
Saat dalam perjalanan pulang, Zahra menanyakan tentang Alesha kepada Axel.
"Bagaimana nak? Apa kamu suka sama Alesha?" tanya Zahra.
"Untuk saat ini belum tapi gak tau ke depannya karena aku lihat dia wanita yang menarik," jawab Axel.
"Umy harap kamu dan dia bersatu dan membina rumah tangga yang sakinah mawadah dan warahmah. Dan Umy juga sangat-sangat berharap, kamu jangan seperti seseorang. Saat kamu menikah dengannya, kamu harus bisa setia dan belajar mencintai pasanganmu nak.
Jangan lagi kamu menoleh kepada wanita lain, walaupun wanita itu adalah wanita masa lalu yang pernah singgah di hati kamu.
Apalagi sampai berfikir untuk menduakan istri kamu. Karena jujur itu terasa amat sangat menyakitkan. Jika kamu memang siap untuk menikah dengan Alesha, maka kamu harus menyayangi dan mencintainya. Apapun yang terjadi kamu tak boleh mendekati wanita lain.
Jujur, kisah kamu tak jauh berbeda dengan seseorang yang Umy kenal. Umy kadang merasa takut bahwa Alesha akan merasakan hal yang sama seperti apa yang di rasakan oleh istri pertama saat suaminya masih menyimpan wanita lain di hatinya.
Tak ada yang lebih menyakitkan, saat dirinya tau suami yang sangat ia cintai ternyata membagi cintanya dengan wanita lain.
Inget nak, saat kamu ingin menduakan nya. Kamu harus lihat Umy, karena jika kamu menyakiti Alesha sama dengan kamu menyakiti Umy dan Umy gak akan pernah memaafkan kamu.
Jika sudah berumah tangga, fokuslah dengan pasanganmu. Cintai dan sayangi dia. Buat pasanganmu bahagia, bukan sebaliknya.
Inget nak, penyesalan itu ada di belakang. Jangan sampai kamu menyesal jika kelak istrimu atau pasangan mu memilih untuk pergi karena dia gak tahan dengan sikap kamu," ujar Zahra menasehati yang membuat Adzriel hanya bisa menelan ludah karena ia tau yang di bicarakan istrinya adalah dirinya sendiri.
__ADS_1
Begitupun dengan Axel dan Alexa yang faham dan mengerti, bahwa yang di maksud Umy mereka adalah ayah mereka sendiri.
Axel dan Alexa sudah tau bagaimana masa lalu Aby dan Umy mereka.
"Iya Umy aku mengerti. InsyaAllah aku gak akan mengecewakan Umy," ujar Axel tersenyum walaupun dirinya gak yakin. Tapi ia akan berusaha semaksimal mungkin agar dirinya tak mengecewakan banyak orang.
"Kalau Kak Axel berani menyakiti Alesha, aku sendiri yang akan memberikan pelajaran buat Kak Axel karena aku ini juga perempuan, tentu akan merasa tersakiti juga jika Kak Axel menyakiti Alesha," ancam Alexa kepada Axel hingga Axel bergidik ngeri.
"Kamu Al, sampai segitunya. Lagian aku mana mungkin menyakiti Alesha," ucap Axel tersenyum.
"Syukur deh, semoga aja ucapan Kak Axel bisa di pegang kata-katanya," ujar Alexa tersenyum.
Setelah itu mereka pun ngobrol hingga tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah.
Mereka pun segera turun dari mobil, Axel pergi ke kamarnya begitupun dengan Zahra dan Adzriel.
Sedangkan Alexa mencari Andi di kamarnya.
Tok ... tok ... tok ...
( Alexa mengetuk pintu kamar Andi )
__ADS_1
Tak lama kemudian, Andi pun membuka pintu kamarnya.
"Alexa, kamu sudah pulang?" tanya Andi melihat Alexa ada di depannya.
"Iya, kamu baru bangun?" tanya Alexa.
"Iya capek banget soalnya," jawab Andi.
"Oh, mau tidur lagi?" tanya Alexa.
"Enggak, aku rasa istirahat ku tadi sudah lebih dari cukup. Aku pengen ngajak kamu jalan-jalan, tapi kamu pasti capek ya karena baru pulang," ujar Andi.
"Aku gak capek kog, kalau kamu pengen jalan-jalan bareng aku. Ayo, aku mau," ucap Alexa, ia tak ingin membuat Andi kecewa. Lagian akhir-akhir ini ia jarang berduaan dengan Andi karena ia terlalu fokus dengan masalah saudara kembarnya.
"Beneran kamu mau?" tanya Andi.
"Iya, aku mau. Kamu ganti baju gih. Aku nunggu di luar ya," ujar Alexa.
"Oke."
Setelah itu, Andi pun segera ganti baju sedangkan Alexa pergi keluar dan menunggu Andi sambil duduk santai di depan rumahnya.
__ADS_1