Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Guru Les Buat Ayunda


__ADS_3

Sore hari Adzriel, Zahra, Ayunda dan Aulia pun pulang dari bersenang senang.


"Bagaimana liburannya? Menyenangkan?" tanya Alexa.


"Sangat menyenangkan kak. Minggu depan aby dan umy janji mau bawa aku ke sana lagi." jawab Ayunda dengan sangat antusias.


Sedangkan omanya sudah masuk kamar ingin segera istirahat karena capek. Adzriel dan Zahra cuma diem aja, mereka gak terlalu banyak mengeluarkan suara karena capek juga.


"Aih, aku Minggu depan juga mau ikut, kayaknya seru." ujar Alexa.


"Aku gak bisa karena Minggu depan harus pergi keluar negeri. Ada urusan bisnis." ucap Axel sedih.


"Lho sama siapa nak?" tanya Adzriel kaget mendengar putranya akan pergi keluar negeri.


"Sama Sam by, kan dia sekertaris aku." jawab Axel


"Gak bawa wanita itu kan?" tanya Adzriel. Walaupun anaknya sudah dewasa tapi Adzriel selalu memantau anaknya itu, takut jika anaknya itu salah jalan.


"Dia punya nama aby, namanya Afifah." jawab Axel.


"Iya kamu kesana gak bawa Afifah kan?" tanya Adzriel sekali lagi.


"Enggak lah by, ini kan urusan bisnis. Bukan bulan madu atau liburan jadi mana mungkin aku bawa Afifah keluar negeri. Mungkin nanti aku akan bawa dia setelah aku resmi menghalalkannya." jawab Axel.


"Iya sudah, aby seneng dengernya." jawab Adzriel lega.


"Oh ya Alexa, tadi katanya kamu pergi berdua sama teman perempuanmu tapi kenapa tadi di Mall ada dua cowok yang menemani kamu makan?" tanya Adzriel. Yah dia memang tadi dapat laporan bahwa anak perempuannya yang bernama Alexa sedang makan bareng dengan dua cowok dan satu teman cewek


"Oh itu tadi emang aku cuma berdua sama Vita pergi ke Mall, kami di sana jalan-jalan dan juga beli mainan buat keponakan temanku. Pas kami naik ke lantai 4, kami bertemu Dokter Andi yang lagi makan bareng temannya..


Aku dan Vita sudah berusaha untuk menghindar, kami memilih makan di lantai dua. Tapi saat aku dan Vita lagi asyik-asyiknya makan, mereka datang. Tapi aku gak ngobrol lama, karena setelah itu aku langsung ngajak Vita pulang." jawab Alexa menjelaskan secara detail.


"Oh gitu, oya sudah aby percaya sama kamu. Oh ya nanti habis sholat isya', akan datang seseorang." ujar Adzriel.


"Siapa aby?" tanya Alexa.


"Guru les buat Ayunda. 1 bulan lagi kan, Ayunda ujian kenaikan kelas. Jadi aby memanggil guru les buat Ayunda. Dan mulai nanti malam dia ngajar." Jawab Adzriel.


"Tapi kan ada aku aby yang mengajarinya, lagian aby juga punya tempat les yang bahkan ada 7 cabang, muridnya juga gak sedikit bahkan ribuan. Tapi kenapa aby malah memanggil seseorang buat ngajar Ayunda?" tanya Alexa tak mengerti.


"Tenang saja, guru les yang aby maksud itu adalah guru Ayunda di sekolahnya. Aby ingin memberikan yang tebaik buat Ayunda. Jadi nanti Ayunda akan les selama 2 jam lamanya. Dari jam 7 sampai jam 9." jawab Adzriel.


"Guru Ayunda, siapa namanya by?" tanya Alexa.


"Pak Edwin kak. Aku sendiri yang meminta aby agar Pak Edwin datang ke sini mengajari aku." jawab Ayunda tersenyum.


"Kenapa harus Pak Edwin? Dia kan cowok? Bukannya aby melarang berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, walaupun Ayunda masih kecil tetap saja mereka itu tak ada ikatan darah dan mereka gak boleh berduaan." ujar Alexa.


"Yang bilang cuma mereka berdua siapa? Nanti kamu harus nemenin Ayunda belajar." jawab Adzriel.


"Kenapa harus aku aby? Kan bisa Kak Adel, umy, oma atau Aby sendiri?" tanya Alexa.


"Aby inginnya kamu. Lagian kan di sini kamu yang paling santai hidupnya. Kamu juga kan sibuknya kalau saat kerja aja." jawab Adzriel

__ADS_1


"Baiklah." jawab Alexa lemas.


"Kalau aby tau, aku suka sama gurunya Ayunda. Akankah aby masih mau menyuruhku untuk menemani saat les nanti." batin Alexa.


"Kenapa bengong?" tanya Zahra.


"Gak papa umy." jawab Alexa tersenyum.


"Oh ya tadi tante Balqis nelvon umy pas umy liburan ke pantai." ujar Zahra.


"Emang ada apa umy? Tumben Tante Balqis nelvon?" tanya Alexa.


"Papanya Balqis, sakit. Dan sekarang koma di rumah sakit." jawab Zahra.


"Astagfirullah. Terus gimana umy?" tanya Alexa.


"Tadi pagi Tante Balqiz, Om Aksa dan putranya Alka sudah berangkat keluar negeri." jawab Zahra.


"Terus yang jaga Opa Dedi siapa?" tanya Alexa.


"Oppa Ezra dan Omma Ayu yang jaga sayang. Masih inget kan sama mereka?" tanya Zahra


"Iya mereka kedua orangtuanya Om Aksa kan?" Ucap Alexa.


"Iya kamu benar." jawab Zahra.


"Rencananya, besok pagi. Omma, Aby sama Umy mau keluar negeri jenguk papanya tante Balqis." ujar Adzriel.


"Iya udah gak papa aby, bagaimanapun dia kan masih keluarga kita biar nanti Ayunda, aku yang urus." jawab Alexa.


"Tapi aby, aku ini dokter. Aku gak faham masalah bisnis." ucap Alexa


"Nanti kamu kan bisa belajar sama Axel." jawab Adzriel.


"Tapi aby Minggu depan aku ada meeting lho keluar negeri." ujar Axel.


"Itu kan masih Minggu depan, lagian aby di sana paling lama 3 hari. Besok Senin Aby berangkat, Kamis aby pulang. Kamu kan Minggu depan yang mau berangkat." ucap Adzriel.


"Iya sudah deh aku setuju." ujar Axel.


"Iya, aku juga setuju." ucap Alexa walaupun sebenarnya ia berat menjalankan bisnis omanya tapi mau bagaimana lagi, ini sudah amanah dari abynya.


"Iya sudah aby dan umy mau mandi dulu. Entar lagi sudah adzan Maghrib. Ayunda, jangan lupa mandi juga." ucap Adzriel.


"Iya aby." ujar Ayunda.


Setelah Adzriel dan Zahra pergi ke kamarnya, Axel pun juga ikutan pergi menuju kamarnya. Kini tinggal Ayunda dan Alexa.


"Dek, jujur sama kakak. Kamu sengaja kan minta ke aby agar Pak Edwin menjadi guru les kamu di rumah?" tanya Alexa.


"Hehe iya kak. Aku lakuin itu karena aku tau, kakak suka kan sama guru tampan itu." goda Ayunda tersenyum.


"Kamu itu ya dek, bikin masalah." Ucap Alexa kesal sambil ngambil bantal untuk mukul Ayunda tapi Ayunda segera lari menuju kamarnya.

__ADS_1


"Hahaha." Ayunda ketawa sendiri.


Sedangkan Alexa geram dengan ide konyol adiknya itu. Alexa sangat takut bagaimana jika aby nya tau tentang perasaan yang ia rasakan kepada guru adiknya itu alias Pak Edwin.


Jujur di satu sisi Alexa senang Edwin bisa menjadi guru les Ayunda tapi di sisi lain, Alexa takut jika ke dua orangtuanya mengetahuinya. Alexa takut jika Alexa di suruh nikah. Apalagi aby dan umy nya sudah mewanti-wanti agar Alexa gak pacaran apalagi suka kepada orang lain.


Karena Adzan sudah berkumandang, Alexa pun bersiap-siap untuk pergi ke Mushola. Ia segera masuk ke kamarnya dan ambil wudhu. Setelah itu ia memasang mukenah dan pergi ke Musholla.


Alexa sudah bisa sholat lagi karena sudah suci hadas besar.


Di Musholla sudah kumpul semua keluarganya. Dan mereka pun sholat Maghrib berjamaah. Selesai sholat Maghrib seperti biasa, mereka berdzikir sebentar lalu ngaji bersama hingga Adzan Isya' berkumandang.


Setelah adzan, mereka pun sholat Isya berjamaah. Adzriel sebagai mampunya, tapi kadang Alex. Gantian.


Selesai sholat mereka masuk ke kamar masing-masing dan tak lama kemudian, Alexa, Aulia dan Zahra pergi ke dapur untuk masak makan malam.


Setelah selesai semua, merekapun kumpul di meja makan untuk makan malam.


Selama mereka makan, gak ada yang berbicara satu kata pun. Mereka semua menikmati makanannya masing-masing.


Selesai makan, mereka kumpul di ruang keluarga.


"Kenapa Pak Edwin belum datang juga ya? Padahal ini sudah telat 20 menit." ujar Adzriel.


"Mungkin ada sesuatu mas, jadinya dia telat." jawab Zahra.


"Lebih baik kita siap siap aja buat berangkat besok pagi. Biar Ayunda aja yang nunggu gurunya." ujar Aulia.


"Iya deh."


Akhirnya Aulia, Zahra dan Adzriel pun menyiapkan segala sesuatunya yang besok mau di bawa.


"Aku mau ke kamar dulu, ada pekerjaan yang harus aku urus." ujar Axel yang langsung pergi ke kamarnya.


"Aku juga." ucap Alexa.


"Tapi kak, aby kan nyuruh kakak buat nemenin aku." ujar Ayunda.


"Iya nanti kakak akan nemenin kamu, sekarang kamu nunggu sendirian aja ya di sini. Nanti kalau sudah datang kamu panggilin kakak " ucap Alexa tersenyum.


"Iya deh."


Setelah itu, Alexa pun segera pergi ke kamarnya. Ia meninggalkan Ayunda sendirian menunggu Pak Edwin datang.


Namun tak lama kemudian, ia mendengar suara Ayunda.


"Kak, Pak guru sudah datang." ujar Ayunda


"Iya bentar, kakak keluar." ucap Alexa dengan pipi merah karena malu dan jantung yang dari tadi berdetak lebih cepat dari biasanya.


Rasanya Alexa panas dingin, tapi ia berusaha tenang dan menemui Edwin.


Semoga nanti ketika bertemu Edwin, Alexa gak gugup dan salting (salah tingkah) karena itu pasti akan sangat memalukan sekali.

__ADS_1


Sebelum keluar, Alexa memastikan baju yang ia pakai rapi, ia juga sedikit memoles wajahnya dan juga ia menggunakan hujab panjang berwarna hitam polos.


Setelah memastikan semuanya rapi atas sampai bawah, ia pun keluar dengan deg degan, ia juga tak lupa membaca basmalah.


__ADS_2