Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Suasana Yang Menegangkan


__ADS_3

Alexa membuka kamar adiknya.


"Dek, Pak Edwin sudah datang." ucap Alexa.


"Iya, kak bentar lagi aku keluar." jawab Ayunda.


"Iya sudah, kakak ke dapur dulu ya bentar. Kamu nanti langsung aja ke ruang tamu, nanti kakak habisl dari dapur langsung ke ruang tamu juga." ucap Alexa.


"Iya kak."


Setelah itu, Alexa pun membuat minuman untuk 5 orang yaitu untuk dirinya sendiri, Ayunda, Andi dan Edwin, satunya lagi jika ada yang kurang. Setelah itu, ia juga membuat cemilan yang berasal dari Mie.


Sedangkan Ayunda membawa tas yang berisi buku-buku tentunya. Ia membawanya ke ruang tamu.


"Assalamualaiku Pak Edwin, Om .... " Ayunda berhenti karena ia gak tau, yang di samping gurunya itu siapa namanya. "Om Andi, tapi panggil Kak Andi aja ya, kalau manggilnya om kesannya tua." jawab Andi tersenyum ramah.


"Hehe iya Om Andi, Eh Kak Andi maksudku." jawab Ayunda tersenyum.


"Kak Andi ini, temannya Pak Edwin ya?" tanya Ayunda sambil duduk di sofa dan menaruh tasnya di samping dirinya.


"Iya, Kak Andi temannya Pak Edwin tapi kakak juga temannya Kak Alexa." jawab Andi. Sedangkan Edwin memilih diam menyiapkan buku serta latihan soal yang nantinya akan di berikan kepada Ayunda untuk di pelajarin dulu sebelum di bahas bersama-sama.


"Temannya Kak Alexa, temen apa?" tanya Ayunda lebih lanjut.


"Temen kerja." jawab Andi


"Oh, Kak Andi ini dokter ya?" tanya Ayunda.


"Iya, kakak dokter." jawab Andi


"Berarti tiap hari bisa ketemu Kak Alexa dong?" tanya Ayunda.


"Iya ketemu tapi hanya sebentar soalnya kan kerja jadi gak bisa bertemu lama atau ngobrol lama." jawab Andi ramah.


"Tau gak kak? Katanya Kak Alexa, dia besok mau ngajak aku aku ke rumah sakit lho sepulang sekolah." ujar Ayunda.

__ADS_1


"Benarkah? berarti besok bisa ketemu kakak juga dong." ujar Axel


"Iya kak." jawab Ayunda tersenyum.


Saat mereka asyik ngobrol, Alexa datang.


"Hem ... hem ... " Alexa berdehem untuk menyadarkan mereka. Setelah mendengar deheman Alexa, mereka bertiga pun menoleh ke arah mereka.


Alexa tersenyum, "lagi ngobrolin apa sih, asyik bener." ucap Alexa sambil menaruh semua minuman yang ia bawa di atas meja.



Alexa juga menaruh bebera cemilan yang ia buat sendiri yang bahan dasarnya dari mie. Ia buat cilok mie dengan memakai balado rasa pedas (hot), buat mie isi telur dan mie jumbo berbentuk bundar.


"Sebelum belajar, ayo minum dan cicipi dulu cemilannya. Maaf aku cuma buat kayak gini." ujar Alexa lembut.


"Iya, ini aja sudah enak banget kayaknya." ucap Andi.


"Terimakasih ya dan maaf merepotkan." ujar Alexa.


"Iya udah ayo makan." ujar Ayunda.


Mereka pun makan bareng bersama, "Wow, padahal cuma mie tapi rasanya sangat enak dan bumbunya kerasa pas banget di lidah." ujar Andi saat makan mie jumbo berbentuk bundar. Karena mie nya berbentuk jumbo, Andi memotongnya menjadi 8 bagian.


"Iya soalnya aku makai bumbu yang memang kualitasnya sangat bagus dan juga resep dari Oma." jawab Alexa senang karena cemilan yang ia buat di sukai oleh teman rekan kerjanya itu.


"Ini pertama kalinya aku makan masakan kamu dan rasanya enak banget. Makasih banget ya." ujar Andi tulus.


"Iya sama-sama." ucap Alexa tersenyum.


"Aku juga terima kasih, setiap ke sini, kamu selalu membuatkan aku minuman dan cemilan." ujar Edwin


"Itu sudah tugas aku. Lagian aku juga di surua umy, jika ada tamu harua di buatkan minuman dan hidangan walaupun gak mewah." ucap Alexa.


"Oh ya Mas Edwin, makasih ya makanannya tadi pagi, enak juga masakannya. Tempat bekalnya masih ada di mobil, nanti akan aku ambilkan." Lanjut Alexa.

__ADS_1


"Edwin ngasih makanan ke kamu?" tanya Andi memastikan.


"Iya, emang kenapa dok?" tanya Alexa heran dengan respon Andi.


"Gak papa, cuma tanya aja. Panggil aku mas aja seperti kamu manggil Edwin. Lagian ini kan bukan di rumah sakit. Ini juga di luar jam kerja, jadi gak perlu panggil dok." ujar Andi yang berusaha menenangkan perasannya dari rasa terkejutnya.


"Iya mas." jawab Alexa gugup.


"Apakah Edwin juga menyukai Alexa seperti aku yang menyukainya Alexa?" batin Andi.


"Apakah Andi menyukai Alexa, kenapa dia sampai terkejud seperti itu? Jika memang Andi menyukainya, aku akan mundur walaupun aku juga menyukai Alexa. Tapi selama ini Andi terlalu baik buat aku dan mungkin ini saatnya aku membalas semua kebaikan dia dengan mengalah. Mulai sekarang, aku akan menjaga jarak dari Alexa. Aku gak mau membuat hati Andi terluka. Bagaimanapun dia adalah sahabat yang sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri. Dan aku gak ingin persahabatan ini rusak hanya karena seorang wanita." Batin Edwin.


"Kenapa aku sampai keceplosan seperti ini? Padahal aku tau Andi sangat menyukai aku, tapi kenapa aku malah membahas makanan yang di berikan Edwin tadi pagi buat aku. Pasti Andi saat inu sedang terluka. Seharusnya aku bisa menjaga perasaannya. Walaupun aku gak pernah ngasih harapan apapun sama dia, tetap aja rasanya aku terlihat seperti orang jahat ketika aku dengan entengnya membahas pria lain di depannya walaupun itu adalah sahabatnya sendiri." batin Alexa.


"Kenapa suasananya menegangkan seperti ini? Kayaknya selain Pak Edwin, Kak Andi juga menyukai kakakku? Kenapa percintaan orang dewasa itu sangat merepotkan. Sebenarnya aku lebih suka Kak Alexa bersama Pak Edwin, tapi aku lihat Kak Andi benar-benar tulus menyayangi kakakku dan aku bisa melihat dari kedua matanya, ada rasa terluka saat Kak Alexa menyebut pria lain di depannya." batin Ayunda.


Ayunda pun mengambil mie yang isinya ada telurnya,


"Kak, ini telur yang di kulkas ya?" tanya Ayunda mengalihkan perhatian agar suasananya tak lagi menegangkan.


"Iya, kalau kakak gak ambil dari kulkas ngambil dwri mana lagi." ujar Alexa.


"Pantes, telurnya asin banget. Kakak gak tau, kalau yang di kulkas itu telur asin?" tanya Ayunda.


"Enggak, tadi kakak langsung ambil gitu aja, gak memperhatikan." jawab Alexa.


"Pantes, asin banget." ujar Ayunda sambil menaruh kembali telurnya dan Ayunda hanya makan mie nya aja.


"Iya sudah lebih baik, kamu belajar aja. Inu sudah hampir jam 8. Takutnya kita sedang di awasi sama Kak Axel, aby dan umy." ucap Alexa mengingatkan.


Edwin pun mengangguk. Ayunda juga sudah menyiapkan buku tulis, buku paket dan alat tulisnya seperti pulpen, pensil dan juga penghapus.


Sedangkan Andi tak lagi makan cemilannya, ia memilih duduk diam sambil main hp begitupun dengan Alexa yang juga memilih diam karena bingung gak tau harus berbuat apa.


(Alhamdulillah selesai juga akhirnya nulis lebih dari 1.000 kata, semoga kalian menikmati ceritanya ya? 😊

__ADS_1


__ADS_2