
Setelah sholat Isya', Alexa segera kembali ke kamarnya untuk melihat apakah ada balasan atau enggak dari Andi tapi ternyata gak ada bahkan chat nya pun masih centang satu. Jujur Alexa sangat khawatir sekali karena gak biasanya Andi offline, jikapun offline biasanya di atas jam 12 malam sampai jam 3 pagi.
Setelah ngecek hpnya tapi gak ada balasan, Alexa pun menaruh kembali hp nya. Ia segera membuka mukenanya dan pergi ke dapur untuk bantu bundanya memasak. Jujur Alexa seperti gak punya semangat, Alexa takut Andi kenapa-kenapa. Ingin rasanya pergi ke kontrakannya tapi Alexa takut untuk minta izin kepada aby nya.
"Kamu kenapa nak, kog gak kayak semangat gitu?" tanya Zahra melihat putrinya yang begitu lesu dan seperti gak semangat.
"Gak papa, Umy," jawab Alexa yang enggan untuk bercerita
"Kalau ada masalah, cerita sama Umy, jangan di Pendem sendiri, gak bagus buat kesehatan. Nanti stres lho," kata Zahra menasehati
"Hemm sebenarnya aku bingung Umy, kenapa ya Mas Andi kog gak online?" tanya Alexa memutuskan untuk jujur tentang kegelisahannya.
"Owallah, tak fikir apa. Hemm ... berfikir positif aja. Mungkin sekarang Nak Andi lagi sibuk," jawab Zahra tersenyum.
"Tapi gak biasanya seperti ini Umy," ujar Alexa mengutarakan isi hatinya.
"Kamu doa aja jika memang khawatir agar Allah selalu menjaga dan melindungi Nak Andi,"
__ADS_1
"Iya Umy," jawab Alexa
Setelah itu mereka berdua pun memasak dan setelah selesai, mereka menaruhnya di meja makan. Sedangkan dapurnya, Zahra meminta asistennya untuk membersihkannya.
Makan malam itu di bagi dua, setengahnya untuk sang asisten dan setengahnya lagi untuk keluarganya sendiri.
Setelah siap semua di atas meja, Alexa memanggil Oma, aby dan juga adiknya sedangkan Zahra menunggunya di ruang makan.
Setelah itu mereka pun makan bersama, sebenarnya saat-saat seperti ini. Alexa rindu saudara kembarnya tapi apalah daya, sekarang mereka berdua berada di tempat yang sangat jauh sekali.
Selesai makan, Ayunda kembali ke kamarnya untuk belajar sendiri sedangkan Adzriel, Zahra dan Aulia pergi ke ruang keluarga membahas kematian Dedi dan keberangkatannya besok ke luar negeri.
Rasanya Alexa benar-benar di buat kesal dan emosi. Alexa mengucap istighfar berkali-kali. Alexa menonaktifkan hp nya lalu ia pun berbaring di tempat tidur. Ia gak mau mikir yang berat-berat.
Alexa menutup matanya, sampai akhirnya ia pun terlelap.
Alexa tidur nyenyak hingga akhirnya ia terbangun jam 3 pagi.
__ADS_1
Alexa segera bangun dan mandi lalu sholat malam. Selesai sholat malam, ia mengaji sampai adzan subuh terdengar.
Alexa pergi ke musholla untuk sholat berjy bersama keluarga dan asistennya.
Selesai sholat ia kembali ke kamarnya dan mengecek baju, make up, novel, laptop dan barang-barang penting yang wajib di bawa.
Setelah memastikan semuanya sudah masuk ke dalam koper, ia pun keluar kamarnya dan pergi ke ruang tamu dimana ternyata keluarganya sudah siap semua.
Mereka segera masuk ke dalam mobil, mereka akan di antaranya ke bandara oleh sang sopir.
Sepanjang jalan menuju bandara, Alexa memilih diam beda dengan Ayunda yang ceria dan berbicara banyak hal. Sedangkan Zahra, Adzriel dan Aulia menjawabnya dengan antusias. Sang sopir sendiri memilih diam karena ia harus fokus menyetir.
Sesampai di bandara, mereka segera turun dari mobil sedangkan sang sopir langsung pulang ke rumahnya.
Alexa terus saja diam tak berbicara sepatah katapun. Bahkan saat mereka masuk ke dalam pesawat, Alexa tetap aja diam. Alexa juga gak mengaktifkan kembali hp nya.
Hpnya hanya tersimpan di dalam saku bajunya.
__ADS_1
Alexa kecewa karena Andi tak kunjung membalas pesannya.