
"Tante, tante kenapa?" tanya Alexa kaget melihat Balqis gemeteran. Bagaimana tak gemeteran melihat mantan suaminya yang sekarang menjadi tetanggannya. Dia tinggal tepat di depan rumahnya dan itu adalah ancaman buat dirinya. Ia takut suaminya akan kembali ke mantan pacarnya. Ia juga takut jika wanita itu akan merebut laki laki yang kini telah resmi jadi suaminya.
Alexa pun membantu Balqis untuk rebahan di kamar yang deket balkon itu.
"Tante, istirahat dulu ya. Aku akan meminta bibi untuk membuatkan teh hangat buat tante." Ujar Alexa sambil berlalu meninggalkan Balqis yang hanya bisa diam memikirkna nasib rumah tanggannya ke depan.
Alexa turun dan langsung menuju dapur.
"Bi, tolong buatkan teh hangat ya. Gak usah terlalu manis. Sedang saja." Ucap Alexa.
"Iya non." Ujar bibi itu yang sangat menghormati Alexa karena dia tau Alexa adalah anak dari sahabat majikannya.
Setelah 10 menit menunggu, akhirnya teh yang ia minta pun jadi.
"Ini non, tehnya. Hati hati ya bawanya soalnya agak sedikit panas." Ucap sang bibi.
"Iya bi, makasih ya bi." Ujar Alexa, setelah itu ia naik ke atas sambil membawa teh itu dengan hati hati.
"Tante, ini kalau sudah hangat minum ya teh nya biar tante bisa lebih rilex. Kalau sekarang masih sedikit panas. Oh ya tan, entar lagi Kak Axel mau ke sini. Dia boleh gak tinggal sama aku di sini untuk beberapa hari ke depan?" tanya Alexa.
"Iya sayang, boleh. Malah tante sangat senang jika kamu dan Axel mau menginap di rumah tante. Tapi gimana dengan aby dan umy kamu nak, apakah mereka mengizinkan?" tanya Alexa.
"Santai aja, mereka pasti mengizinkan kog."
"Iya sudah. Syukurlah. Nanti biar tante minta tolong untuk bersihkan salah satu kamar buat kamu." Ucap Alexa.
"Gak usah tante, aku akan tinggal bersama Kak Axel aja di kamar tamu."
"Oh gitu ya sudah, terserah kamu."
"Kalau gitu, aku ke bawah dulu ya tan sambil menunggu Kak Axel, siapa tau dia sudah datang. Tante istirahat aja, jangan lupa minum dulu teh nya."
"Iya sayang, makasih ya udah perhatian sama tante."
"Iya sama-sama tan. Aku ke bawah dulu ya."
"Iya hati hati sayang, turun tangga."
"Iya tan."
Alexa turun dan menuju ruang tamu. Sambil menunggu saudara kembarnya, ia pun main game. Dan tak lama kemudian, ia mendengar ada suara mobil. Alexa segera keluar dan membuka pintu. Ternyata benar, yang datang adalah kakaknya. Alexa pun segera menghampiri Axel yang baru turun dari mobil.
"Kak, ayo cepetan masuk." Ujar Alexa.
"Iya bentar, ada apa sih?" tanya Axel penasaran.
"Duduk dulu, baru aku ceritakan." Ujar Alexa, Axel pun duduk di kursi yang ada di depan rumah.
__ADS_1
"Gini kak, tadi kakak liat gak ada cewek cantik n sexi di depan rumah itu?" tanya Alexa.
"Gak tau, kakak gak memperhatikan." Jawab Axel jujur.
"Hemmm gini lho kak, tadi pas aku ke sini tuh aku liat ada wanita cantik dan sexi di depan rumah. Wanita itu menempati rumah kosong yang ada tepat di depan rumah ini.
"Terus kenapa emangnya?" tanya Axel yang emang gak tau apa apa. Tadi saudara nya itu hanya mengirim pesan dan menyuruhnya untuk segera datang.
"Nah terus aku cerita tadi ke tante lalu aku mengajak tante ke balkon untuk melihat wanita itu, karena menurutku wanita itu mencurigakan habisnya wanita itu menatap ke rumah ini terus. Nah pas tante liat wanita itu, tante kayak lemes gitu terus gemeteran lalu dia bilang wanita itu yang akan menghancurkan rumah tangganya."
"Lalu?" tanya Axel.
"Kita kan gak mungkin membiarkan rumah tangga tante berantakan dan om Aksa di rebut oleh wanita itu. Jadi, aku berfikir kita harus membantunya."
"Gimana caranya?" tanya Axel.
"Kita buat wanita itu gak betah tinggal di rumah itu kak dan pergi menjauh dan tak lagi mengganggu kehidupan rumah tangga tante dan om Aksa."
"Oke, aku setuju."
"Syukurlah jika kakak setuju. Sekarang kita telfon umy dan meminta izin untuk tinggal di sini. Dan nanti sopir yang mengantarkan kakak ke sini suruh pulang lagi dan suruh ambil baju kita. Nanti biar umy yang menyiapkan baju kita di sana."
"Oke, aku akan von umy dulu." Ucap Axel. Axel pun mengambil hp yang ada di sakut jaketnya dan setelah itu menelvon Zahra yang ada di rumah.
"Assalamu'alaikum." ucap Zahra setelah sambungan telvon terhubung.
"Waalaikumsalalm umy. Ini aku Axel."
"Umy aku dan Alexa berencana mau menginap di rumah tante Balqis. Boleh gak?" tanya Axel.
"Kenapa mau menginap di sana sayang?" tanya Zahra.
"Gak papa umy, kasihan aja. Tante Balqis kan selalu kesepian kalau di rumah. Jadi aku sama Alexa mau menginap untuk beberapa hari ke depan."
"Terus bagaimana dengan sekolahmu nak?" tanya Zahra.
"Kan sekolah libur umy selama satu minggu. Kan habis semesteran. Jadi aku mau liburan bareng Alexa di rumah tante. Boleh ya umy?" tanya Axel. Untunglah besok dia libur sekolah selama satu minggu ke depan.
"Iya sudah boleh tapi janji ya gak boleh nakal dan gak boleh menyusahkan orang lain."
"Iya umy, aku janji. Terus bagaimana dengan bajumu dan Alexa?"
"Nanti aku akan minta sopir kembali ke rumah untuk mengambil bajuku dan baju Alexa. Umy tolong siapkan bajuku dan baju Alexa ya umy, biar nanti pas sopir sudah sampai sana. Bajuku sudah siap." Ujar Axel.
"Iya sudah, kamu hati hati di sana. Kalau ada apa apa telvon umy."
"Iya umy, kalau gitu. Aku tutup dulu telvonnya."
"Iya."
"Assalamu'alaikum."
__ADS_1
"Waalaikumsalam."
Setelah menelvon umy, Axel pun mematikan hp nya dan menaruh hp nya di saku jaketnya lagi.
"Gimana kak, umy mengizinkan?" tanya Alexa penasaran.
"Iya."
"Syukurlah, aku senang mendengarnya. Untung ya kak, besok kita libur satu minggu. Semoga selama satu minggu ini kita bisa membasmi virus pelakor."
"Iya, semoga aja. Aamiin. Aku mau ke sopir kita dulu ya."
"Iya kak."
Axel pun menghampiri sang sopir yang tadi mengantarnya.
"Pak, saya boleh minta tolong?" tanya Axel.
"Iya den, mau minta tolong apa?" tanya balek pak sopir.
"Tolong ambilkan baju saya di rumah ya pak."
"Baik den."
"Tadi saya sudah menelvon umy kog, jadi nanti umy akan memberikan baju saya ke bapak. Lalu antarkan ke sini ya."
"Siap den."
" Iya sudah bapak hati hati di jalan dan maaf merepotkan."
"Gak papa den, ini emang tugas saya untuk antar jemput aden dan non Alexa. Bapak berangkat dulu ya den. Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah kepergian sang sopir, Axel kembali duduk ke tempat yang tadi dan merencanakan sesuatu untuk menghadapi pelakor yang mau menghancurkan rumah tangga tantenya.
__ADS_1