
Dua hari sudah Andi selalu ada di dekat Vita, dan selama itu juga Andi selalu ada di dekat Vita. Andi sangat memanjakan Vita sampai-sampai Vita merasa bahagia dan bisa sembuh dengan waktu cepat.
Sedangkan Victor dan Victoria hanya datang sesekali aja karena bagaimanapun mereka juga punya bisnis Yanga harus mereka urus. Victor dan Victoria menitipkan Vita kepada Andi karena mereka percaya Andi orang baik dan bisa menjaga putrinya. Jadi Victor dan Victoria bisa pergi mengurus bisnis dengan tenang tanpa khawatir dengan kondisi putrinya yang saat ini tak lagi seperti dulu.
"Mas, nanti sore. Aku boleh pulang kan? Aku bosen di sini," kata Vita dengan sedikit manja
"Iya, nanti kita pulang jam 4. Tapi tadi papa sama Mama kamu bilang, gak bisa jemput. Kamu gak papakan pulang berdua sama aku?!" tanya Andi
"Gak papa mas, malah aku seneng, gak ada yang ganggu." Vita tersenyum, sambil melihat ke wajah Andi yang menurut Vita semakin tampan.
"Nanti sebelum pulang, kita mampir ke kontrakanku dulu ya. Aku mau ambil beberapa bajuku,"
"Iya mas,"
"Iya sudah sekarang, kamu bobok dulu ya. Aku mau sholat dhuhur dulu,"
"Iya tapi sholat nya di sini aja ya, gak usah jauh-jauh."
"Iya, aku sholat nya di sini," jawab Andi tersenyum yang membuat Vita berbunga-bunga.
Vita pun berbaring, namun ia gak tidur hanya melihat Andi. Sedangkan Andi, ia pergi ke kamar mandi untuk ambil wudhu, selesai ambil wudhu. Ia segera keluar dari kamar mandi untuk ambil handuk kecil buat membersihkan wajahnya.
Vita terkesima, Andi sangat tampan sekali apalagi saat rambutnya basah seperti itu.
Sedangkan Andi sendiri, ia gak sadar dirinya di tatap terus oleh Vita.
Andi hanya membersihkan wajahnya lalu menyisir rambutnya dengan tangan karena memang ia gak bawa sisir dan gak ada sisir di ruangan itu.
__ADS_1
Setelah menyisir rambutnya dengan tangan, Andi langsung mengambil sejadah untuk sholat dhuhur.
Vita terus saja memperhatikan. Vita senyam-senyum sendiri melihat orang yang sangat ia cintai selalu ada di dekatnya 24 jam.
Selesai sholat, Andi memesan makanan di kantin, sambil nunggu makanan ia nonton tivi. Sejak Vita kecelakaan, Andi jarang megang hp bahkan walaupun Alexa nelvon, gak dia angkat bahkan chat pun gak di bales karena Andi takut membuat Vita terluka lagi. Yah walaupun sebenarnya, Andi sangat merindukan Alexa. Tapi ia harus tahan semua itu demi Vita, orang yang sudah mengorbankan nyawanya demi dirinya.
Setelah makanannya datang, Andi mau makan sendiri tapi melihat Vita belum makan, ia pun nawarin dulu.
"Mau makan bareng aku?" tanya Andi ramah
"Emang boleh?" tanya Vita
"Boleh," jawab Andi
"Iya udah aku mau tapi di suapin ya seperti biasanya," ujar Vita manja.
Andi pun nyuapin Vita walaupun dengan setengah terpaksa.. Padahal tadinya gak mau nawarin karena Vita sendiri juga sudah makan tadi jam satu siang. Makan bubur yang di siapkan dari rumah rumah sakit.
Sedangkan sekarang masih jam setengah dua, Andi fikir Vita masih kenyang.
Tapi nyatanya ia belum kenyang.
Entah kenapa kalau miskin sepiring berdua membuat mood Andi yang tadinya sangat lapar jadi gak selera.
Padahal tadi Andi nawarin cuma iseng karena gak enak sama Vita. Eh malah mau beneran. Ya sudahlah, mungkin udah nasib Andi.
Andi hanya makan 3 suap dan setelah itu di habiskan oleh Vita.
__ADS_1
Dulu makan sepiring berdua dengan Alexa, Andi gak seperti ini. Rasanya Andi malah waktu itu nikmat banget bahkan sampai nambah nasi dan lauk pauknya.
Tapi sama Vita, Andi selalu merasa moodnya kadang jelek bahkan mau makan aja males.
Padahal Andi udah belajar menyayangi dan mencintai Vita tapi nyatanya itu tak mudah. Karena hati dan fikiran Andi selalu tertuju pada Alexa. Wanita yang berhasil masuk ke relung hatinya yang paling dalam.
24 jam bersama Vita, rasanya bosan banget. Tak ada yang istimewa. Bahkan jam rasanya berjalan begitu lambat. Bahkan satu jam rasanya seperti satu hari penuh.
Andi kadang merasa gelisah sendiri, ingin keluar tapi Vita gak mengizinkan karena Vita gak mau jauh-jauh darinya.
Sehingga mau gak mau, walaupun bosan kayak apapun, Andi tetap bertahan di ruangan itu. Andi hanya banyak-banyak dzikir agar Andi bisa melalui semua ini.
Andi harus pura-pura senyum dan bahagia ada di samping Vita. Dan entah sampai kapan semua ini berlalu. Sedangkan Andi sudah berjanji akan selalu ada di samping Vita untuk selamanya sampai ajal menjemput.
Dan entahlah apakah dirinya mampu apa gak.
Andi cuma berharap, akan ada keajaiban yang membuat Andi bisa lepas dari ini semua.
Dulu saat sama Alexa, satu jam rasanya seperti 5 menit. Waktu seakan berjalan begitu cepat. Bahkan rasa rindunya belum terobati namun Alexa harus segera pulang
Bahkan Andi harus nunggu besok pagi untuk bisa bertemu lagi dengan Alexa. Bahkan walaupun tiap hari ketemu, Andi selalu saja merindukannya bahkan sampai-sampai hari Minggu pun Andi akan ke rumahnya, main seharian hanya ingin bertemu dengan Alexa..Ya walaupun sesampai di rumah Alexa, Andi hanya menemani aby nya bermain catur atau membantu cuci mobil, bersih-bersih taman dan lain sebagainya. Tapi paling tidak bisa bertemu Alexa.
\=\=\=
Setelah selesai menyuapi Vita, Vita pun merasa ngantuk hingga akhirnya ia memilih untuk tidur. Di saat seperti inilah, Andi merasa lega. Ia juga bisa beristirahat dan tidur di sofa.
Karena kebetulan di ruangan itu juga ada kursi sofa untuk keluarganya yang ingin datang menjemput pasien.
__ADS_1