
Setelah berjalan cukup jauh akhirnya merekapun menemukan lapak Afifah. Gak terlalu besar tapi juga gak terlalu kecil.
"Assalamualaikum." ucap Axel.
"Waalaikumsalam." jawab Afifah sambil melihat ke arah suara tadi.
"Lho Mas Axel, ngapain di sini?" tanya Afifah kaget melihat mantan bosnya ada di depannya dan dia bersama wanita yang wajahnya sangat mirip.
"Aku ingin beli baju di tempat kamu, gak papa kan?" tanya Axel yang lupa dengan keberadaan saudara kembarnya yang ada di sampingnya.
"Gak papa, tapi beneran Mas Axel mau beli di tempatku?" tanya Afifah karena ia gak yakin, seorang pria yang kaya raya mau membeli baju yang ia jual yang kualitasnya pun standar karena harganya hanya sekitar 50 rb sampai 350 rb.
"Sangat yakin sekali." ucap Axel mencoba meyakinkan.
"Hem ... Hem." Alexa mencoba untuk berdehem agar Axel menyadari keberadaannya yang ada di sampingnya.
Mendengar suara deheman, Axel menoleh dan ia tepok jidat karena ia lupa sama Alexa.
"Oh ya kenalin, ini saudara kembar aku." ujar Axel memperkenalkan Alexa.
"Hei, aku Alexa." ucap Alexa sambil berjabat tangan dengan Afifah.
"Saya Afifah, mantan pegawai Mas Axel." jawab Afifah gugup.
"Senang bisa bertemu sama kamu." ucap Alexa tersenyum.
"Iya, saya senang juga bisa bertemu dengan saudara kembar mantan bos aku." ujar Afifah ramah, ia gak nyangka kalau mantan bosnya itu punya saudara kembar yang sangat mirip dan cantik. Bahkan dia juga sangat ramah.
"Oh ya Mas Axel di sini mau beli baju apa?" tanya Afifah.
"Baju koko." jawab Axel gugup karena dari tadi ia hanya memandang wajah Afifah yang berbicara dengan Alexa.
"Bentar ya aku pilihkan buat Mas Axel." Ujar Afifah sambil mencarikan baju koko yang sangat bagus dengan kualitas bagus.
"Ini mau?" tanya Afifah sambil memperlihatkan baju koko berwarna Hitam dan putih.
"Mau." jawab Axel.
"Kalau gitu aku bungkus ya." ujar Afifah.
"Iya." jawab Axel yang bingung mau bicara apa. Semua kata-kata yang sudah ia susun di otaknya seakan hilang gitu aja.
"Nih mas." ujar Afifah sambil memberikan bungkusan yang berisi dua baju.
__ADS_1
"Berapa semuanya?" tanya Axel.
"200 rb." jawab Afifah karena memang baju yang ia pilih bagus dan mahal.
Axel pun mengambil uang dari dompetnya dan memberikan uang buat Afifah sebesar 400 rb.
"Ini uangnya." ujar Axel.
Afifah pun menerimanya.
Setelah itu, Axel bingung mau ngomong apalagi sedangkan dirinya enggan mau pulang karena masih kangen. Akhirnya Alexa pun yang ambil alih untuk berbicara.
"Biasanya nutupnya jam berapa?" tanya Alexa.
"Jam 3 tapi ini karena banyak yang order jadi nutupnya telat." jawab Afifah.
"Oh, kamu jualan online juga ya?" tanya Alexa tersenyum.
"Iya dan itu berkat ilmu yang di ajarkan oleh Mas Axel. Dan Alhamdulillah ternyata banyak yang beli secara online." jawab Afifah.
"Syukur Alhamdulillah." ujar Alexa.
"Gimana jika Mas Axel dan Kak Alexa mampir ke rumahku dulu, kebetulan rumahku gak jauh dari sini." ujar Afifah.
" Boleh, boleh aku mau." ucap Axel semangat yang membuat Afifah kaget mendengar suara Axel yang tiba-tiba.
"Aku bantu ya, boleh?" tanya Alexa.
"Boleh."
Akhirnya mereka, Axel dan Alexa membantu Afifah menurut tokonya.
"Iya udah ayo ikut aku. Oh ya kalian bawa mobil?" tanya Afifah.
"Iya ada di parkiran." jawab Axel yang berusaha melawan rasa gugupnya.
"Kalau gitu kalian berdua naik mobil aja, biar aku jalan kaki. Nanti kalian ikuti aku dari belakang." ujar Afifah.
"Kenapa kamu gak ikut kamu aja, pakai mobil?" tanya Alexa.
"Emang boleh?" tanya Afifah.
"Boleh, boleh banget." jawab Axel.
__ADS_1
Afifah tersenyum lalu mengangguk. Akhirnya mereka bertiga pun masuk dalam mobil dan mereka pergi ke rumah Afifah.
Afifah duduk di kursi depan, samping Axel sedangkan Alexa duduk di belakang sendirian.
Afifah memberikan petunjuk di mana rumahnya dan kebetulan rumahnya ada di samping jalan, jadi gak perlu masuk gang.
Afifah ngobrol berdua dengan Axel tanpa memperdulikan Alexa.
Ya begitulah jika jatuh cinta, lupa dengan ada yang sekitarnya.
Alexa pun memilih main game di hpnya. Namun tiba-tiba saja, ia dapat chat dari Ayunda.
"Kak, pulang jam berapa?" tanya Ayunda yang kirim pesan lewat WhatsApp.
"Bentar lagi kakak pulang, sekarang kakak masih nganterin Kak Axel dulu ketemu temannya. Kamu sudah makan?" tanya Alexa yang bales pakai WhatsApp
"Sudah kak tadi di masakin bibi." jawab Ayunda.
"Syukurlah, sekarang lagi apa?" tanya Ayunda.
"Lagi nonton tivi di kamar." jawab Ayunda
"Oh gitu, iya sudah kamu jaga diri baik-baik ya di sana. Gak lama lagi kakak pulang." ujar Alexa.
"Iya kak."
Setelah selesai chatan dengan Ayunda, Alexa pun main game lagi.
Dan tak lama kemudian, mereka pun sampai di depan rumah Afifah.
Mereka semua turun dari mobil.
"Ayo masuk." ujar Afifah setelah membuka pintu rumahnya.
"Iya. Assalamualaikum." ucap Axel yang masuk rumah Afifah dengan ucap salam begitupun dengan Alexa.
"Waalaikumsalam. Masuk, duduk aja. Maaf rumahku gak sebesar rumah kalian pastinya." ucap Afifah gak enak hati.
"Tapi menurutku rumah ini sangat nyaman dan asri walaupun di pinggir jalan." jawab Axel, yah mungkin karena di depan rumah Afifah di tanami banyak bunga jadinya agak asri
"Alhamdulillah jika Mas Axel suka dan merasa nyaman di sini. Bentar ya, aku buatkan teh dulu buat kalian." ujar Afifah.
"Gak usah repot-repot, kami di sini gak lama soalnya adik kami, Ayunda. Dia ada di rumah sendirian." ujar Alexa.
__ADS_1
Afifah pun mengerti, dia gak jadi buat teh.
Mereka hanya duduk dan ngobrol sebentar lalu setelah itu, Axel dan Alexa pun pamit pulang karena mereka gak tenang memikirkan Ayunda, sendirian di rumah. Yah walaupun di sana banyak asistennya.