Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
10 tahun kemudian


__ADS_3

Axel dan Alexa sudah lulus S2. Kecerdasan otaknya memang gampang menyerap setiap


ilmu yang di ajarkan kepada mereka berdua. Hingga Axel dan Alexa pun mampu


menempuh pendidikan dengan waktu yang sangat singkat. Axel dan Alexa bahagia


karena akhirnya mereka bisa membuat keluarganya bahagia. Terutama aby dan umy


ya.


Kini Axel sudah bekerja di perusahaan abynya sedangkan Alexa, ia gak mau bekerja di perusahaan dan ia memilih bekerja di rumah sakit. Kebetulah saat mereka kulyah, walaupun mereka satu kampus. Tapi mereka berbeda


jurusan.


Axel mengambil jurusan bisnis sedangkan Alexa jurusan dokter.


\==


Hari ini sudah pukul 5 sore, Alexa sudah selesai bekerja dan kini waktunya pulang. Ia pulang menggunakan mobil yang di beli sendiri dengan uang yang ia punya. Memang gak mewah namun yang penting enak di pakai dan gak terlalu kuno.

__ADS_1


Begitupun dengan Axel, ia juga akan pulang ke rumah dengan mobil yang ia beli beberapa bulan yang lalu. Kantor Axel masuk jam 7 pagi dan pulang jam 5 sore, tapi jika Axel ada meeting, bisa bisa dia pulang jam 8 malam.


Perjalanan dari kantor ke rumah membutuhkan waktu setengah jam, beda dengan Alexa, yang hanya membutuhkan waktu 20 menit saja. Karena rumah sakit tempat ia bekerja tidaklah jauh dari rumahnya.


Setelah Alexa sampai rumah, ia segera memasukkan mobilnya di garasi dan setelah itu ia langsung masuk rumah.


"Assalamualaikum." ucap Alexa.


"Waalaikumsalam." jawab Zahra yang keluar dari salah satu kamar. Alexa langsugn menghampirinya dan mencium tangan umy nya.


"Axel belum pulang?" tanya Zahra.


"Seperti biasa umy, 10 menit lagi dia nyampek. Sekarang masih di jalan." jawab Alexa tersenyum.


"Gak umy." jawab Alexa yang memang sedikit faham tentang aktivitas saudara kembarnya itu.


"Ayunda mana umy?" tanya Alexa.


"Ada di kamarnya." jawab Zahra.

__ADS_1


"Aby, sama omma?" tanya Alexa.


"Aby ada di kamar lagi ngaji sedangkan Omm ada di dapur, dia lagi bikin kue." jawab Zahra.


"Ya sudah, Alexa mau ke kamar dulu ya umy. Mau mandi, entar lagi juga sudah adzan Maghrib." ujar Alexa.


"Iya udah... umy akan di sini aja, nunggu saudaramu." ucap Zahra. Alexa hanya mengangguk lalu pergi ke kamarnya. Sedangkan Zahra menunggu Axel pulang. Ya itulah seorang ibu, ia gak akan tenang jika salah satu anaknya belum pulang ke rumah. Zahra selalu mendoakan agar putra putrinya itu di jauhkan dari mara bahaya dan selalu di lindungi di manapun mereka berada.


Tak lama kemudian, Zahra mendengar suara mobil. Zahra pun segera keluar dan benar saja, Axel sudah pulang. Namun Axel masih memarkirkan mobilnya di garasi dan setelah itu, barulah ia menghampiri umy nya.


"Assalamualaikum umy." ucap Axel.


"Waalaikumsalam." jawab Zahra tersenyum.


"Ngapain umy di luar, udaranya gak bagus. Ayo masuk." ujar Axel lembut. Zahra tersenyum lalu ia masuk ke dalam rumah bersama putranya. Axel tak lupa mengunci pintunya.


"Umy tadi di luar nunggu kamu." jawab Zahra.


"Lain kali, umy gak perlu nunggu Axel. Axel pasti pulang." ujar Axel lembut.

__ADS_1


"Iya umy tau. Iya sudah kamu mandi dulu sana, bentar lagi adzan maghrib. Setelah itu kita sholat maghrib berjamaah di mushollah." ucap Zahra.


"Iya umy." Axel pun langsung masuk kamarnya sendiri. Ia segera mandi agar bisa ikut sholat berjamaah bareng keluarganya.


__ADS_2