Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Kembalinya Joan


__ADS_3

Keara duduk di depan laptopnya membaca email masuk dan memeriksa naskah untuk mengisi rubrik minggu ini. sesaat pikirannya fokus pada pekerjaan.


Sementara Hyuk siap dengan stelan jas hitamnya. rambutnya tertata rapi seperti biasanya. setelah memakan sarapannya ia bergegas menuju rumah keluarga Admaja. Hyuk menaiki mobilnya. di sepanjang perjalanan ia berfikir tentang banyak hal. tak terasa mobilnya sampai di pelataran rumah utama. bibi Nam menyambutnya.


"Pagi Hyuk". Bibi nam menepuk pundah Hyuk seolah memberi kekuatan padanya.


Hyuk mengangguk memberi salam pada bibi Nam. Hyuk segera berlalu dan menuju kamar Bram. ia berdiri di depan kamar itu sampai Bram membuka pintunya. terdengar suara tangis Arka. Ariani terdengar sedang menenangkan anaknya. Bram siap dengan stelan jasnya dan keluar kamar. ia tahu Hyuk sudah menunggunya.


"Pagi ini ada meeting tuan, kita juga akan berkunjung ke proyek baru". Bram mengangguk memberikan ponselnya pada Hyuk. sehari-hari di tempat kerja memang Hyuk yang memegang ponsel Bram. setiap pesan dan panggilan masuk ia yang akan membalas.


"Hyuk apa tuan Ma sudah melepas sahamnya dari kita?".


"Saya periksa sudah tuan. kita tidak terikat bisnis apapun dengan tuan Ma".


Bram sedikit terkejut, Hyuk terdengar biasa saja menyebut tuan Ma. dan pagi ini pun Hyuk terlihat seperti biasanya tidak ada yang berubah darinya.


"Kita langsung berangkat saja". Bram melewatkan meja makan. Bibi Nam menyiapkan bekal sarapan untuk Bram. Hyuk menerima bekal itu dan membawanya masuk ke dalam mobil. mobil melaju meninggalkan gerbang rumah utama menuju gedung Admaja Group.


***

__ADS_1


Keara datang ke gedumg Admaja Group membawa bekal makan siang. ia memasak untuk Hyuk.


"Aku ada meeting". Kata Hyuk saat menemui gadis itu di lobi kantor.


"Jadi tak mau makan siang?". Tanya Keara terlihat kecewa. ia sudah berniat makan siang dan yang terpenting ia ingin bertemu Hyuk dan memandang wajah tampannya. Keara berbalik, Hyuk mengambil kotak makan siang yang di bawa Keara.


"Aku ada meeting bukan berarti aku tidak makan siang". Hyuk meninggalkan Keara di lobi. Keara tersenyum memandang punggung Hyuk yang berjalan menjauh sambil membawa kotak makan siangnya.


***


Siang itu Hyuk ikut memimpin meeting dengan para kolega Admaja Group. dikarenakan Bram ada urusan lain yang menyangkut perusahaan juga.


"Tuan Hyuk lama tidak bertemu".


"Apa kabar tuan Joan?".


***


"Setelah ini aku akan menghancurkan Bram dan Admaja Group".

__ADS_1


"Kau tahu ada putraku disana".


Joan tertegun ia tidak mengerti dengan perkataan lelaki paruh baya itu. sejak kapan putranya bekerja di Admaja Group dan siapa, kenapa Joan tidak mengenalnya.


"Siapa tuan kenapa saya belum pernah mengenalnya?". Tanya Joan bingung.


"Kau mengenalnya dengan baik, dia selalu berdiri di belakang presdir Admaja Group".


"Hyuk?!".


Lelaki paruh baya itu menerawang. kedua tangannya bertumpu pada tongkat ukiran yang selalu ia bawa.


Joan tidak pernah menyangka ternyata Hyuk putra tuan Ma. lalu untuk apa Hyuk bekerja pada Bram kalau ayahnya saja pemilik perusahaan besar.


"Apa Bram tahu tentang ini tuan?".


"Kurasa dia tahu".


"Kenapa Hyuk tidak kembali pada anda dan memimpin perusahaan tuan?".

__ADS_1


"Dia keras kepala seperti ibunya, aku tidak berhasil membujuknya. jika kau berhasil membujuknya untuk kembali pulang aku akan memberikan mu imbalan besar, kau akan memiliki saham ku di perusahaan ini".


Joan mengerjap. saham tuan Ma di perusahaanya sungguh besar. karena setahunya separuh saham sudah di atasnamakan putranya yang berarti itu milik Hyuk. tuan Ma banyak membantu Joan di saat ia terpuruk. kini gilirannya membantu tuan Ma mengembalikan putranya dan menyingkirkan Hyuk dari sisi Bram. Bramantyo tidak akan berkutik jika Hyuk menjnggalkannya. Joan merasa puas dalam hatinya. ia merasa menang dan bisa dengan mudah membalas dendam pada Bram.


__ADS_2