
Sesampai di rumah Balqis, Axel dan Alexa segera turun. Mereka melihat Balqis yang ada di depan rumahnya sambil megang hp. Matanya sembab seperti habis menangis.
"Assalamu'alaikum tante." Ucap Alexa yang langsung mencium tangan Balqis. Sedangkan Axel hanya bisa diam memperhatikan. Sedih rasanya melihat tantenya seperti ini.
"Waalaikumsalam." Jawab Balqis dengan suara sendunya.
"Sini duduk dulu." ujar Balqis.
Axel dan Alexa pun duduk di kursi yang ada di depan rumah.
"Tante, ini bagaimana ceritanya sampai om Aksa tak ada kabar kayak gini?" tanya Axel.
"Entahlah, tante juga tak tau. Tadi pagi setelah pulang dari rumah kalian, suami tante langsung mandi dan ganti baju untuk siap siap berangkat kerja. Dan seperti biasa tante mengantarkannya sampai depan rumah. Tante gak ada firasat apapun. Dan biasanya kalau jam makan siang, dia akan mengirim pesan atau nelvon tante sekedar mengingatkan untuk makan siang, minum susu dan minum vitamin. Tapi sekarang tak ada satupun telvon masuk dari suami tante, bahkan kirim pesanpun enggak. Sampai tante berinisiatif untuk menelvon dia duluan tapi tante telvon berkali kali gak di angkat, biasanya sesibuk apapun dia, pasti dia akan ngangkat telvon tante walau sebentar. Tante juga sms gak di bales bales. Tante juga nelvon orang kantor tapi katanya seharian ini suami tante gak ke kantor. Tapi tadi pagi sempat dia bertemu kliennya dan setelah itu hilang gak ada kabar. Tante takut dia kenapa napa." Ucap Balqis sambil meneteskan air mata, ia benar benar takut suaminya kenapa napa.
"Baiklah, nanti kita cari sama sama ya. Sekarang kita sholat maghrib dulu ya." ujar Axel dan Balqis pun hanya menganggukkan kepala tanda setuju.
Merekapun masuk ke dalam rumah untuk ambil wudhu lalu sholat berjamaah di musholla kecil yang ada di rumah Balqis. Selesai sholat mereka pun mulai berembuk / berunding mencari jalan keluarnya.
"Ka, coba kakak lacak keberadaan Om Aksa dulu, dia ada di mana sekarang." Ucap Alexa.
__ADS_1
"Oh ya kamu benar." Axel dari tadi gak kefikiran untuk melacak keberadaan om nya itu.
Axel mulai melacak menggunakan hp nya dengan mengandalkan nomer yang ia punya. Setelah beberapa menit, akhirnya posisi atau keberadaan Om Aksa pun di temukan.
"Tante, Om Aksa ada di hotel milik aby." Ujar Axel.
"Ngapain dia ke sana?" tanya Balqis heran.
"Entahlah, tapi yang pasti sudah terjadi sesuatu yang membuat Om Aksa takut yang mau pulang ke rumah dan gak berani mengangkat von dari tante." Jawab Axel.
"Terus tante harus gimana sekarang?" tanya Balqis.
"Tante tau gak kira kira Om Aksa tadi pagi kemana?" tanya Axel.
"Setau tante, suami tante itu ada meeting dengan orang luar di resto di hotel bintang 7." Jawab Balqis.
"Bolehkah jika tante ikut?" tanya Balqis.
"Tapi tante, tante itu lagi hamil dan gak boleh kecapean apalagi sampai stres. Aku takut tante kenapa napa jika ikut aku dan Alexa." Jawab Axel.
"Iya tante, apa yang di katakan Kak Axel itu benar." Ujar Alexa.
"Tapi tante pengen ikut, jika tante hanya diam diri di rumah, tante akan kefikiran dan tambah makin stres. Boleh ya." ujar Balqis memohon.
"Baiklah, ayo."
Balqis, Axel dan Alexa pun segera pergi menuju mobil yang sudah siap di depan rumah."
__ADS_1
"Pak, antarkan saya ke hotel bintang 7 ya." ujar Axel ke sang sopir yang selalu stand by kapanpun dirinya butuh.
"Oke, siap den."
Sang sopir pun segera berangkat menuju hotel bintang 7. Axel duduk di samping sang sopir sedangkan Alexa dan Balqis duduk di bangku belakang.
"Tante jangan nangis ya, aku yakin semuanya akan baik baik saja." Ujar Alexa mencoba menenangkan Balqis.
"Makasih ya sayang, kalian selalu ada buat tante. Kalian selalu ada di saat tante butuh bantuan kalian. Terima kasih, entah apa yang akan tante lakukan jika tidak ada kalian di samping tante." Ucap Balqis.
"Tante, tante ini kan sudah di anggap anak sama oma. Bahkan aby pun juga sudah menganggap tante seperti adik kandung sendiri. Jadi aku sebagai keponakan tante, akan selalu membantu tante jika tante punya masalah. Aku dan kak Axel akan membantu tante sebisa dan semampu kami." ujar Alexa.
"Terima kasih sayang, tante sangat malu jika ingat kejadian dulu. Betapa dulu tante begitu kejam kepada keluarga kalian tapi kalian sekeluarga besar masih mau memaafkan tante dan menerima kehadiran tante. Bahkan kalian berdua mau membantu tante." ujar Balqis yang merasa malu dengan kejadian di masa lalu.
"Tante, tante tak perlu mengingat ingat apa yang terjadi di masa lalu. Seperti kata aby, jadikan masa lalu sebagai pembelajaran agar ke depannya lebih hati hati dan tak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Semua orang punya masa lalu yang buruk tapi bukan berarti kita berada di masa itu terus menerus. Lupakan masa lalu, dan berbuat baiklah untuk masa sekarang dan untuk masa yang akan datang. Jangan pernah berhenti melakukan kebaikan dan jangan sesekali melakukan sebuah kejahatan." Ucap Axel yang masih ingat dengan perkataan Adzriel saat menasehati kedua buah hatinya.
"Iya tante janji, tante tak akan pernah lagi mau melakukan kesalahan yang akan merugikan diri tante sendiri dan juga orang lain. Tante sudah taubat dan tante sangat menyesalinya." Ujar Balqis.
"Syukurlah." Ucap Axel dan Alexa tersenyum.
__ADS_1