Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Andi dan Alexa


__ADS_3

Setelah Axel merasa tenang, Axel pun kembali ke kamarnya. Sedangkan Alexa, ia pergi ke taman samping rumah. Andi yang melihatnya, langsung menghampirinya.


Sedangkan Ayunda, ia duduk di samping Aulia. Zahra dan Adzriel sendiri sibuk membicarakan pernikahan kedua buah hatinya dengan orang tua Andi dan keluarganya.


Keluarganya Andi semakin hari semakin betah tinggal di rumah Adzriel. Karena semua kebutuhan mereka sudah di siapkan semua oleh asistennya. Mereka bangun pagi, semua makanan sudah siap di atas meja. Selesai makan, mereka akan duduk santai sambil ngobrol.


Adzriel dan Zahra berusaha membuat mereka nyaman berada di rumahnya sampai akad nikah dan pesta pernikahan kedua buah hatinya selesai di lakukan.


Adzriel juga bahagia, karena rumah yang biasanya sepi sekarang ramai terus dari pagi sampai tengah malam.


Andi menghampiri Alexa yang sedang duduk termenung di kursi yang menghadap ke taman. Andi menghampirinya dan duduk di dekatnya.


"Kamu kenapa?" tanya Andi mengagetkan Alexa


"Aku gak papa," jawab Alexa tersenyum.


"Jangan bohong, aku tau kamu ada masalah. Jika kamu ada masalah, kamu cerita ke aku, siapa tau aku bisa bantu," ujar Andi.

__ADS_1


"Sebenarnya ini bukan masalahku tapi ini masalah Kak Axel," ucap Alexa sedih memikirkan nasib cinta saudara kembarnya.


"Kenapa dengan Kak Axel?" tanya Andi.


"Aku gak bisa cerita ke kamu," jawab Alexa.


"Gak papa, jika kamu gak bisa cerita. Aku gak akan maksa. Tapi aku harap kamu jangan terlalu banyak mikir ya, aku takut kamu sakit. Bagaimanapun pernikahan kita sudah tinggal menghitung hari," Andi gak mau jika pernikahan di undur karena bagaimanapun Andi ingin segera memiliki orang yang sangat ia cintai seutuhnya.


"Iya, insyaAllah aku akan selalu jaga kesehatan ku. Oh ya besok aku dan Kak Axel mau keluar,"


"Ke rumah Afifah. Aby dan Umy memintaku untuk menemaninya,"


"Lho bukankah Afifah dari kemarin menginap di rumah ini," ujar Andi


"Iya tapi tadi pagi Kak Axel mengantarkan Afifah ke rumahnya,"


"Kenapa?"

__ADS_1


"Ada masalah sedikit di antara mereka," jawab Alexa.


"Oh, iya sudah besok kamu hati-hati ya kalau keluar. Jangan lupa baca doa dulu, biar selamat sampai tujuan," ujar Andi yang gak mau menanyakan apa masalahnya karena Andi sadar diri siapa dirinya dan dia gak mau terlalu ikut campur masalah saudara kembarnya kecuali dia sendiri yang mau cerita.


"Iya mas,"


"Iya sudah kamu istirahat aja saja. Jangan banyak termenung, gak baik. Jangan biarkan masalah melarutkan pikiran kamu dalam lamunan yang tidak jelas arahnya. Jika memang tidak ada solusi yang memungkinkan, maka hadapilah masalah tersebut dengan sabar dan sholat."


"Makasih ya mas, udah ingetin aku. InsyaAllah aku gak akan melamun lagi. Aku ke kamar dulu,"


"Iya." Jawab Andi tersenyum. Ia bahagia melihat Alexa yang akhir-akhir sering nurut padanya. Alexa juga semakin hari semakin terlihat sangat cantik. ia berharap Allah selalu menjaga Alexa dan Andi berdoa semoga Axel juga bisa segera menyelesaikan masalahnya.


Karena jika masalah Axel belum juga selesai, maka itu akan berdampak dengan Alexa, wanita yang sangat ia cintai.


Melihat Alexa sedih, akan membuat hatinya sakit. Karena bagaimanapun Alexa adalah separuh hatinya, Alexa adalah kebahagiaan nya.


Andi menatap wajah Alexa, sungguh ia tak menyangka bahwa tak lama lagi ia akan memilliki Alexa seutuhnya, wanita yang sangat ia cintai.

__ADS_1


__ADS_2