
Sesampai di rumah, Axel langsung membuka pintu.
"Assalamu'alaikum." ucap Axel tersenyum bahagia.
"Waalaikumsalam." jawab Zahra dan Adzriel yang ada di ruang tamu.
"Baru pulang jam segini?" tanya Zahra.
"Iya umy, aku mau mandi dulu ya terus sholat Maghrib. Soalnya waktunya tinggal sebentar." jawab Axel. Memang tadi Adzan Maghrib di perjalanan dan Axel memilih untuk sholat Maghrib di rumahnya aja.
Axel segera masuk kamar, ia segera mandi dan sholat Maghrib sendirian. Karena yang lain sudah selesai sholat Maghrib berjamaah.
Selesai sholat, Axel langsung menghampiri kedua orang tuanya yang masih ada di ruang tamu.
"Alexa mana umy?" tanya Axel.
"Lagi ada di kamarnya." jawab Zahra. Memang Alexa sedang datang bulang. Jadi Alexa memilih untuk diam di kamarya baca novel kesukaannya. Dan nanti Alexa akan keluar kamar jika makan malam sudah di siapkan. Karena untuk makan, Zahra mengusahakan agar semua keluarganya kumpul dan makan bersama kecuali sakit, ada kepentingan dan sedang bepergian.
"Kalau Ayunda sama omma?" tanya Axel.
"Masih ada di musholla, Oma lagi ngajar Ayunda mengaji sambil nunggu adzan Isya'." jawab Zahra.
"Aby sama umy tumben gak ngaji biasanya jam segini, masih di Musholla?" tanya Axel.
"Kami nunggu kamu." jawab Adzriel.
"Oh, emang ada apa sampai nunggu aku segala?" tanya Axel.
"Tadi aby dapat chat dari seseorang, kamu di kantor ngapain gendong wanita yang bukan mahrom kamu. Kamu juga ngajak dia ke ruangan kamu berduaa. Kamu juga ngajak dia makan berdua di resto. Bahkan kamu juga pergi sama dia ke kosannya, dan kamu juga masuk ke dalam kosan wanita itu. Padahal kamu tau, tidak boleh laki laki dan perempuan berduaan di suatu ruangan.
__ADS_1
Apakah kamu lupa dengan apa yang pernah aby ucapkan, jangan pernah sesekali berduaan dengan wanita yang bukan mahrom kamu karena itu merupakan bentuk kemungkaran yang sangat berbahaya. Berduaan dengan lawan jenis dilarang dan juga diharamkan secara syar’i. Kita tidak boleh menyepelekan masalah seperti ini dengan alasan apapun. Karena dampaknya jelas tidak terpuji. Ingat!!! Bepergian dengan wanita lain, bisa menimbulkan fitnah. Kasihan juga wanita itu,"
Adzriel menjelaskan panjang lebar. Sedangkan Axel hanya diam, karena ia tau dirinya sudah melakukan kesalahan besar dan sudah mengecewakan kedua orang tuanya.
"Maafan aku aby." ujar Axel tanpa berani menatap wajah mereka berdua.
"Coba kamu jelaskan kenapa kamu melakukan itu?" tanya Zahra lembut, walaupun ia juga marah tapi ia berusaha menanyakan semuanya itu baik baik.
"Awalnya aku melihat dia lewat CCTV. Jujur akhir akhir ini, aku mengaguminya. Selain parasnya yang cantik, dia juga mandiri dan sholatnya pun gak pernah bolong. Karena aku sering dia sholat dhuhur di masjid dekat kantor di sela sela jam istirahatnya.
Saat aku liat CCTV, aku melihat dia sedang di keroyok oleh 3 karyawan di sana. Dan spontan aku langsung marah dan langsung lari menuju ruang kebersihan, di mana mereka berada. Melihat dia jatuh karena di dorong, membuat emosiku membara bahkan untuk pertama kalinya aku berteriak di depan orang lain. Aku juga langsung memecat mereka bertiga dan menyuruh Sam untuk membawanya ke jalur hukum atas kasus penyaniayaan dengan bukti CCTV.
Dan aku gak fikir panjang, aku langsung menggendongnya menuju ruanganku dan mengobatinya. Aku kasihan melihat dia di bully sama karyawan lain padahal dia cuma diam dan gak melakukan kesalahan apapun.
Dan setelah itu, aku melihat dia begitu lemas dan aku yakin dia belum sarapan pagi saat mau berangkat kerja jadi aku mengajak dia makan di restoran omma.
Dan setelah itu pulangnya, aku mengantarkan dia ke restoran karena aku tau dia gak punya uang. Jadi aku ingin mengantarkan dia dan aku juga sekalian ingin tau di mana kosannya.
di ambil oleh paman dan bibi nya, termasuk toko ayahnya juga.
Dan sejak saat itu, dia hidup sendirian dengan mengamen agar bisa bertahan hidup dan bisa melanjutkan sekolahnya. Dengan uang mengamen itulah, akhirnya dia ngekos di tempat terpencil dan juga kumuh. Bahkan perbulan cuma 300 ribu dari sangking kecilnya.
Dengan uang mengamen itulah, ia juga jualan sambil sekolah. Aku sangat salut padanya, gak semua orang bisa seperti dia. Aku sebagai laki laki yang mengaguminya, ingin menjadi penyemangat buat dia. Aku gak bisa membohongi diriku sendiri, aku mulai jatuh hati sama dia.
Aku ingin melindunginya, aku juga ingin menjaganya. " ucap Axel menjelaskan panjang lebar.
"Jadi itu alasannya, kenapa kamu memberikan kosan termewah punya aby buat dia?" tanya Adzriel.
"Apakah aby keberatan?" tanya Axel.
__ADS_1
"Aby gak keberatan sama sekali. Abu cuma berharap kamu bisa jaga jarak dengannya, aby gak suka kamu dekat dekat dengan dia." jawab Adzriel.
"Apakah karena dia anak yatim dan fakir miskin?" tanya Axel.
"Kamu jangan salah sangka. Aby dan umy gak pernah membeda bedakan tentang status sosial. Aby cuma hawatir sama kamu, aby takut kamu ada di jalan yang salah. Aby gak mau kamu terlalu dekat dengannya, tapi jika kamu maksa, ingin menjaga dan melindunginya. Sekalian kamu nikah. biar kamu dan dia juga terhindar dari dosa. Itu jauh lebih baik, dari pada kamu dan dia seperti ini." jawab Adzriel.
"Tapi aku belum siap jika menikah di usiaku yang sekarang aby. Aku belum siap. Karena menikah itu gak mudah, butuh kesiapan fisik, mental, financial, dan juga dibarengi usaha yang tidak sedikit. Mulai dari meniatkan diri untuk menikah, kemudian memulai mengambil langkah, menjalankan dan apalagi mempertahankan pernikahan, pasti itu sangat butuh energi lahir dan batin sepanjang waktu.
Belum lagi kehidupan setelah pernikahan, itu seperti medan perjuangan yang sesungguh-sungguhnya. Karena suami istri harus dituntut menggali keindahan sejati, melalui serangkaian suka duka dalam perjalanan kehidupan pernikahan.
Apalagi setelah kelahiran buah hati , membuat kebahagiaan terasa sempurna saja. Tetapi dibalik itu juga dibarengi perjuangan merawat, membesarkan dan menafkahinya yang tidaklah mudah. Menafkahi mungkin sedikit mudah mengingat keuangan yang aku miliki lebih dari kata cukup. Tapi merawat dan membesarkannya itu lah yang sedikit sulit.
Belum lagi jika ada kecekcocan dan tidak sepemikiran, pasti akan ada pertengkaran kecil. Aku masih belum siap untuk menjalani itu semua aby.
Lagian aku baru beberapa bulan menyelesaikan S2 ku, aku masih ingin menikmati masa masa sendirian serta fokus sama karirku. Aku hanya ingin menjaga dan melindunginya tapi bukan berarti untuk menikahinya. Mungkin 4 atau 5 tahun lagi, baru aku siap untuk menjalani rumah tangga." jawab Axel yang juga tak kalah panjangnya menjelaskan.
"Terus maumu gimana sekarang?" tanya Adzriel tegas.
"Aku janji, gak akan menyentuhnya lagi ataupun ngajak makan berdua apalagi sampai datang ke kosannya. Aku akan jarak tapi aku mohon izinkan aku menjaga dan melindunginya dari jarak jauh." jawab Axel.
"Lalu bagaimana jika dalam beberapa bulan ke depan, dia di lamar oleh orang lain?" tanya Adzriel.
"Ya mungkin dia bukan jodohku." jawab Axel.
"Baiklah aby setuju, aby harap kamu bisa pegang kata katamu itu. Jangan sampai aby mendengar kamu berduaan lagi dengannya. Jika memang ingin ngobrol berdua dengan dia, ajak teman temanmu tapi yang jelas jangan cuma berdua saja." ucap Adzriel.
"Baik aby." ujar Axel.
"Iya sudah ini sudah adzan Isya'. Sekarang kita siap siap untuk ke musholla, kita sholat Isya' berjamaah." ucap Adzriel.
__ADS_1
"Iya aby."
Dan setelah itu Adzriel, Zahra dan Axel pun pergi ke musholla untuk sholat berjamaah. Di Musholla sudah ada Aulia dan juga Ayunda serta beberapa asistennya.