
Setelah jam 10 malam semua orang pada tidur. Mungkin mereka lelah setelah seharian mengurus pernikahan Axel dan Alesha dan juga pernikahan Alexa dan Andi.
Saat semua orang pada tidur, diam-diam Alesha pergi ke kamar Axel karena kebetulan kamarnya gak di kunci dan Axel pun belum tidur. Ia sibuk dengan laptopnya yang masih menyala.
"Kak?" panggil Alexa sambil menghampiri saudara kembarnya.
"Kamu ngapain ke sini? Gak tidur?" tanya Axel sambil menutup laptopnya. Sebenarnya ia belum selesai tapi karena kedatangan tamu tak di undang, mau gak mau ia harus menutup laptopnya dan menyelesaikan urusannya esok hari, toh tinggal sedikit yang belum terselesaikan.
"Gak. Aku gak bisa tidur. Aku ke sini karena aku tau, kakak juga belum tidur dan ternyata benar dugaanku. Kakak belum tidur hehe," ujar Alexa tersenyum sambil duduk di kursi dekat kakaknya
"Kamu gak bisa tidur pasti karena ada yang kamu fikirkan," tebak Axel yang memang tau kebiasaan Alexa. Ia gak akan bisa tidur jika ada sesuatu yang menggangu fikirannya.
"Hehe itu kakak tau. Aku ke sini karen aku ingin kakak jelaskan sama aku, apa yang membuat kakak sebahagia itu tadi saat kumpul keluarga?" tanya Alexa to the poin.
"Karena jujur itu mengganggu pikiranku hingga aku sulit tidur. Padahal tadinya aku gak mau tau, karena bagiku melihat kakak bahagia itu udah lebih dari cukup tapi ternyata rasa penasaran ku sangat besar," lanjutnya yang membuat Axel hanya geleng-geleng kepala dengan tingkat laku saudara kembarnya itu.
__ADS_1
"Kamu bisa banyakan itu besok Alexa," ujar Axel lembut.
"Kalau aku tanya besok, bisa bisa semalaman aku gak bisa tidur kak. Ayolah cerita, semakin cepat kakak cerita, semakin cepat aku bisa tidur. Karena kalau kakak gak cerita, itu akan menggangu fikiranku," jawab Alexa memohon.
"Baiklah aku akan cerita. Aku tadi siang ketemu Alexa,"
"Dimana?"
"Di restoran. Tadi saat mau makan siang, aku pergi ke resto dan aku ketemu dia disana. Kebetulan dia makan siang bareng ayahnya. Tapi ayahnya pulang dulu karena ada sesuatu. Jadinya aku makan di temani dia,"
"Aku nemenin dia ke toko buku. Karena kebetulan dia mau ke toko buku buat beli novel, jadi aku temenin sekalian setelah selesai mengerjakan tugas di kantor,"
"Kamu bawa Alesha ke kantor?"
"Iya. Setelah dari resto aku ngajak dia ke kantorku dulu baru setelah itu pergi ke toko buku," jawab Axel yang sebenarnya sudah mulai ngantuk dan juga capek beda dengan Alexa yang masih semangat dan sangat antusias sekali mendengar cerita Axel. Bukan cerita sih sebenarnya karena Axel merasa dirinya sedang di introgasi tapi Axel gak mau debat di malam hari hingga ia memilih untuk cerita dan menjawab jika Alex bertanya.
__ADS_1
"Terus setelah dari toko buku, kakak ajak dia kemana lagi?" tanya Alexa.
"Ke taman. Di sana aku dan dia ngobrol dan setelah itu aku membelikan dia es krim dan juga cemilan. Hanya saja saat aku tinggalin Alesha sebentar, aku melihat Alesha menolong seorang wanita,"
"Wanita? Siapa?" tanya Alexa penasaran.
"Entahlah aku gak tau. Tapi aku seperti merasa dia itu Afifah," jawab Axel jujur. Memang tadi ia seperti melihat Afifah ada di taman lalu ia jatuh dan di tolong oleh Alesha. Namun Axel pura-pura tak tau karena ia juga belum terlalu yakin karena jaraknya juga cukup jauh.
"Sudahlah jangan memikirkan Afifah. Kini kakak harus fokus sama Alesha, dia akan segera menjadi bagian dari keluarga kita,"
"Iya aku ngerti. Aku juga sudah berusaha melupakan Afifah dan belajar mencintai Alesha. Tapi kayaknya aku memang mulai tertarik sama Alesha, bukan tertarik, lebih tepatnya aku mulai menyukainya. Aku suka dengan semua yang ada pada dia hingga aku merasa nyaman ada di dekatnya," ujar Axel.
"Aku yakin cepat atau lambat, kakak akan jatuh hati sama Alesha. Dia wanita baik dan juga tulus. Aku yakin kakak akan bahagia sama Alesha. Oh ya setelah dari taman, kakak bawa dia kemana lagi?"
"Karena hari sudah sore, aku bawa dia pulang. Aku juga bertemu kedua orangtuanya di rumahnya. Sekarang kamu sudah tau kan ceritanya. Sekarang kamu keluar gih, aku ngantuk pengen tidur,"
__ADS_1
"Iya deh. Aku keluar. Aku sudah tenang dan gak ada yang mengganggu fikiranku lagi. Selamat Malam kakakku sayang," ujar Alexa sambil pergi dari kamar Axel dan menuju kamarnya sendiri. Sedangkan Axel hanya geleng-geleng kepala melihat sikap Alexa, saudara kembarnya itu.