
Setelah sampai di rumah, Ayu segera masuk ke dalama kamarnya. Di sana ia menumpahkan semua tangisannya. Balqis yang sudah mandi setelah bangun tidur, ia ingin membuat sesuatu untuk mama dan papa mertuanya namun ia malah melihat mamanya yang baru pulang menangis dan pergi ke kamarnya. Balqis pun gak jadi untuk ke dapur, ia memlih untuk menghampiri papa mertuanya dan menanyakan kenapa dan ada apa dengan mama mertuanya itu.
"Pa, mama kenapa?" tanya Balqis lembut.
"Coba kamu samperin mamamu nak dan tenangkan dia. Kasihan, dia pasti terpukul karena Aksa tak mau menuruti keinginan mama dan papa." Jawab Ezra sambil duduk di sova dan memijit pelipisnya. Rasanya kepalanya terasa mau pecah memikirkan putranya itu.
"Baiklah, aku akan menemui mama dulu." Ujar Balqis lalu pergi ke kamar mama mertuanya itu.
Sesampai di depan kamarnya, ia melihat mamanya lagi menangis kebetulan pintu kamarnya tak di kunci. Dengan pelan ia pun masuk dan menghampiri mama mertuanya.
"Ma, kenapa mama menangis?" tanya Balqis.
"Nak, mama kecewa sama Aksa. Dia sudah berani membantah omongan orang tuanya. Mama sudah merasa gagal menjadi seorang ibu." Jawab Ayu sambil terus menangis.
"Ma, ini bukan salah mama. Percayalah kelak Mas Aksa akan kembali sama kita." Ujar Balqis menasehati.
"Tapi nak, mama malu sama kamu dan papa kamu. Di saat malam pertama dia malah ninggalin kamu dan memilih menemui wanita lain. Padahal kamu baru jadi istrinya kemaren. Mama yakin, kamupun juga pasti sakit hati iya kan. Lagi lagi kamu harus mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya." Ucap Ayu menangis terisak isak, ia sudah tau masa lalu menantunya itu karena Dedi sudah menceritakannya.
"Mama gak perlu memikirkan aku. Memang sulit ma menerima kenyataan semua ini tapi apalah daya, kita hanya bisa bersabar dan berdoa semoga Allah membukakan kebenarannya agar Mas Aska bisa tau bagaimana sifat asli dari kekasihnya itu. Sekarang kita sama sama doakan Mas Aska ma, agar ia kembali sama kita dan menjadi anak yang menurut kepada mama dan papa. Aku sudah ikhlas dan pasrah dengan ujian yang aku alami saat ini, memang sakit dan sangat sakit ma tapi aku juga gak boleh lemah karena aku harus memikirkan orang orang yang sayang sama aku. Aku gak mau karena terus menerus memikirkan hal ini akan membuatku jadi sakit dan membuat orang yang menyayangiku jadi sedih. Sekarang sudah ada aku, aku akan jadi anak mama. Aku akan selalu ada buat mama." Ujar Balqis tersenyum walau hatinya tak bisa di bohongi, ia pun juga merasakan rasa sakit seperti yang di rasakan oleh mamanya tapi ia gak boleh menampakkan kesedihanya itu, ia harus kuat demi orang orang yang ia cintai dan yang mencintai dirinya.
__ADS_1
"Makasih ya sayang, makasih karena di saat mama sedih seperti ini. Kamu ada buat mama, mama bersyukur bsia mempunyai menantu seperti kamu nak. Kamu sangat berharga buat mama, orang tuamu pasti bangga mempunyai putri secantik dan sebaik kamu. Andai saja kamu yang menjadi anak mama, pasti mama akan bahagia." Ucap Ayu sambil memeluk Balqis.
"Saat ini aku adalah putri mama. Jangan anggap aku menantu ma, anggap aku seperti anak kandung mama sendiri karena aku pun sudah menganggap mama seperti mama kandungku sendiri." Ujar Balqis sambil membalas pelukan mama mertuanya itu.
"Iya sayang, mama gak akan menganggap kamu sebagai menantu tapi sebagai anak." Ucap Ayu senang.
"Dari pada mama menangis, ayo ikut aku ke dapur ma bikin kue."
"Emang kamu bisa bikin kue?" tanya Ayu sambil melepas pelukannya.
"Bisa dong. Aku sudah belajar." Ujar Balqis.
"Iya sudah ayo." Ucap Ayu, entah kenapa keberadaan Balqis di dekatnya mampu membuat hatinya tenang dan tak lagi sedih.
"Ada di ruang tengah ma, kasihan papa. Dia sedih, kita hibur papa dulu ya ma baru setelah itu kita bikin kue." Jawab Balqis.
"Baiklah, ayo." Ucap Ayu.
Ayu dan Balqis pun pergi menemui Ezra.
"Papa?" panggil Ayu sambil duduk di dekat suaminya.
"Sayang, kamu sudah gak sedih lagi?" tanya Ezra melihat istrinya kini bisa tersenyum lagi.
__ADS_1
"Enggak pa dan itu semua berkat menantu kita. Eh salah maksud mama itu berkat putri kesayangan kita pa." Jawab Ayu tersenyum sambil melihat ke arah Balqis.
"Makasih ya nak, sudah membuat mama tersneyum lagi.." Ujar Ezra tersenyum.
"Sama sama pa.. Papa juga gak boleh sedih, kita harus bahagia dan kita harus hadapi semua masalah ini dengan senyuman. Aku percaya tuhan tak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan kita." Ucap Balqis
"Iya kamu benar sayang." Ujar Ezra tersenyum lagi.
"Aku dan mama mau buat kue, papa mau ikut?" tanya Balqis.
"Bolehlah, papa ingin mencicipi kue buatan kalian." Jawab Ezra.
"Baiklah ayo."
Balqis, Ayu dan Ezra pun pergi ke dapur. Ayu meminta asisten rumah tangganya untuk tak ke dapur. Sedangkan Ezra memilih duduk sambil mencicipi cemilan yang ada di atas meja sambil melihat istri dan menantunya itu bikin kue.
Ezra bersyukur di saat saat seperti ini, tuhan mengirimkan malaikan seperti Balqis untuk berada di tengah tengah mereka. Sehingga Ezra dan Ayu pun tak larut dalam kesedihan.
__ADS_1