
Ucapan Zain saat rapat kemarin memang bertujuan untuk menghentikan gosip yang disebarkan oleh Diana. Menurut mbak Franda Diana adalah orang yang pintar mengolah kata. Saking pinter nya dia dulu sempat hampir putus dengan mas Ari, karena termakan ucapan Diana. Tapi mas Ari tidak bisa-bisa apa, karena tidak mungkin dia memberikan sangsi kepada Diana hanya karena masalah pribadi.
"Masih mau lanjut, bekerja di sini?" Tanya Raka, menghampiriku setelah makan siang dengan papa.
"Maksudnya ?"
"Tentang kejadian kemarin dan gosip yang disebarkan Diana?"
"Kamu tahu?"
" Tahulah kan gosip itu rame,aku dengar ga sengaja pas pulang kemarin."
"Padahal kemarin siang mas Zain sudah membuat klarifikasi Tetang alasan kenapa Diana di ganti sama aku."
"Ya begitulah , sebenarnya mas Zain sudah cukup sabar menghadapi sikap Diana yang suka gosip. Selama ini meski Diana suka gosip kerja Diana lumayan bagus, karena itu mas Zain selalu mempertahankannya. Tidak tahunya malah koropsi,"ucap Raka.
"Ko kamu tahu kalau Diana korupsi ?"
" Kan yang meretas ponsel Diana aku," bisik Raka membuatku melotot.
Wah jangan sampai dia meretas ponsel aku juga,bisa bahaya ini.
"Aku gak bakalan meretas ponsel mu, karena ga ada gunanya."
"Syukur deh,"jawabku acuh.
"Tapi kalau kamu bersikap tidak baik aku bisa meretas ponsel mu!"
"Ih memang aku ngapain ga baik!"
"Menolak cinta mas atau meninggalkan mas demi lelaki lain."
"Ah gak jelas deh !"
"Jelas seperti yang pernah mas katakan , mas mau serius sama kamu. Tidak main-main seperti waktu masih kuliah dulu, umur mas sebentar lagi 29 ."
"Tua dong ?"
"Makanya ayo nikah,kamu sebentar lagi 24 mas 29 pas kan!"
Aku masih gak percaya dengan perasaan mu mas. Aku takut cuma kamu permainkan saja mas.
"Kerja ,kerja jangan pacaran saja oi!"
"Apaan sih mas, siapa juga yang pacaran !"
"Gak pacaran tapi pulang kerja kadang bareng, menikmati bekal makan siang bersama."
"Biasa mas perempuan kan malu-malu tapi mau,"canda Raka.
__ADS_1
"Udah kalau kaya begitu langsung lamar saja ke orang tuanya ka," ucap mas Zain.
"Sudah mas , restu keluarga sudah aku kantongi tinggal nunggu kakakku nikah baru kami lamaran." Ucap Raka membuatku malu, apalagi mas Zain menanggapi dengan tersenyum misterius. Ahkirnya Raka kembali ke meja kerjanya saat jam kerja di mulai.
Aku lalui hari demi hari kerja dengan mas Zain, yang ternyata lebih repot dari kerja bersama papa. Jika sama papa ada mbak Franda dan mas Ari yang membantuku, berbeda dengan mas Zain tidak ada yang membantu ku sama sekali.
Tidak terasa sudah seminggu aku kerja dengan mas Zain, gosip yang beredar juga sudah mereda. Tapi masalahnya sampai sekarang belum ada tanda-tanda anak baru yang datang menggantikan aku akan datang.
"Ini data dari finance sepertinya ada kesalahan mas?" Tanyaku pada mas Zain sambil menunjukkan laporan pada mas Zain.
"Aneh Lando orang yang teliti coba aku cek dulu. Kamu panggil Lando kemari sekarang !"
"Iya mas,"ucapku berjalan keluar. Setelah berhasil menghubungi Lando aku menemui Raka, di meja kerjanya.
"Bisa minta tolong gak,mas?"
"Jika ada maunya saja manggil mas,"dengus Raka membuatku tak enak hati.
"Ada apa?"
"Aku mengecek laporan mas Lando ada yang salah, anehnya salahnya terkesan di sengaja. Waktu aku lapor ke mas Zain , menurutnya mas Lando itu orang yang teliti."
"Terus kamu minta aku ngapain ?"
"Cek CCTV ruangan mas Lando, please !"
"Kemarin. "
"Aku akan usahakan,tu Lando datang." Aku bergegas lari ke meja kerja ku.
"Mari mas masuk sudah di tunggu mas Zain di dalam !"
"Hmm."
"Ada apa Zain ?"
"Coba kamu cek ini laporan yang kamu buat kemarin kan ?" Tanya Zain sambil menyodorkan laporan yang udah di cek.
Setelah 15 menit,"Ini memang laporan yang buat aku,tapi nominalnya salah ini terlalu mengada-ada." Ucap Lando sambil melihat kearah ku.
"Aku juga belum memberikan ini padamu, kenapa sudah ada tanganmu?" Tanya Lando sambil menatap tajam kearah ku.
"Aku tidak tahu,tadi pagi laporan itu sudah ada di mejaku. Setelah aku cek aku bertanya ke mas Zain , karena merasa ada yang janggal."
"Jangan bohong, bukan lo sengaja menjatuhkan aku kan. Seperti yang Lo lakukan pada Diana kan?"
"Gila! GA ada untungnya buatku, menjatuhkan kamu atau Diana !"
"Jangan munafik kamu! Kamu bilang ga ada untungnya, apa Lo lupa posisi yang Lo tempati itu adalah tempatnya Diana !"
__ADS_1
"Gila! Jadi Lo pikir gw sengaja memfitnah Diana hanya demi posis sekertaris ini?"
"Bukan memfitnah tapi kenyataannya begitu !" Ucap Lando tak kalah keras.
"Aku tidak menuduh kalian,aku memanggil kalian untuk menyelesaikan masalah ini," ucap Zain tenang.
"Mas pinjam interkom," ucapku yang langsung menghubungi mas Ari.
"Mas bisa ke ruangan mas Zain sekarang !" Tanpa menunggu jawaban mas Ari ,aku langsung mematikan interkom.
"Cari bantuan Lo,gw denger mas Ari tetangga mu dan Lo masuk ke sini atas koneksi nya !" Ucap Lando sambil tertawa ngakak menghinaku.
"Ada apa sih Kia mas lagi sibuk !"
"Sekarang juga aku gak mau tahu caranya,mas hubungan SDM untuk mencari pengganti ku!"
"Ada apa sih ini, sekertaris Zain lagi tahap interview dan tes dari bagian SDM !"
"Dia yang membuat kacau divisi keuangan,!"ucap Lando sinis.
"Kia menunjukkan laporan buatan Lando yang salah, tapi setelah di konfirmasi Lando tidak merasa memberikan laporan itu pada Kia." Jelas Zain membuat mas Ari mengagukkan kepalanya.
"Kenapa tidak cek CCTV," ucap mas Ari.
"Ya betul itu biar jelas masalahnya," ucap Lando.
"Tapi pak Fian sedang meeting di luar bersama Pandu."Ucap Zain dan mas Ari lantas melirikku.
"Kenapa,!"ketus ku. Karena kesal di tuduh merebut posisi Diana.
"Pak Fian pernah bilang CCTV ruangannya dan semua lorong di lantai ini , password nya sama dengan CCTV yang ada di rumahnya." Ucap mas Ari membuatku paham sekarang maksudnya.
"Oke,gw ambil laptopku dulu!" Aku melangkah keluar dan masuk kembali setelah mengambil laptop ku.
"Tunggu kata mas tadi semua CCTV ruangannya dan semua lorong di lantai ini. Password nya sama dengan CCTV yang ada di rumahnya pak Fian dan hanya beliau yang tahu, lantas kenapa anak baru ini?" Tanya Lando menggantung pertanyaannya.
"Karena gw anaknya,puas Lo. Kalau gw mau jangankan menggeser posisi Diana, menggeser posisi mas Zain aja gw bisa ."
Tidak ada komentar yang terdengar hanya suara mas Ari yang terkekeh. Sepertinya ketiga lelaki itu sedang berkomunikasi lewat mata, atau mungkin juga telepati bodo amat.
"Tu lihat siapa yang sengaja menaruh laporan. Aku mau keluar cari kopi." Ucapku langsung keluar untuk membeli kopi .
Aku kembali ke ruangan setelah satu jam nongkrong di kedai kopi, dengan menenteng makanan dan kopi pahit. Nampak mas Zain dan Lando masih ngobrol dengan mas Ari.
"Kia bisa kita bicara sebentar ,?" tanya mas Zain.
"Ga usah membahas pekerjaan lagi, mulai besok aku udah gak mau kerja sama mas. Hari ini aku akan selesaikan semua pekerjaan ku yang belum selesai." Ucapku sambil memulai bekerja mengacuhkan mas Zain,mas Ari dan Lando.
Bodoh amat di bilang anak bos sombong, yang penting hari ini pekerjaan ku selesai biar besok tidak perlu masuk kerja lagi.
__ADS_1