Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Mulai Beraksi Lagi


__ADS_3


 


 


Setelah sampai di rumah Balqis, ternyata kedatangan merekapun sudah di tunggu oleh Balqis yang kini ada di depan rumahnya.


"Assalamu'alaikum." Ujar Axel dan Alexa. Alexa segera mencium tangan Balqis seperti biasanya.


"Waalaikumsalam, ayo masuk." Ucap Balqis menyuruh mereka berdua masuk ke dalam rumahnya.


Axel dan Alexa pun masuk ke dalam rumah bersama Balqis dan mereka duduk di sova ruang tamu.


"Tante bisakah kita berbicara di tempat yang agak rahasia, takutnya ada yang mendengarkan atau gimana gitu." ucap Axel.


"Iya sudah ayo kita bicara di kamar tante aja." ujar Balqis. Mereka berduapun pergi ke kamar Balqis dan setelah itu Balqis menutup pintunya dari dalam. Untunglah kamar itu juga kedap suara hingga orang lain pun tak bisa mendengarnya.


"Ada apa tante menyuruh kami untuk cepet cepet ke sini?" tanya Axel.


"Ini." Balqis memberikan beberapa foto yang ia dapatkan di depan rumah saat pagi hari. Dan juga Balqis memperlihatkan foto yang ada di hpnya, yang telah di kirim oleh seseorang.


"Wah aku yakin ini pasti kerjaannya Tante Inez." ucap Axel sambil melihat semua foto yang ada di hp Balqis dan juga beberapa foto yang sudah di cetak.


"Menurut kalian ini foto yang sekarang apa foto tahun lalu?" tanya Balqis.


"Kayaknya tahun lalu tante. Ini foto di ambil di luar negeri. Soalnya di Indonesia gak ada yang pemandangannya seperti ini. Aku yakin 100% foto ini adalah foto Om Aksa dan Tante Inez saat mereka masih pacaran. Jadi tante jangan ambil pusing, santai aja. Yang penting kan sekarang Om Aksa sudah berubah dan sudah mencintai tante sepenuh hatinya. Aku yakin Om Aksa tak akan menghianati tante ataupun menyakiti hati tante. Dan foto yang di kamar hotel ini adalah foto editan tante. Aby pernah mengajari aku tentang photoshop dan beberapa aplikasi untuk edit foto dan vidio. Nah foto ini sebenarnya adalah foto orang lain hanya saja wajahnya sudah di edit dan berubah menjadi foto Om Aksa dan Tante Inez." Jawab Axel sambil meneliti setiap foto yang ia liat.


"Syukurlah tante senang mendengarnya. Walau foto ini sangat menyakitkan tapi paling tidak, tante sedikit lega karena foto ini merupakan foto lama." Ujar Balqis tersenyum.


"Tante, mulai hari ini tante gak boleh terkecoh dengan omongan orang lain, gak boleh terkecoh dengan foto dan vidio yang tante lihat. Tante harus percaya sama suami tante. Inget tante ada seseorang yang ingin menghancurkan tante, jadi tante harus bisa mengontrol emosi tante atau keluarga tante akan hancur. Jangan percaya sama siapapun kecuali suami tante."


"Baiklah, mulai hari ini tante akan selalu percaya sama suami tante. Makasih ya sudah membantu tante dan menasehati tante. Kalau gak ada kalian, tante gak tau harus berbuat apa. Kalian seperti orang dewasa. Kalian dewasa sebelum waktunya." Ujar Balqis.


"Sebenarnya kami masih bocah tante, cuma aby menuntut kami untuk bisa belajar mandiri dan bisa memecahkan suatu masalah. Begitupun kelak, ketika aku di beri tanggung jawab untuk meneruskan usaha aby, aku harus bisa memesahkan suatu masalah yang ada di perusahaan. Tak ada masalah yang tak bisa di selesaikan. Semua ada solusinya. Semua ada jalan keluarnya." Ucap Axel tersenyum.


"Andai kalian tau masa lalu tante kalau tante..........."


"Aku tau tante, aku tau semuanya. Kalau tanter pernah menghancurkan rumah tangga umy dan aby. Tapi aku dan Alexa sudah memaafkan tante, bukankah tante sudah bertaubat. Toh aby, umy dan omma juga saudah memaafkan tante. Mereka aja yang merasa tersakiti sudah memaafkan tante, apalagi kami. Tentu kami juga akan memaafkan semua kesalahan tante." Ucap Alexa tersenyum lebar, ia memotong ucapan Balqis..


"Makasih ya sayang, sudah memaafkan semua kesalahan tante yang begitu besar kepada keluarga kalian. Semoga kelak, anak tante juga seperti kalian."


"Aammin. Oh ya aku boleh meminta nomer yang mengirim foto tersebut. Aku ingin melacaknya." Ujar Axel.


"Boleh sayang." Balqis pun mengirim nomer orang yang tak di kenal itu kepada Axel.


"Baiklah tante, aku harus pulang dulu. Tante di sini jaga diri baik baik. Aku pastikan masalah ini akan terselesaikan secepat mungkin. Aku akan minta bantuan seseorang untuk mencari keberadaan Tante Inez."

__ADS_1


"Makasih sayang."


"Sama sama tante, kami pamit pulang dulu. Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah pamit, Axel dan  Alexa pun segera pulang. Saat di perjalanan, Axel baru inget ia belum memberikan kabar kepada Zahra padahal tadi sebelum berangkat Zahra berpesan untuk mengirim kabar kalau sudah sampai di rumah Balqis.


"Al, aku lupa ngasih kabar ke umy." Ucap Axel.


"Iya sudah kalau gitu sekarang kaka kirim pesan ke umy biar umy gak hawatir." Balas Alexa yang sibuk dengan hpnya.


"Oke."


Axel pun segera mengirim pesan ke Zahra lewat aplikasi WA.


"Assalamu'alaikum umy, maaf baru ngasih kabar. Tadi pas sampai di rumah tante, aku lupa untuk mengirim pesan ke umy.  Sekarang aku sudah pulang umy dan masih ada di perjalanan." itulah pesan yang dikirim Axel kepada Zahra dan tak lama kemudian pesan pun di balas.


"Waalaikumsalam. Iya gak papa. Umy boleh minta tolong?"


"Minta tolong apa umy?"


"Belikan umy Terang Bulan ya umy pengen. Terang Bulan punya Pak De."


"Oke umy."


"Iya umy. Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah selesai bertukar pesan dengan Zahra, Axel pun menaruh hpnya.


"Kenapa kak?" tanya Alexa.


"Umy nitip Terang Bulan punya Pak De." Jawab Axel.


"Oh, aku juga pesan dong ka, satu."


"Oke."


"Pak, ke warung Pak De dulu ya, soalnya mau beli terang bulan." Ucap Axel ke sang sopir.


"Oke, den,."


Sang sopir pun segera melajukan mobilnya ke warung Pak De yang ada di pinggir jalan. Setelah sampai, Axel turun sedankan Alexa memilih tetep berada di dalam mobil. Sang sopir pun ikut keluar karena gak enak jika di dalam mobil berduaan dengan Alexa.


"Pak, beli Terang Bulan yang coklat keju satu, yang campuran satu, terus terang bulan mini satu yang bervarian rasa." Ucap Axel setelah sampai di warung pak de. Untunglah sepi pembeli jadi Axel bisa di layani dengan cepat.

__ADS_1


"Oke den." Jawab Pak De, dia pun segera membuat pesanan untuk Axel. Setelah lima belas menit, semua pesananpun selesai.


 



 


 



 



Pak De membungkusnya ke dalam kotak yang sudah di sediakan.


"Ini den." Ucap Pak De sambil memberikan kotak kardos berisi Terang Bulan.


"Berapa semua pak?" tanya Axel.


"Yang besar ini 25 ribuan. Beli 2, 50.000. Yang kecil ini 30 ribu isi 14 biji. Total 80 ribu." Jawab Pak De.


"Ini pak." Jawab Axel memberikan uang seratus ribuan.


"Ini den kembaliannya."


"Gak usah pak, ambil bapak aja."


"Terima kasih den."


 


Setelah itu, Axel pun kembali ke mobil. Sang sopir yang dari tadi nunggu di luar ikut masuk juga dan segera mengendarai mobilnya menuju rumah.


 


 



 


 


__ADS_1


__ADS_2