Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Afifah Pindah Ke Luar Kota


__ADS_3

Keesokan harinya, Zahra dan Adzriel langsung bergerak. Mereka pergi ke rumah Afifah setelah selesai makan siang. Bagaimanapun Afifah harus segera pindah karena pernikahan Axel sudah ada di depan mata. Persiapan 99%, Zahra tak ingin pernikahan ini gagal hanya karena wanita masa lalu putranya.


Adzriel juga sudah membelikan rumah biasa tapi sangat layak untuk di huni. Di sana nanti akan ada pembantu yang membantu Afifah.


Setelah menempuh perjalanan 20 menit, akhirnya mereka tiba juga di depan rumah Afifah. Sebelumnya Zahra sudah mengirim seseorang untuk memberitahu Afifah untuk siap-siap.


Dan sekarang Zahra dan Adzriel akan mengantarkan Afifah sampai bandara.


Zahra dan Adzriel turun dari mobil. Mereka langsung berjalan ke rumah Afifah dan ternyata Afifah sudah menunggu kedatangan mereka, bahkan di samping Afifah sudah ada 2 tas besar yang berisi barang-barang Afifah.


"Assalamualaikum," ujar Zahra.


"Waalaikumsalam, masuk om, Tante," ucap Afifah tersenyum walaupun hatinya sedikit sedih karena ia harus pindah keluar kota padahal ia sudah merasa nyaman tinggal di rumah peninggalan orang tuanya. Tapi Afifah juga mengerti, alasan kenapa kedua orang tua Axel memintanya untuk pergi dari rumah ini. Rumah yang mempunyai banyak kenangan bersama orang yang ia sayang.

__ADS_1


Tapi Afifah ikhlas, karena ia juga gak mau menjadi penghalang kebahagiaan Axel dan juga istrinya.


"Afifah, apakah kamu sudah siap nak?" tanya Zahra ramah. Walaupun sebenarnya Zahra masih sangat kesal tapi Zahra akan berusaha memaafkan Afifah karena bagaimanapun Afifah hanya hidup sebatang kara.


"Sudah Tante," jawab Afifah tersenyum berusaha untuk tegar.


"Maafkan om dan tante karena menyuruh kamu pergi dari sini. Ini semua demi kebaikan kita semua. Tapi kamu jangan hawatir, di sana om sudah menyiapkan rumah buat kamu, sepeda motor, pembantu dan juga usaha yang bisa kamu kelola. Untuk pembantu, kamu jangan khawatir. Dia adalah orang kepercayaan om dan om juga yang akan gaji dia. Untuk kehidupan kamu sehari-harinya, om juga akan mentransfer uang untuk mencukupi kebutuhan kamu di sana. Walaupun om sudah menyiapkan usaha buat kamu tapi tetap saja, setiap bulannya om akan selalu transfer kamu. Kamu di sana harus jaga diri baik-baik. Jangan terlalu capek dan jangan memikirkan hal-hal yang berat.


Nanti jika kamu mau melahirkan, om dan Tante akan ke sana. Om dan Tante akan mendampingi kamu saat melahirkan. Jika kamu butuh sesuatu, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi om. Om dan Tante akan selalu ada buat kamu," ujar Adzriel panjang lebar.


"Sudahlah nak, kami semua sudah memaafkan kamu. Yang penting sekarang kamu harus hati-hati dan jangan gampang percaya sama laki-laki. Jangan sampai kamu jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Kamu itu perempuan, kamu harus bisa jaga kehormatan kamu," ucap Zahra menasehati Afifah seperti dirinya menasehati Alexa.


"Iya Tante. Terimakasih atas nasehatnya. Aku akan selalu inget nasihat Tante," ucap Afifah tersenyum.

__ADS_1


"Iya sudah ayo berangkat. Om dan Tante akan mengantarkan kamu sampai bandara. Nanti di sana akan ada seseorang yang jemput kamu," ujar Adzriel.


"Iya om." Setelah itu mereka pun langsung pergi ke bandara. Afifah tak lupa mengunci pintu rumahnya sebelum berangkat. Affiah duduk di kursi belakang, ia berharap setelah ini kehidupannya akan lebih baik. Ia akan membuka lembaran baru bersama anak yang kini masih ada dalam kandungannya. Tapi Afifah sedikit bingung, jika dirinya pergi bagaimana dengan rumah dan toko yang ia kelola. Rumah dan toko itu adalah peninggalan kedua orangtuanya yang harus ia jaga sebaik mungkin.


"Kamu jangan khawatir, rumah dan toko kamu yang ada di dalam pasar. Akan om jaga sebaik mungkin," ujar Adzriel yang seakan faham dan mengerti apa yang kini ada dalam fikiran Afifah.


"Makasih ya om," ucap Afifah terharu karena dua orang yang kini ada di hadapannya begitu baik padanya.


Setelah sampai di bandara, mereka bertiga segera turun.


"Kamu jaga diri baik-baik ya," ucap Zahra.


"Iya Tante. Om dan Tante juga jaga diri baik-baik ya," ujar Afifah tersenyum.

__ADS_1


"Iya sayang." jawab Zahra sambil memeluk Afifah dengan tulus.


Setelah itu Afifah pun pergi setelah mengucap salam. Sedangkan Zahra dan Adzriel berharap keputusan ini adalah keputusan yang benar. Setelah Afifah pergi, Zahra dan Adzriel pun segera pulang karena gak mau membuat buah hatinya itu curiga.


__ADS_2