
Begitu di dalam , " iannn , di sini " seorang wanita berparas cantik dengan rambut panjang tergerai melambaikan tangannya di sebuah meja yang sudah banyak tertera hindangan dan Ian pun berjalan menghampirinya dengan lifah yang sempat bingung harus kesana juga atau diam mencari tempat duduk lain ,
" Di sana , kita duduk sana " seru Ian dengan lifah yang akhirnya di ikuti lifah
Wanita itu mempersilahkan duduk tapi tatapannya melihat kearah lifah ,
" anda si... Siap ? " Tanya wanita itu melihat lifah yang berdiri di belakang ian
" Ah , kenalkan ia kekasih ku . lifah " ucap Ian berhasil membuat lifah terkejut menoleh kearah nya
" Duduklah " ujar Ian tersenyum menarikan kursi untuk nya dan tersenyum hangat
yang di tatap wanita itu , " silahkan .. "
" ya .. " gumam lifah sambil tersenyum Canggu dan garing pastinya melihat Ian dan juga wanita di depan nya itu dengan paras cantik nya
" Ah , jadi kau sudah memiliki kekasih yaa . " Gumam wanita cantik itu melihat lifah
" Yaa " jawab Ian singkat
" Emm jadi dia adalah kekasih mu , apa kau tidak punya rencana untuk putus dengannya ? " Tanya wanita itu menatap Ian
Sementara lifah kaget dengan pertanyaan yang terlalu terus terang itu sambil hendak memegang sendok untuk memakan makanan nya ,
" sama sekali tidak . Aku sangat menyukainya " seru Ian
" Haha , begitu rupanya . Tentu saja kau harus terus bersama nya " gumam wanita itu tersenyum getir
" Sorry , sepertinya saya tidak bisa lama , karena kita harus pergi " ujar Ian melihat lifah
" Ahh , Iyah .. " sahut lifah pelan-pelan meletakkan kembali sendok yang hendak ia ambil
" Saya akan membayar makanan nya " seru ian
Sopan dan pergi meninggalkan restor tersebut ,
" Jadi kau ke sini untuk menolak nya dengan dalil aku sebagai alasan "
" Ehm .. " sahut Ian
" Uwah ! , Kenapa tidak bilang dulu siii ! Kan aku bisa setidaknya siap-siap agar tidak malu-malu in dan minimal agar bisa terlihat tak kalah saing dengan nya ! , Paling tidak untuk tidak memalukan diri ku sendiri ! . Kau membuat ku malu di hadapannya dengan tampilan ku yang kucel dan lesu kemudian dengan bibir ku yang pucat tanpa polesan pewarna bibir yang sudah hilang ini . Di Bandingkan dengan wanita tadi yang jelas-jelas cantik pantas saja di tampak tak percaya dengan pernyataan mu tadi dan terang-terangan menanyakan tentang rencana berakhirnya status mu , secara tak langsung kau membuat ku tampak jelek di hadapannya " protes lifah sambil jalan kesal
__ADS_1
Grugggkk ... Grugggkk .. gruggkk , suara perut lifah ikut protes
" Aishhh .. " umpat lifah mendengar suara perutnya itu sambil terus mengikuti ian
Tanpa basa-basi lagi Ian yang mendengar suara perut lifah pun langsung masuk kedalam salah satu resto yang tak jauh dari tempat resto tadi lalu bergegas duduk ,
Ketika hendak duduk , lifah melihat Ahmad tengah dengan wanita selingkuhan nya itu di restoran tersebut .
Pandangannya tak henti melihat kearah itu , membuat Ian akhirnya menoleh .
" Kita cari tempat lain ajah " seru lifah hendak pergi yang di tahan Ian
" Kalau kau pergi itu tandanya kau akan terus terbayang-bayang dengan dia , kau akan membuat dia mengira kalau kamu memang tidak akan pernah bisa lari dari sosoknya . " Membuat lifah akhirnya duduk , tak melarikan diri
Lalu Ian pun memesan menu ..
" Cih , ia memohon minta kesempatan pada ku dan lihat ia bahkan tengah duduk dengan wanita itu . aku benar-benar sangat muak melihat mereka " gumam lifah menatap benci
Singkat cerita , lifah mulai diam tak banyak oceh sejak menyantap makanan hingga perutnya kenyang ..
" Kau cukup sangat krengkii pas lagi laper yah ! . "
" Semua orang akan seperti itu " sahut lifah menenggak air minumannya
" Ya, ya Terserah , Kita pulang ? "
Kemudian mereka pun pulang , dengan Ian yang membayar semua makanan tadi
Di tengah perjalanan ,
" Bukankah kau sangat di untungkan . aku menjadi pekerjaan paruh waktu di smiling flower , lalu orang yang membayar makanan tadi dan juga saat ini mengantar mu pulang " jelas Ian
" Aku tidak memintanya . kau yang melakukan itu , " ujar lifah tersenyum memberikan peace dua jarinya
" Lagi juga tadi itu aku sudah menahan malu dengan tampilan ku yang bahkan sangat kucel dan lesu , di hadapan wanita yang jelas dari segi tampilan lebih menarik . " Sambung lifah
" Apanya yang memalukan , kau cantik . Dan tentang tampilan mu . itu terlihat natural juga , " ujar Ian sambil menyetir hal itu sontak ditoleh lifah ..
" Ah ngomong-ngomong kenapa kau menolaknya ? Dari kelihatannya ia baik dan cantik juga " seru lifah
" aku tidak ingin menjadi tempat berharap manusia , dia hanya akan berharap pada hal yang sia-sia seperti aku "
__ADS_1
" Helow , apa kau akan hidup seperti itu selamanya ?! , Kau juga harus membuka hati untuk yang lain . "
Ian tersenyum , " ahkk lalu . lantas bagaimana dengan diri mu sendiri yang konon katanya pakar percintaan "
" kenapa jadi aku . Jangan mengalihkan topik , ahh sejujurnya aku pernah berpikir kalau kau itu pria kaya yang begitu picik , ah licik juga dan bertanya-tanya apa qayla tidak salah menilai seseorang seperti mu . "
" Kapan ? , Kenapa ? "
" Saat kau pamrih atas bantuan yang kau kerjakan dan saat kau begitu liciknya pada para pembeli smiling flower dengan menggunakan foto selca mu , lalu saat kau meminta imbalan dan sampai di depan resto yang sangat fantastis itu kau membuat ku berfikir kalau kau itu adalah orang kaya yang begitu picik dan juga licik tidak ingin sedikit pun rugi . Ah satu lagi kau membuat ku begitu memalukan sebagai alasan mu untuk menolak wanita cantik tadi "
Ian kembali tertawa , " kalau begitu penilaian mu itu kurang objektif terhadap ku , tidakkah kau ingat bagaimana kau di pantai waktu itu . Tidakkah kau lebih membuat ku terlihat memalukan saat semua orang mengira aku yang membuat mu menangis di sepanjang jalan " ujar Ian melihat lifah
" Ouhh astaga ! Benar-benar sangat memalukan bagaimana bisa aku menangis di depan seseorang sebegitu nya . "
" Apa itu mengganggu mu ? "
" Emm ... sebenarnya , aku sendiri terkejut . Itu kali pertama ku menangis seperti itu di depan siapapun . "
" Hmm , itu juga kali pertama ku . Tetap duduk bersama seseorang saat ia menangis begitu lamanya "
Lifah melihat Ian , " kalau begitu . Karena itu hal pertama bagi kita berdua , anggap saja impas . " Ujar lifah tersenyum
" Impas ? "
" He'um , bagaimana ." angguk lifah
" Ya tentu , kita bisa menganggapnya impas " sahut Ian tertawa
Lalu mobil Ian pun berhenti di depan rumah lifah ,
" Terimakasih .. " ucap lifah
" Aku pun , sudah membantu ku menjadi alasan malam ini . Ah perlu kau ingat aku bukan pria kaya yang picik dan licik seperti yang kau pikirkan " seru Ian pergi
Membuat lifah tertawa lepas kemudian berjalan masuk ke rumahnya ...
***
-
-
__ADS_1
-
...jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻...