
Dan selamat datang juga malam di Jakarta🌒
Pukul 10 malam kiranya kami sampai di Jakarta , lalu kami berpisah masing-masing kekediaman kami . Sebelum berpisah Melda memeluk ku dengan erat , sambil berkata " raii sangat mencintaimu aku pun tahu kamu juga . jadi terus berbahagialah kalian , ah karena jujur aku dan ahyar ampun-ampun ngadepinya , kalau kata ahyar lebih baik dengan 10 raii yang marah-marah dari pada ia yang kehilangan mu " melda tertawa dengan lembut lalu pergi ,
Raii memarkirkan mobilnya tepat di halaman kediaman kami , lalu menggenggam tangan ku masuk kedalam dan begitu sampai di dalam . Kami di kejutkan dengan adanya ibu Dina ada juga ayah Nugraha
" Sayangg nya ibuu .. " seru ibu Dina mertua ku berhamburan memeluk ku , ya aku selalu begitu merasa hangat Kasih sayang yang ibu Dina dan keluarga Nugraha berikan pada ku seperti seorang anak dan ibunya . yang sayangnya tak pernah ku dapat dari orang tua ku sendiri , terselip rasa sedih ku kala mengingat perbincangan keinginan mereka akan hadir nya seorang cucu dari raii . Yang tentunya tak bisa ku berikan , Mereka memang tak pernah membahas ini langsung dengan ku tapi sekarang aku tahu kesedihan mereka .
Ibu Dina membawa ku duduk di sampingnya tersenyum melihat ku " sayang , terimakasih sudah mau kembali dengan si bodoh genius itu yang lagi-lagi hampir membuat menantu kesayangan ibu pergi , " seru ibu Dina mengelus wajah ku
" Maafkan qayla ya Bu . qayla , eum kalau qayla ... " lirih ku menunduk
Ibu Dina langsung mengeleng , yang memang mengetahui apa yang terjadi selama di Seoul bahkan saat ia tahu qayla pergi , ia langsung ingin terbang ke Seoul untuk mencari menantunya itu yang tentunya di halang oleh Nugraha suaminya karena Nugraha tidak ingin keberangkatan istri nya itu nantinya hanya akan menambah suasana saja ." kamu gak salah sayang , ini semua juga salahnya si bodoh itu " ujar ibu Dina melihat raii , " kalau saja ia menjaga kamu dengan baik dari dulu . Tolong Dengarkan ibu , bagaimanapun kamu itu tidak akan merubah perasaan kami . pada mu sayang , jadi ibu mohon tidak perlu membahas tentang hal ini lagi ya . Anggap saja sang pencipta belum mau menambahkan kebahagiaan untuk kita semua setelah ia menambahkan kamu sebagai kebahagiaan di keluarga kita , sayang . Jangan terlalu di pikiran ya " pinta ibu Dina dengan tulus yang di anggukkan oleh ayah Nugraha , " oh iya bagaimana keadaan mu sayang ? " sambung nya
" Qayla baik ko Bu , ibu dan ayah bagaimana ? " Seru ku menyembunyikan bagaimana perasaan ku saat ini yang jelas kembali sedih , ada rasa kekecewaan yang amat ku rasa kala melihat ibu Dina dan ayah Nugraha ..
" Kami baik sayang , dan yang ibu bilang benar qayla " sahut ayah Nugraha tersenyum mengelus kepala ku lalu ayah Nugraha pun memeluk putranya , " apa semua baik-baik saja ? " Tanyanya pada raii
" Ehm , yaa .. " jawab raii tersenyum
Meninggalkan mereka , kini aku sudah berada di balkon kamar setelah membersihkan diri , ku pandangi pemandangan kota Jakarta yang penuh dengan bangunan-bangunan tinggi menjulang nya . samar-samar lampu bangun itu juga ikut menghiasi malam di Jakarta dan jalanan yang sudah tak terlalu ramai . Tapi masih dengan pikiran ku yang kemana-mana perihal tentang perkataan ibu Dina dan ayah Nugraha yang begitu baik menerima ku ,
" Sedang memikirkan apa sayang ? " Milik Suara rada sedikit ngebass , yang tentunya begitu ku kenal sudah dengan berpakaian rumahan dan rambut yang masih sedikit basah acak-acakan tapi tetap terlihat begitu keren berdiri di samping ku ,
" Ah , hanya .. " ujar ku menoleh sedikit memaksa senyuman terukir di sudut bibir ku
" Apa ? " Sahutnya
" Nggak , lupakan saja " seru ku tersenyum memalingkan wajah menatap kembali kota Jakarta
" Sayang . Hei , lihat aku ... " Ujar raii yang tahu akan apa yang sedang ku pikirkan menggenggam tanganku membuat ku menoleh nya
" Sayang , dulu aku selalu mempertanyakan lagu Once , kucintai kau apa adanya . Yang selalu ku dengar setiap kali perjalanan di radio mobil yang Ahyar putar , Ada lirik di mana katanya 'aku mau mendampingi dirimu , aku mau cintai kekurangan mu , selalu bersedia bahagiakan mu , apapun terjadi . Ku janjikan aku ada .' kini bagian lirik itu kurasa tak akan ku pertanyaan lagi karena aku tahu sekarang bagaimana makna lagu itu . perasaan ku yang amat mencintai mu tidak akan pernah peduli dengan apapun keadaan yang terjadi . lagi-lagi karena itu tak akan merubah perasaan ku kepada mu sayang . Aku tidak bisa hidup tanpa mu , Jadi tolong jangan pernah merasa terbebani akan hal ini ya sayang ? ... " Lirih raii dengan tulusnya . membuat ku mengigit bibir bawah ku merasa sedikit canggung , lalu raii mendekati wajahku dan menaruh tangannya di pipi ku
Raii tersenyum " aih manisnya , Aku mencintaimu qay .. " gumamnya
__ADS_1
" A-aku juga ... " Sahut ku malu dengan sama tulus nya . yang membuat raii menarik pinggang ku lebih dekat dengannya lalu mengecup bibirku , layaknya kaya drakor-drakor setelah kecupan kami , ia menatap ku sejenak kemudian setelah itu ia hendak melanjutkan nya tapi ..
" Ah , ibu dan ayah pasti menunggu kita . Aku akan turun .. " ujar ku yang hendak kabur tapi di tahan oleh nya yang langsung kembali mengecup ku dengan panas nya , sambil masih bertautan ia membawa ku menuju kasur , ia juga menyambar lampu yang menerangi sepenuhnya kamar kami dan hanya meninggalkan remang-remang lampu pijar saja .
Rasanya semakin panas saja aktivitas kita ,
sampai-sampai kami tidak menyadari ibu Dina yang membuka pintu kamar kami karena tak kunjung melihat raii keluar kamar setelah katanya mau memanggil ku . Ibu Dina hanya tersenyum melihat kemanisan yang terjadi dengan anak dan menantunya itu lalu perlahan menutup kembali pintu kamar tersebut . Ia turun sambil geleng-geleng kepala melihat anaknya seagresif itu , dengan wajah yang tersenyum berseri-seri membuat suaminya Nugraha bingung ,
" Loh , di mana mereka ? " Tanya Nugraha
" Kita pulang yuk , gak baik ganggu orang yang sedang bercinta . Hadeuhh seharusnya si genius bodoh itu mengunci pintu kamar nya kan " ujar ibu Dina menggandeng suaminya untuk pulang . Sesampainya di luar , rehan dan Usen yang baru saja datang .
" etss ! sekarang kalian juga pergi saja .. " seru ibu Dina masih dengan full senyum membuat baik rehan dan Usen mengangkat kedua alis mereka , " kalian tidak mau mengganggu mereka bercinta kan " sambung ibu Dina memboyong lengan rehan dan juga Usen untuk pergi .
***
Masih dini hari saat ini , dengan aku yang memandangi wajah manis nan cantik milik istri ku . Rasanya tak pernah ada bosannya juga aku memandangi nya yang ada aku malah gemas sendiri melihat nya yang tertidur seperti anak kecil dengan tertutup selimut sepenuhnya karena aktivitas malam kita . Ku kecup keningnya , yang ternyata malah membangunkan nya .
" Apa aku membangunkan mu sayang ? " Seru ku
" jam 5 kurang sayang , Sebentar lagi azan Subuh " ujar raii
" Eung , kalau gitu aku akan mandi " gumam ku dengan malu membawa semua selimut yang melingkari tubuh ku
" Apa kau masih begitu maluu sayanggg .. " ujar raii tersenyum ,
Setelah shalat subuh waktu tak terasa begitu berputar cepat sekali , kini sudah menunjukkan pukul 7:00 pagi saja dan raii sudah turun kebawah setelah selesai memeriksa berkas konfirmasi yang Ahyar kirim untuk di perusahaan pagi ini . Awalnya raii kekeh menolaknya begitu saja dengan dalil ia masih ingin berduaan dengan qayla , tapi begitu qayla yang memintanya . Tanpa alasan raii langsung mengerjakannya . Begitu di meja makan ia langsung memeluk pinggul ramping milik istrinya itu dengan mesra dan sesekali ia menanyakan hidangan apa yang di buat oleh istrinya itu , bahkan intan sang asisten rumah tangga pun di buat mesem-mesem sendiri melihat keromantisan tuan dan nona mudanya .
Tin .. Tinn .. tiinnn , ahyar mempelakson
" Sayang , mau sekalian ku antar saja ke smiling flower nya ? " Seru raii selesai sarapan
" Eum Aku mungkin akan kesana dengan melda siangan dikit , sudah janjian dengan nya juga "
" Oh , yasudah kalau begitu . Aku berangkat yaa"
__ADS_1
" He'um , hati-hati ya .. " sahut ku mengantar nya kedepan , dan melihat ahyar tengah menyender di luar mobil dengan tangan yang berada di stir mobil hendak membunyikan kembali klakson mobil .
" Lu bunyiin lagi , gua akan potong gaji lu !! " Ucap raii
" Astaga qay , lihat . kau masih mau bertahan dengan pria seperti nya ! " sahut ahyar
" Emang gua kenapa ! .. "
" Apaa hah ?! .. " sahut ahyar . mereka bersahutan sepagi ini , mungkin bertengkar lebih tepatnya .
Kata orang kalau kalian suka bertengkar bersama orang yang begitu dekat dengan kalian itu tandanya mereka sudah seperti keluarga bahkan mereka bisa sangat saling peduli satu sama lagi , simpel nya kaya hubungan kakak adik ajah yang kadang suka bertengkar meski dengan hal sepele tapi tetep saling peduli dan menyayangi kan ..
" Hentikan , kalian berdua ! " Seru ku menghentikan mereka . Dengan raii yang menyeringai dan ahyar yang melihat kearah raii
" Ah iya , Melda bilang ia akan pergi dengan mu ? " Tanya ahyar
" He'um .. " ku iyakan
" Kalau begitu tolong titip melda yaa qay " pinta Ahyar yang khawatir pada istrinya yang tengah mengandung yang kadang suka rada aktif gitu entah ia lupa tengah berbadan dua atau gimana .
" Tentu saja , tanpa di minta aku akan menjaga mereka " sahut ku melirik Ahyar
Raii tersenyum " istri ku yang manis .. " ucap raii mengecup kening ku lalu pergi
\-
\-
\-
***jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻***
__ADS_1