
Sedangkan lifah dan Melda memilih berkemas merapihkan barang-barang untuk pulang
Raii tersenyum mengusap pipi mulus qayla ,
" Kapan kalian sampai ? " Tanya qayla
" Belum lama saat kalian tengah berbincang "
" Kau pulang lebih awal ? " .
" Yaa , setelah selesai pertemuan dengan klien aku langsung ke sini , "
" Qay , semua sudah selesai kalau gitu aku pulang ya " ujar lifah
" oh ya sayang bagaimana kalau kita makan malam bersama-sama sekalian tanda terimakasih aku dengan mereka karena sudah berkerja dengan baik membantu istri ku ini " seru raii
Qayla melihat lifah ,
" Kita semua ? , tapi Ahmad sudah di depan menjemput ku . Apa tidak apa jika aku mengajak nya " seru lifah
" ya tentu saja tidak apa-apa lif " ucap qayla
" Oke , bukankah kalau di pikir-pikir kita seperti doubel dated , kau dengan raii , aku dengan Ahmad dan Melda dengan ahyar . uwah kombinasi yang pas " ujar lifah
" Mell , kau sudah selesaii ? " Teriak lifah
" Iyahh sudah .. " sahut Melda keluar menghampiri sambil melihat tas nya
" Ayuk , kita makan . " Ujar lifah
" Makan ? " ucap Melda menyeringitkan alisnya
" Raii mengajak kita semua untuk makan malam bersama , " seru lifah yang di anggukan oleh qayla
Melda sekilas melihat Ahyar ,
" Yuk Mel .. " seru qayla menggandeng tangan Melda
" Ehmm , maaf ya qay tapi sepertinya aku tidak bisa ikut . kalian pergi saja , " ucap Melda
Membuat qayla dan lifah menatap nya ..
" Mell , Kenapa ? , Apa kau ada urusan ? " Sambung lifah
" Iyah Mel ? " Timpal qayla
" Aku hanya ingin langsung pulang saja , istirahat . "
" Sudah selesai sayang , kalau begitu kita jalan " ujar raii menatap qayla yang terdiam melihat Melda
" Taxi , taxii ! " Seru Melda memberhentikan taxi
" loh kau tidak ikut dengan kami ? " Ucap raii
" Aku akan langsung pulang saja , Mungkin lain kali . kalau begitu aku duluan , have fun . " Ujar Melda masuk kedalam taxi lalu pergi
Kala itu semua orang yang di luar hanya dapat melihat nya saja ,
" Ada apa dengan nya ? , Bukankah tampak terlihat gestur seperti menghindar . " Ucap lifah dengan qayla
"Entah , mungkin barangkali Melda memang ingin langsung istirahat " Jawab qayla berpikir positif meskipun ia juga merasa ada sesuatu yang aneh .
" Stthh .. " gumam lifah
Hal itu berhasil mengusik pikiran Ahyar , tapi bukan Ahyar namanya jika ia masih terlihat adem ayem .
__ADS_1
Dan mereka pun akhirnya pergi makan malam tanpa Melda ,
Sesampainya di restoran , mereka menikmati makanan malam mereka dengan raii yang tak henti melihat manik wajah qayla
" Hei bung , apa perlu orang seperti mu menatap wajah istrinya sampai sebegitu nya ! " Ucap Ahmad
Lifah seakan syok , " apa yang kau lakukan ? , " mencoba menghentikan Ahmad
sedangkan qayla menoleh kearah raii .
" Kau itu orang yang populer crazy rich , terkenal berdarah dingin dalam bidang itu tapi saat duduk bersama mu malam ini aku rasa kau tak lebih hebat dari ku " seru Ahmad
Raii menatap dingin Ahmad , sedang Ahyar hanya melihat datar sambil meneguk air minum nya ,
" Hiyaa , ada apa dengan mu ? . " Ujar lifah menatap Ahmad , ah maaf ya tolong maafkan ka Ahmad " seru lifah
" Haha lucu sekali ya ternyata sensasi nya seperti ini bisa duduk bersama dua orang yang ternama . padahal kalian hanya beruntung saja kan berada di kedudukan saat ini itu karena keluarga kalian yang merupakan orang kaya , ehm kalian hanya tinggal uncang-ucang kaki duduk di bangku tertinggi kalian . yang cuma bisanya mengandalkan kekuasaan dan kekayaan orang tua kalian . " Ucap Ahmad
Kini qayla melihat Ahmad yang sudah keterlaluan , karena qayla tahu raii membangun perusahaan nya itu berkat kerja kerasnya dan karena memang kehebatan raii di bidang itu bersama Ahyar .
Raii memiringkan sudut bibirnya kecil menatap Ahmad , lalu Ahyar masih tak bergeming melihat Ahmad dengan dingin nya
" Benar demikian kan ! " Sahut Ahmad
" Hentikan ka , cukup . aku rasa Kaka tidak berhak berbicara seperti ini , " seru qayla memegang tangan raii
" Ahhish .. " gumam lifah bangkit dari duduknya tak enak , maaf atas ketidak nyamanan nya tapi sebaiknya kita pergi , maaf dan terimakasih ya . " Ucap lifah membawa Ahmad pergi dari resto
Setelah lifah berhasil membawa Ahmad pergi , Ahmad menghentakkan tangan lifah begitu kasar , " kau ini apa-apa hah !! . Ah aku lupa kau membela dia karena dia adalah pria yang kau suka kan makanya kau pro ke dia" Bentak Ahmad
Lifah menatap Ahmad , " kau yang kenapa ! , Kau pikir tindakan mu tadi itu baik ? , Tidak . Mau sampai kapan kau akan selalu seperti ini ! , Selalu merasa kaulah yang paling hebat , ya dia memang orang yang Kusuka tapi itu dulu sekarang buat ku itu masa lalu yang sudah lewat semata untuk ku dan satu hal yang perlu kamu tahu aku tidak membela siapapun karena yang salah tetap salah kan , kekanak-kanakan sekali ! . " Ucap lifah dengan mata berkaca-kaca pergi menghentikan taxi
Ahmad pun langsung mengejar lifah dan menghentikan , " lif , tolong maafkan aku . Aku gak bermaksud .. " ujar Ahmad yang tak di hiraukan lifah
Lifah melihat nya , " aku akan memaafkan mu kalau kau minta maaf pada qayla , raii , dan juga ahyar . " ujar lifah
" Minta maaf ? , Aku tidak pernah salah lif . " Ucap nya
" Ahh .. " gumam lifah tak percaya dan Langsung masuk taxi , jalan pak " seru nya
Taxi pun melaju pergi berlalu meninggalkan Ahmad ..
" Lif , lifahhh .. " ujar Ahmad , arghh .. " teriak Ahmad lalu pergi dengan mobilnya ,
Sementara di dalam resto , " maaf ya atas perkataannya ka Ahmad "
" Kenapa kamu yang minta maaf atas dia sayang , " seru raii menggenggam tangan qayla , sebaiknya kita pulang " Sambung raii pergi yang di ikuti dengan ahyar
Mereka pun akhirnya pergi ,
Saat di dalam mobil qayla masih sempat tidak enak dengan kejadian tadi tapi raii mencoba mencairkan suasana dengan menanyakan perihal toko bunga dan ya hal itu berhasil mencairkan suasana qayla pun menceritakan projects nya yang akan mengisi dekorasi untuk pernikahan , beda halnya dengan ahyar yang seperti terhanyut dalam pikirannya sendiri ia hanya diam hingga tiba di kediaman raii .
***
Hari pun terus berlalu bergerak berjalan seperti semestinya , malam berganti pagi , pagi berganti siang , siang berganti sore , sore berganti menjadi malam kembali terus berlalu seperti itu .
Pagi hari ini pun seperti biasanya ahyar menjemput raii dan qayla ,
" Yar , kita antar qayla dulu sebentar ke gedung xxx . sopir gua lagi izin . " Ucap raii
" Eum , aku gampang ke sana nya lagi juga aku kan bisa naik taxi . Sedangkan kau kan harus menghadiri meeting dengan tuan Kim dan Mr Smith , jadi lebih baik kalian berangkat ke kantor "
" Sayang , biar aku mengantarkan kamu yah .. "
Dan tiba-tiba ponsel raii pun berdering , ya dari perusahaan mengkonfirmasi soal Kline yang baru saja tiba . " Ya , saya segera kesana " jawab raii menutup panggilan nya
__ADS_1
" Yar , kalau gitu lu antar gua ke kantor lalu setelah itu lu antarkan qayla . "
" Ehm " jawab Ahyar
Dan mereka pun pergi ...
Setelah kurang lebih nya perjalanan Ahyar pun sudah berhenti di depan loby kingdom IT ,
" Antarkanlah qayla , jangan pergi sampai lu pastikan semua aman . Dan sayang semoga sukses projects nya , maaf aku tidak bisa mengantarkan mu " ucap raii tersenyum lalu berjalan pergi
" Apa tidak sebaiknya kau ikut menemani raii . lebih baik kau juga ada menemani nya meeting kan , aku bisa naik taxi . " Seru qayla masih memandang kepergian raii di jendela mobil
" Jika dia bilang begitu itu tandanya ia bisa menghandle meeting nya , kau tidak perlu mengkhawatirkan suami mu itu karena semua meeting nya hampir tidak pernah gagal , dan satu lagi gua lebih baik memilih tengelam dari pada di amuk orang bucin seperti nya . Jalan sekarang ? " ucap ahyar
" Eung , baiklah " jawab qayla
Di perjalanan , " bagaimana dengan yang lainnya ? " Tanya Ahyar
" Maksud mu Melda dan lifah ? "
Ahyar melirik qayla dari kaca spion ,
" Kita sudah janjian langsung ketemuan di gedung xxx , dan sepertinya mereka juga sudah di sana "
"Oh , " angguk Ahyar kalau gitu toko nya tutup kan , apa pria itu masih memberikan buket juga ? "
" maksud mu lagi Devan , eum entah kalau pagi ini tapi memberikan buket untuk Melda sepertinya sudah menjadi rutinitas nya . Ia bahkan mencari tahu apa yang Melda suka dan apa yang tidak pokoknya hal mendetail tentang Melda , kenapa ? " Tanya qayla
" Hah tidak , tidak kenapa-kenapa . Pantas saja kadang lihat buket bunga yang menumpuk di meja kasir " ucap Ahyar
" Hmm kirain ada apa , " gumam qayla pura-pura tidak tahu apa-apa
Sampai akhirnya qayla pun sampai di gedung xxx itu , di depan sudah ada lifah yang menunggu dengan wajah tegang , qayla pun langsung turun menghampiri nya .
" Loh lif , ada apa ? , Melda mana ? " Seru qayla
" Aduh qay , syukurlah kau akhirnya datang . Melda .. , Melda lagi ke toko mengambil beberapa barang penting yang ternyata kita tinggalkan . Tapi kenapa belum kesini juga ya " ujar lifah
" Yaallah , kalau gitu biar aku coba telpon deh " seru qayla
" Percuma qay , aku dari tadi sudah menelponnya tapi gak di angkat . "
Qayla pun mencoba menelpon nya , ya berdering tapi tak kunjung di angkat . Hingga akhirnya sebuah pesan masuk ,
Tringg ..
" Melda mengirim pesan .. " ucap qayla membacanya
Melda : maaf ya tidak sempat mengangkat , aku sedang mencari taxi dan akan segera kesana . " Pesan Melda
" Uhff , syukurlah . Tapi taxi kan bakalan sulit apa lagi di pagi hari " ucap lifah
" Oh iya yah , atau gak gini aku naik taxi jemput Melda kamu tunggu sini ya lif "
" Tapi qay , bagaimana kalau kalian selisih jalan nantinya malah ribet kan . Melda udah di sini kamu yang gak ada , " ujar lifah
" Kalau begitu biar saya yang kesana karena ucapan lifah benar , lagi pula raii yang meminta saya untuk membantu kalian " ucap ahyar yang Langsung memutar arah mobil menuju toko bunga ,
-
-
-
jangan lupa like vote dan komennya ☺️🌻
__ADS_1