkan menantu ! " Seru Santi tertawa membuat raii melihat nya sinis


" Ahh pasti banyak hal yang menghibur mu , tapi julukan ku adalah orang gila yang kejam . Jika kalian sampai mencelakai qayla , saya tidak akan tinggal diam ! . Ingat itu baik-baik !! " Ucap raii penuh penekanan hendak pergi ,


" Ah ya . tidaklah kalian merasa malu ! Melakukan hal seperti ini padahal tiap bulan kalian menerima tunjangan yang begitu banyak dari qayla . Siapapun yang waras tidak akan melakukan hal seperti itu ! . " Ucap raii sebelum akhirnya ia meninggalkan kediaman rumah keluarga qayla .


Sementara di smiling flower , ian kembali datang untuk bertemu lifah tapi tak kunjung dapat menemuinya karena lifah memang sengaja menghindari nya .


" Mel , bisakah sampaikan pada nya jika aku ingin bicara dengan nya " seru ian


" Apa kau tahu penyebab nya ? Kenapa ia tak ingin bertemu dengan ku ? . "


" jangan buat anak orang jatuh cinta kalau gak bisa tanggung jawab ! " Seru Melda


" Apa ? " Tanya Ian bingung tak mengerti maksud melda


" Tanyakan saja pada diri mu ! " ujar Melda kembali bersibuk rapih-rapih ,


***


qayla tengah berdiri di balkon kamar menatap bintang-bintang yang berhamparan menghiasi langit-langit malam hari ini , raii yang baru selesai membersihkan diri melihat nya lalu menghampiri memeluknya dari belakang .


" Wah langit nya cantik ya . tapi lebih cantikan kamu .. " seru raii


" gombal .. " gumam qayla tersenyum


" Sayang , bersiaplah . Kita akan melakukan perjalanan holiday besok pagi .. " ujar raii yang memutuskan untuk berpergian agar dapat membuat qayla tak merasa was-was dan gelisah lagi atas kejadian kemarin . Raii juga tak ingin qayla terganggu sampai membuat ya tak ingin keluar rumah , yang berhasil membuat qayla menoleh nya


" Tapi kenapa kamu tiba-tiba ingin berpergian ? "


" hmm kita kan belum pernah pergi honeymoon sayang . Kamu tahu kita juga tidak punya satu pun foto bersama ? "


" Kita berfoto saat pernikahan .. "


" Bukan itu . Kita belum berfoto bersama sejak menikah . "


" Astaga . "

__ADS_1


" Aku akan mengambil banyak foto cantik dalam perjalanan ini dan mengisi rumah kita dengan foto-foto itu . Aku juga sangat ingin pergi ke pulau Dewata bersama mu , "


" tapi , bisakah kita melakukan perjalanan mendadak seperti ini ? "


" Ini tidak mendadak , aku sudah berusaha keras untuk perjalanan ini . Aku sudah menyiapkan semuanya saat di sana , aku juga sudah membuat jadwal berpergian kita selama di sana "


" Uwuuu .. "


" Aku harus seteliti ini dan sedetail ini demi berpergian bersama istri ku ini .. " ujar raii tersenyum dan tentunya membuat qayla juga tersenyum ,


Esok harinya , mereka sudah melakukan penerbangan dan tiba di bandara . Sebelum menuju vila , mereka berjalan-jalan mengekspor pulau Dewata. sampai pada waktu makan siang tapi tampaknya qayla masih tak terlalu nyaman dengan orang banyak karena sedari tadi tempat yang mereka kunjungi selalu ramai ,


Sampai-sampai membuat mereka akhirnya makan di dalam mobil di sebuah hamparan tanah lapang dengan ladang bunga-bunga


" Eum ini benar-benar enak . " Seru qayla


" maaf .. kamu datang jauh-jauh kemarin dan bahkan tidak bisa makan karena aku . " Lirih raii


" Tidak ko , aku lebih baik makan seperti ini . Dari pada sakit perut karena keramaian , lagi pula . Aku bersama mu " ujar qayla tersenyum


" Tetap saja ... "


" oh ! Lihat di sana , kita ambil foto di sana yuk .. " seru qayla . Mereka pun mengambil beberapa foto mesra , lalu setelah itu mereka pergi menuju vila .



Di dalam mobil , qayla hanya terdiam menatap lurus pemandangan jalan . Sementara raii meliriknya yang nampak seperti tak terlalu antusias . Begitu sampai di pekarangan vila ,


" uwah di sini luar biasa ! " Ujar qayla dengan senyum


" Bagus , bukan ? " Seru raii sambil mengangkat koper


" Ya .. " sahut qayla


" Ayoo .. " ucap raii ,


" Cantik banget , aku menyukainya .. " seru qayla berlari kecil menuju dalam vila ,


" Pelan-pelan lah . Sayang .. " ujar raii , qayla pun takjub melihat ruang di vila itu dengan view langsung menghadap ke hamparan laut dan juga ladang bunga ,


" wah Ini luar biasa .. " gumam qayla senang


" Menemukan tempat ini butuh kerja keras . Hanya kita tamu di vila ini " Seru raii sombong


" Ohh keren ! .. " seru qayla menoleh raii lalu menduduki sofa dengan begitu nyaman , " ah nyaman sekali . " Ucap qayla tersenyum senang , raii pun bergabung duduk di sampingnya Kemudian qayla mengandeng senang lengan raii .


" Kita di sini saja dan jangan kemana-mana . Kita bisa makan malam di sini , " seru qayla tersenyum menatap wajah raii sambil tersenyum dan menyenderkan kepalanya di bahu suaminya itu . Tentu nya membuat raii tak henti menatap nya dengan pandangan sedihnya ,


" Aku paling nyaman di sini , " Gumam qayla tersenyum lepas dan senang .


" Baiklah , kalau begitu tunggu di sini aku akan membuatkan susu untuk kalian .. " ujar raii tersenyum ,


***


-


-


-

__ADS_1


... jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻...


__ADS_2