Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Balqis Bersyukur


__ADS_3


 


Balqis dan Aksa membuka pintu yang akan menjadi kamarnya malam ini. Dan saat ia membuka pintu betapa terkejutnya dia melihat ruangannya yang sudah di tabur dengan bunga mawar.


"Ya Allah mas, aku gak menyangka akan mendapatkan sambutan sampai semeriah ini." Ujar Balqis menangis terharu.


"Aku juga gak menyangka bahwa mereka akan menyambut kedatangan kita, setelah aku mendengar bagaimana dulu kamu begitu membuat keluarga mereka hancur namun kini mereka malah sangat welcome sama kita bahkan mereka sampai rela memberikan kejutan seperti ini untuk kita." Ucap Aksa, setelah ia mengetahui masa lalu istrinya dan betapa dulu istrinya begitu keras kepala dan egois dan sangat ingin menghancurkan rumah tangga Zahra dan Adzriel namun sekarang setelah sekian tahun tak bertemu, Balqis malah mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari mereka. Aksa sangat bersyukur karena Balqis mempunyai saudara saudara dan juga keluarga yang tulus menyayangi dirinya.


"Ia mas, aku jadi malu sendiri sama diriku sendiri." Ujar Balqis yang masih menangis.


"Sudahlah jadikan itu pelajran agar kamu tak lagi mengulangi kesalahan yang sama." Ucap Aksa menasehati.


"Iya mas, aku janji." Ujar Balqis sambil menghapus air matanya.


Aksa dan Balqis membuka pintu samping kamarnya. Dan lagi lagi ia melihat kamar yang sudah di hias dengan sangat mewah.


"Aku gak nyangka ternyata di sini ada kamar juga." Ujar Balqis.


"Iya mungkin sebenarnya ini satu ruangan tapi di bedah jadi dua." Jawab Aksa.


"Terus nanti kita tidur di kamar mana?" tanya Balqis.

__ADS_1


"Aku sih terserah kamu, aku mah di mana aja. Oke" Jawab Aksa.


"Iya sudah tidur di kamar ini aja ya." Ujar Balqis.


"Iya sayang." Jawab Aksa.


"Mas mau mandi sekarang apa nanti?" tanya Balqis.


"Sekarang aja soalnya tubuhku rasanya gak nyaman dan ingin cepet cepet membersihkan diri." Jawab Aksa.


"Iya sudah ayo kita mandi bareng." Ujar Balqis.


Mereka pun membuka bajunya dan pergi ke kamar mandi dan lagi lagi ia melihat kamar mandi dan juga bathup yang penuh dengan buna mawar.


Setelah selesai mandi, Balqis baru ingat kalau ia gak punya baju karena tadi mama dan papanya melarang bawa apapun kecuali tas kecil yang selalu di bawa Balqis jika ke mana mana.


"Mas, kita gak punya baju. Gimana dong? Gak mungkin kan kita pakai yang tadi lagi." Ujar Balqis.


"Kenapa kita baru ingat sekarang? Seharusnya kita beli dulu tadi saat di perjalanan  pas mau ke sini." Ucap Aksa.


Dan tiba tiba, Balqis mendengar suara pintu kamarnya ada yang mengetoknya. Balqis pun menggunakan hijabnya dan membuka pintu, ternyata Zahra.


"Kamu dan suamimu pasti lupa kan gak bawa baju. Ini aku sudah siapakan semua untuk kamu. Ini masih baru semua kog, jangan hawatir." Ujar Zahra tersenyum.

__ADS_1


"Makasih ya." Ucap Balqis.


"Iya, kalau gitu aku ke kamar dulu." Ujar Zahra lalu pergi karena gak mau ganggu Balqis dan suaminya.


Balqis menutup pintu dan memberian baju kepada suaminya.


"Ini dari Zahra?" tanya Aksa.


"Iya dia emang baik banget." Jawab Balqis tersenyum.


Balqis dan Aksa pun segera memakai baju yang di berikan Zahra tadi dan setelah itu, mereka pun langsung sholat berjamaah dan setelah selesai sholat, mereka  langsun tidur karena mereka merasa hari ini lelah banget dan mereka ingin cepet cepet istirahat.


 


 


 



 


 

__ADS_1



__ADS_2