
Setelah kepergian Adzriel dengan istri dan kedua buah hatinya, Balqis mengajak suaminya jalan jalan mumpung ini adalah hari libur. Aksa pun setuju karena mereka jarang keluar di karenakan Aksa sibuk dengan urusan perusahaan.
"Yank jalan jalan yuk." Ajak Balqis.
"Kemana yank?" tanya Aksa lembut.
"Ke Mall yuk."
"Emang kamu gak bosen tah ke Mall terus?" tanya Aksa.
"Gak yank, aku belum bosen. Lagian mana ada wanita yang bosen pergi ke Mall."
"Baiklah, kamu siap siap dulu ya. Aku juga mau mandi. " Ujar Aksa.
"Siap yank."
Balqis pun segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan setelah itu ia memakai pakaian syari berwarna hitam lengkap dengan cadarnya. Sedangkan Aksa memakai baju kaos biasa berwarna putih dan juga celana levis (celana jeans) berwarna hitam yang panjangnya hanya sampai lutut. Aksa terlihat sangat tampan apalagi dengan warna kulitnya yang putih cerah dan juga wajah yanag sangat imut dan juga bisa bikin wanita mana saja terpesona.
"Yank." Panggil Balqis.
"Iya sayang." Jawab Aksa.
"Nanti kalau di Mall jangan menatap cewek lain ya." Ujar Balqis.
"Kenapa?" tanya Aksa.
"Aku cemburu."
"Cie cie......sudah mulai jadi istri yang cemburuan ya?" goda Aksa yang membuat wajah Balqis merona karena malu.
"Kamu kan suami aku, wajar dong aku cemburu kalau kamu menatap cewek lain." Ujar Balqis merajuk.
"Terus bagaimana jika cewek lain yang menatap aku?" tanya Aksa.
"Biarkan saja selama mereka tidak ganggu kamu." Jawab Balqis.
"Kamu gak keberatan suamimu di liat ma wanita di luaran sana?" tanya Aksa.
"Ya keberatan sebenarnya tapi mau bagaiman lagi." Jawab Balqis sedih.
__ADS_1
"Sayang, walau seribu wanita cantik menggodaku pun, aku tak akan pernah berpaling darimu karena hatiku sudah jadi milik kamu seutuhnya. Aku tak mungkin menghianati wanita yang kini berada di samping aku. Wanita yang sudah sah jadi istri aku, wanita yang kelak akan melahirkan anak anakku." Ujar Aksa menenangkan istrinya.
"Beneran?"
"Iya sayang, masak aku bohong."
"'Baiklah aku percaya. Iya udah ayo berangkat."
"Ayo." Aksa memegang tangan istrinya menuju mobil yang sudah di siapkan di depan rumah. Setelah mereka masuk ke dalam mobil, Aksa pun langsung menghidupkan mobilnya dan pergi menuju Mall. Sepanjang jalan Balqis dan Aksa cerita apa aja yang membuat suasana menjadi cair dan gak sepi bak kuburan.
Setelah sampai di depn Mall, mereka berjalan jalan sambil bergandengan tangan. Balqis masuk ke toko baju, siapa tau ada yang cocok. Tapi setelah di liat lita, tak ada yang menarik hatinya. Ia pun berjalan lagi sambil terus menggandeng tangan suaminya, tiba tiba ia berhenti di toko permainan anak. Balqis pun membeli beberapa permainan untuk Axel dan Alexa yang pasti mereka akan sangat menyukainya.
"Yank, kapan ya aku hamil?" tanya Balqis sambil melihat lihat boneka yang lucu lucu dan imut.
"Sabar sayang, kamu pasti hamil kog. Kalau gak bulan depan ya bulan berikutnya. Yang penting terus berdoa dan ikhtiar. Lagian kita juga kan baru aja nikah, mungkin Allah masih menyuruh kita untuk menikmati pernikahan ini sebelum kita punya anak. Soanya kalau punya anak, waktu kita pasti lebih banyak di habiskan untuk merawat buah hati kita." Jawab Aksa dengan senyuman manisnya.
"Tapi melihat Axel dan Alexa, entah kenapa pengen banget gitu merasakan hamil, melahirkan, menyusui dan merawat mereka dengan sepenuh hati. Zahra juga sudah hamil lagi sedangkan aku gak tau kapan." Ucap Balqis sedih.
"Kita kan nikahnya baru satu bulan setengah sedangkan mereka sudah bertahun tahun wajar jika mereka mempunyai banyak anak."
"Iya juga sih."
"Yang penting banyak doa semoga Allah segera mengijabah doa kita."
Setelah mereka selesai memilah milih barang barang yang akan di berikan untuk Axel dan Alexa, mereka pun pergi ke toko peralatan dapur. Balqis membeli beberapa peralatan yang memang dia inginkan. Setelah puas mereka jalan jalan lagi namun karena sudah gak ada yang membuatnya tertarik, Balqis pun mengajak suaminya untuk makan di resto yang ada di dalam Mall tersebut.
Setelah mereka menemukan tempat duduk yang pas, tiba tiba pelayan datang membawakan menu makanan.
"Mas mau pesen apa?" tanya Balqis.
"Pizza aja satu yang kecil sama minumannya Jus Alpukat." Jawab Mas Aksa.
"Mbak, pesen Pizza yang kecil satu, Juz Alpukat satu, Burger satu, Hotdog satu. Hotdog nya gak usah pakai sayur ya mbak sama minumannya Jus Mangga aja." Ujar Balqis ke pelayan.
"Baik, sudah saya catat. Makanan dan minumannya akan di kirim 10 menit lagi." Ujar pelayan itu lalu pergi.
"Sayang, kog suka banget sih sama makanan hotdog. Hotdog itu kan artinya anjing panas." Ucap Aksa.
"Iya memang tapi hot dog sama sekali tidak mengandung daging anjing kog. Itu makanan terbuat dari sosis panjang yang sudah dimasak lalu disajikan bersama dengan roti bun kemudian diberi potongan selada, tomat, timun, bawang bombay. Terus di atasnya diberi saos mayonaise, saos tomat, dan juga saos sambal. Udah gitu aja. Kalau kamu penasaran sejarahnya kenapa makanan ini di kasih nama Hotdog mending kamu cari deh di mbah google, soalnya aku gak tau pasti sejarahnya gimana tapi yang jelas makanan ini gak ada kaitannya sama sekali dengan daging anjing begitupun dengan Hamburger (atau seringkali disebut dengan burger) adalah sejenis makanan berupa roti berbentuk bundar yang diiris dua dan ditengahnya diisi dengan patty yang biasanya di ambil dari daging, kemudian sayur-sayuran berupa selada, tomat dan bawang bombay. Sebagai sausnya, burger diberi berbagai jenis saus seperti mayones, saus tomat dan sambal serta mustard.." Ujar Balqis menjelaskan dengan tersenyum.
"Ih istriku pinter banget sih." Puji Aksa.
"Sebenarnya kamu udah tau kan? Tapi kenapa masih tanya?" ujar Balqis.
__ADS_1
"Pengen nguji kamu aja sih tentang makanan, tak fikir kamu gak tau. Eh ternyata kamu lebih cerdas dari aku ya." Ucap Aksa tertawa.
"Ih nyebelin. Tau gitu, aku gak mau jawab pertanyaanmu." Ujar Balqis pura pura kesal.
"Maaf maaf, gak usah ngambek gitu dong. Nanti cantiknya hilang lho." Goda Aksa.
"Kamu sih nyebelin." Ujar Balqis.
Tak lama kemudian pesananpun datang, Aksa dan Balqis menikmati makanan nya dengan santai. Sesekali Aksa mengambil makanan burger dan hotdog milik Balqis, begitupun Balqis yang kadang mengambil makanan pizza milik suaminya. Mereka saling tuker tukeran makanan.
Setelah menghabiskan makanan dan minumannya, Aksa pun segera membayarnya lalu mereka pergi tak lupa membawa barang belajaannya.
Saat mereka menuju pintu keluar, tiba tiba secara tak sengaja Aksa menabrak seseorang.
"Maaf, maaf." Ujar Aksa tanpa melihat wajah seseorang yang telah ia tabrak namun ketika ia melihat wajahnya betapa kagetnya Aksa dan Balqis karena seseorang itu adalah masa lalu Aksa.
"Inez..." Ujar Aksa pelan, ia tak menyangka akan bertemu lagi dengan wanita yang berusaha ia hindari.
__ADS_1