
***
" Bocah itu belum datang ? " Seru lifah
Melda menyeringit ,
" Mel kau sudah berpacaran dengan nya ? "
" Ohok-ohok .." Melda tersendat dan menatap dingin lifah , Kalau bicara itu ya di pikir dulu yang mendasar ! "
" kurang mendasar apa lagi coba kalau kau bahkan mau di antar bocah itu tanpa sedikit pun pengelakan "
" Wah ! , Memang nya kalau mau di antar itu harus pacaran ya ? , Inget kau yang bilang jika enakan naik mobil jadi ya udah aku mau lagi juga dia ke arah yang sama jadi why not "
" ya ya ya , eh ya tapi tumben dia tidak kesini sudah jam segini " jam sudah menunjukkan pukul 11 kurang sedikit
" Mana ku tahu , " timpal Melda datar
Sementara qayla tengah memasak di dapur toko
" Hmm harum banget masakan nya " lirih lifah pelan yang di respon Melda dengan berjalan pergi meninggalkan nya , lalu segera di susul lifah
" Wah wangi nya harum banget qay , " gumam Melda melihat qayla dan beberapa hidangan yang sudah masak di meja
" Cah , cobalah .. " seru qayla menyuapini Melda dan lifah
" Emmm ini enak , serius enak banget " ucap Melda
" Ahhh setujuu , " Sambung lifah memberikan dua jempol nya sambil mengunyah
Qayla tersenyum melihat dua sahabatnya memuji masakannya " Aku sudah membuatkannya untuk kalian juga " seru qayla sambil mengemas kotak makan siang yang di buat
" Terbaikk " ucap lifah mengacung jempol nya
" Maaf ya aku tidak bisa ikut makan siang bersama kalian , tapi gak lama ko begitu selesai aku akan segera kembali " gumam qayla melihat dua sahabatnya itu
" eayy pergilah , tak usah khawatirkan kita " seru Melda tersenyum , ohh cepatlah sedikit lagi jam makan siang .. "
Mereka pun mengantar qayla keluar menaiki taxi ,
" Dahh , hati-hati yaa .. " ujar Melda dan lifah melambaikan tangannya
Taxi tersebut pun pergi meninggalkan smiling flower ..
" Ayukkk , " menggandeng Melda masuk ,
Sementara di kingdom IT , raii duduk di kursi Presdirnya masih berkutik di depan laptop nya .
Tak lama perjalanan taxi yang di tumpangi qayla sampai di depan loby kingdom IT , qayla pun turun lalu berjalan masuk
Baru saja ia melangkahkan kakinya , semua karyawan yang melihat nya menunduk hormat menyapa . Yaaiya lah karena ia adalah nona raii Nugraha pemilik kingdom IT perusahaan terkenal di 12 negara , Belum lagi pemilik pusat pembelanjaan di mana-mana dan pemilik bangunan yang berada di rell kereta api . Crazy rich yang terkenal arogan , dingin dan kejam di mata dunia dan lawan
Qayla tersenyum sesampainya di resepsionis , " aku ingin bertemu dengan raii "
" Nona , nona muda tidak perlu bilang dengan kami . Silahkan nona biar saya antar "
" Tidak usah , tidak apa-apa aku sendiri saja kalau gitu aku permisi ya " seru Qayla menuju ruangan raii
" Pantas saja Presdir terlihat begitu mencintai nona Qayla , perangainya begitu baik , lugu dan beliau tetep sederhana " ucap sang resepsionis
" Shittt , tetep saja ia bagai istri simpanan yang tak di anggap bahkan pernikahan mereka saja di gelar tertutup tak banyak yang tahu jika wanita itu ternyata istrinya Presdir apa lagi dia benar-benar gak layak untuk menyandang sebagai nona raii Nugraha . Pikir baik-baik Presdir melakukan pernikahan itu karena perjodohan bagaimana mungkin Presdir mencinta wanita murahan itu ! "
" Sasa , kamu kenapa si berkata sejahat itu . Kau juga perempuan kan bagaimana jika ucapan mu di peruntukkan untuk mu ? " ujar sang resepsionis yang baik
" Omong kosong , jelas itu tidak akan terjadi ! " Ucap Sasa pergi ..
Kini qayla sudah berada di depan pintu ruangan raii dengan kotak makan yang ia bawa di tangan nya , dan ternyata ia bertemu dengan Ahyar yang sedang berjalan ke arah ruangan raii untuk pergi makan siang .
Ahyar melihat kotak makan di tangan qayla , " ah kalian akan makan siang berdua " seru ahyar mengingat kembali saat pagi mengantar ke supermarket membuat qayla menundukkan wajahnya
" Dia masih tak bersemangat makan siang setelah kau bilang tidak bisa makan siang bersama nya . Masuklah , kalau gitu gua pergi makan siang dulu " ucap Ahyar informal karena mereka kan emang teman satu sekolah ya walaupun beda jurusan ,
" Oh ya ini aku membuat makan siang banyak , ku kira kau akan ikut makan siang bersama kita . Eh tapi jika tidak mau kau bisa memberikan nya dengan orang lain dari pada di buang "
" Oke , makasih " seru ahyar menerima nya lalu kembali ke ruangan ia memutuskan untuk tidak pergi makan siang karena akan memakan banyak waktu soalnya setelah selesai jam makan siang dia harus pergi untuk mengurus Beberapa kerjaan di luar .
Qayla pun mengetuk pintu ruangan raii ,
" Masuk ! " Sahut raii
__ADS_1
Lalu qayla masuk ..
" Sayanggg " seru raii tersenyum tak menyangka jika qayla datang kemudian menghampiri istrinya itu
" Cah , aku membuatkan makan siang " gumam qayla menunjukkan kotak makan siang yang ia bawa
" Ouhh istri ku ini , kamu kesini naik apa sayang ? " Seru raii yang tak henti-hentinya tersenyum
" Taxi , " sahut qayla sambil membuka kotak makan nya , aku membuat nya dan semoga kamu menyukainya .
" Apapun yang kamu buat untuk ku , aku pasti akan menyukainya " ucap raii menyuap nya ,
" Wah ini sangat enak , " puji raii mengelus lembut kepala qayla , besok sopir akan stay di smiling flowers agar supaya kau tidak perlu naik taxi lagi kemana-mana .
" Gak usah , " geleng qayla , aku senang naik taxi seru qayla tersenyum Sambil menguyah
masih dengan raii yang tak hentinya menatap wajah qayla , ia selalu terpesona dengan paras teduh nan cantik istrinya itu
" Ah ada apa ? " Ujar qayla melihat raii lalu sambil sesekali menyeka daerah bibirnya takut ada makanan yang tertinggal
Membuat raii tersenyum ,
" aku mencintaimu " lirih raii . Pandangan mata mereka saling bertemu dengan qayla yang tersenyum tipis menundukkan wajahnya lalu raii perlahan mendongakan lembut dagu qayla hendak mencium nya ..
~ Ceklek .. " oh benar-benar manik kerja ! sudah jam makan siang saja masih di ruangannya ," Seru Dina begitu saja masuk membuat qayla dan raii terkejut padahal saat itu wajah mereka sudah begitu dekat
" Ahh maaf-maaf sayang ibu gak tahu .. " ujar ibu Dina merasa bersalah telah mengganggu anak dan menantunya
" Uhff .. " Hela nafas raii
" Yaa maaf ibu kan gak tahu kalau ternyata kalian sedang berduaan " ucap Dina duduk melirik raii ,
" emm menantu ibuu , sayang kamu membuat kotak makan siang lucu banget ? . Tanya ibu dina
Qayla tersenyum , " ibu sudah makan siang belum ? " tanya qayla
" Sudah sayang sebelum ibu mampir kesini mau kasih sesuatu dan kebetulan ada kamu nya juga " seru Dina mengeluarkan sesuatu dari tas nya
" Jengjenggggg .. " sebuah kunci dan lisensi semacam itu lah
" Apaa ? " Tanya raii
" Bu kalau raii dan qayla mau liburan kita juga pasti akan pergi tanpa ibu Suruh "
" Si maniak kerja mana ada pikiran kesana , sayang kamu bisa pergi liburan bersama-sama . hadiah untuk menantu ibu jadi terima ya qay lagi pula dari kalian menikah , kalian belum pergi-pergian berlibur kan , kalian semua harus pergi kesana karena tempatnya sangat indah , tolong terimaa .. " seru ibu Dina dengan menantunya
" Eum terimakasih ya Bu , ibu Dina seharusnya tidak perlu repot-repot "
" Gak dong sayang , ibu kan memberikan ini sebagai hadiah untuk kalian semua . Melda dan lifah juga pasti akan senang pergi liburan" ucap Dina , oh ya sayang ikut ibu yuk kebutik " ajak Dina mengunjungi butik nya
Qayla pun mengiyakan nya , padahal niatnya setelah makan siang ia akan langsung kembali ke toko bunga nya .
" Biar raii yang antar .. " seru raii
" Baiklah .. " sahut Dina berjalan mengandeng menantu nya pergi , sedangkan raii mengikutinya di belakang .
Sementara di sebrang sana , " Mel kamu jaga toko sebentar ya aku mau nganterin pesanan buket . Soalnya qayla WhatsApp kalau dia mungkin agak lama kembali nya karena ada Tante Dina " seru lifah memegang buket bunga
~ permisi .. ~ seorang pelanggan baru saja datang
" Lif , sini biar aku yang anterin pesanannya , kamu yang di sini soalnya aku kan gak terlalu mahir ngerangkai buket . serahin ajah ini ke aku yah daah " ujar Melda bergegas pergi
" Mel hati-hati ya " teriak lifah
" Ehm... " sahut nya dan Melda pun pergi menuju alamat pesanan ,
Di lobby , " Wah nyonya Nugraha sepertinya sangat menyayangi nona qayla yaa , semoga kelak aku memiliki mertua yang bisa menyayangi ku ," seru salah satu karyawan
" Cih .. " umpat Sasa
***
Melda tengah berada di taxi kembali menuju smiling flowers setelah selesai mengantar pesanan buket ,
" Pak , berhenti di depan saja ya " seru Melda
" Baik nona .. " sahut sang sopir taxi memberhentikan taxinya di depan gang ,
Melda turun kemudian berjalan sedikit ke kedai minuman yang berada tak jauh di depannya , ia memesan 3 buah minuman segar kemudian melangkah ke toko smiling flowers .
__ADS_1
Di pertengahan jalan , " hei , bukankah kita jodoh " sebuah mobil berhenti di sampingnya
Melda menghela nafas panjang ,
" Maaf tak mengunjungi Kaka lebih awal karena ada sesuatu yang harus sedikit ku urus " ujar nya kini sudah berdiri di samping Melda
" Tidak masalah , kuharap malah kau tidak akan datang menemui ku lagi . Tolong mengertilah bahwa aku memang tidak akan pernah bisa menjadi kekasih mu , kita hanya bisa berteman saja , ah tidak jika kau tidak mau ! "
" Kenapa ?! , Tapi kenapa ! . " Seru Devan tegas menarik tangan Melda yang hendak pergi
" aku tidak bisa , jadi Berhentilah bertindak lebih jauh " ucap Melda melepaskan tangan Devan lalu pergi , Devan yang tak terima dengan jawaban Melda mengejar nya tapi tanpa sadar di belakang nya tengah berlalu kencang sebuah mobil dengan suara rem yang berdecit dan ,
" bommm " ia tergeletak tertabrak mobil itu
" Hahhhh .. " gumam Melda kaget berlari menghampiri nya , ya Devan , devann ! astaga . Ya tolong lihat aku " seru Melda sudah menangis ..
Pejalan kaki yang melihat pun menghampiri nya tapi tak ada yang menolong , dan sialnya juga satu mobil pun tak ada yang lewat ,
" Yaa , bangunn hiks hiks " ucap Melda
Hingga ada satu mobil melintas lewat kemudian di berhentikan oleh salah satu pejalan kaki , meminta bantuan . Awalnya mobil itu enggan untuk membantu tapi saat ia melihat dari kaca spion sosok wanita yang tengah menangis . Tanpa basa basi ia segera turun dan membantu nya ,
" Naiklah .. " seru ahyar , ya mobil yang tengah melintas itu adalah mobil ahyar yang baru saja selesai mengurus berkas perkejaan di perusahaan klien .
Melda menoleh diam menatap nya ..
Devan pun di bantu pejalan kaki masuk mobil lalu pergi menuju RS ,
Disepanjang jalan Melda masih menangis khawatir , " kau harus bangun .. " seru Melda , yang hanya di perhatikan dari kaca spion mobil . Hingga tibalah mereka di RS
Devan langsung segera di tanganin dokter ,
" Kau tenanglah .. "
" Dia , dia tidak akan kenapa-kenapa kan ? " Tanya Melda menghapus air matanya di pipi
" Mudah-mudahan saja , " sahut Ahyar
Mereka pun duduk di bangku tunggu ,
" Ia seperti ini karena aku , kalau saja ia tidak mengejar ku ia tidak akan seperti ini " lirih Melda bersalah
" Jangan salah kan diri mu , karena apa yang terjadi mungkin memang sudah jalannya " seru ahyar menenangkan Melda
Hingga tibalah seorang perempuan cantik yang mungkin berusia hampir sama seperti Devan panik di depan pintu ruangan , " kau ! , Devan seperti ini karena kau kan ! " Seru nya penuh penekanan berbicara dengan Melda
" Kau tidak bisa main menuduh seseorang " ucap ahyar
" Ehk , ini pasti karena dia , orang yang membuat Devan mengalami hari-hari yang sulit . Cih " seru wanita itu
Dokter pun keluar , " bisa bicara dengan keluarga korban ? "
" Saya dok , saya sahabat dekatnya " ucap wanita itu
" Apa tidak ada keluarga pasien .. ? "
" Mereka sedang sibuk dok jadi dokter bisa bicara saja dengan saya " ujar nya
" Baiklah , pasien hanya mengalami luka-luka ringan dan shock saja di karena kondisi nya yang lemah untuk beberapa hari pasien akan dirawat inap , saya permisi " ucap dokter
Kelegaan di raut wajah Melda , tapi beda halnya dengan wanita itu yang menatap sinis Melda sebelum ia melihat devan yang masih belum sadar .
Melda menatap kasar melihat Devan dari jendela pintu ruangan .
" Ia akan segera sadar , kau tidak perlu khawatir " ujar Ahyar
" Terimakasih sudah membantu ke sini , kau bisa pergi . maaf jadi membuang waktu mu " ucap Melda
" Aku akan di sini menemani mu , setidaknya sampai ia terbangun " seru ahyar
Tak ada jawaban dari Melda ..
Karena hari yang sudah semakin menjelang sore , lifah sudah rapih mengunci toko , ia tampak begitu khawatir dengan Melda yang tak kunjung kembali . " Duh Melda ko belum kembali-kembali juga , dari tadi telponnya juga gak di angkat lagi " seru lifah di depan toko , ini dia langsung pulang atau gimana si ? Kalau langsung pulang si ya gapapa tapi kalau ada apa-apa gimana . Heran banget ponsel tuh di gunain buat kepentingan tapi lihat ponsel di tangan mereka gak ada kegunaan ! " Oceh lifah khawatir yang akhirnya memutuskan menelpon qayla untuk menanyakan Melda ,
-
-
-
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻