
kini. mereka semua, sudah berada di meja makan, seperti biasa ibu hanin, yg menjaga dede kianu, ia selalu menolak, kalau makan bersama.
terkecuali kalau dede kianu sedang istirahat, baru lah ibu hanin ikut makan bersama..
di meja makan hanya ada keyla, bagas, dan kesya.
karena jelita ingin makan sambil menonton tv, jadi mau tak mau mereka membiar kan nya, yg penting jelita makan.
" kamu kenapa sih, engga mau makan di meja makan, kalau kamu makan di meja makan, aku kan bisa melihat jelas wajah papah kamu,aku kan pens berat nya papah kamu. " ( dita ) dengan tidak tau malu nya, ia berbicara sedikit berbisik, dan tangan ny sambil menyuapi jelita.
ia berbicara sedikit berbisik, karena ada ibu hanin, di samping nya.
sedang kan di meja makan, mereka baru selesai acara makan nya.
" sayang aku, ke ruang kerja dulu, soal nya ada beberapa pekerjaan yg harus aku selesai kan. " ( bagas) sambil mengecup kening nya.
" apa mau di buat kan kopi mas. " ( kayla ) ia menatap ke arah sang suami.
" boleh sayang, gula nya sedikit aja ya. " ( bagas)
kayla pun mengangguk, ia pun memberes kan piring kotor, dan menyimpan nya ke westapel, sedang kan kesya, memilih menuju ke atas, karena ia mau mengerja kan pekerjaan.
setelah menyimpan piring kotor, kayla pun menuju ke depan, dimana ada sang anak di Sana, ia berncana membuat kopi, setelah melihat sang anak, ternyata dede kianu anteng, dengan bu hanin.
setelah memasti kan sang anak baik baik saja, kayla pun meninggal kan nya, dan beranjak membuat kopi, untuk sang suami.
di saat sudah selesai, terdengar suara tangis dede kianu, yg menangis kejer, mau tak mau kayla pun menghampiri dede kianu , yg menangia kejer, kayla pun berjalan sedikit tergesa gesa, sambil tangan nya membawa secangkir kopi, untuk suami nya.
" loh, kenapa bu, dengan dede kianu.. ?? " ( kayla).
" mungkin dede kianu, pingin nen. ?? " ( ibu hanin).
kayla pun membawa dede kianu, ke dalam gendong nya.
__ADS_1
" itu kopi buat suami kamu ya.. ?? " ( ibu hanin) sambil menatap ke arah cangkir kopi.
" iya bu, tadi mas bagas, suruh aku buat kopi,tapi di saat aku selesai dede kian menangis, jadi aku urung kan, aduh siapa ya, yg bisa membawa kan kopi ke mas bagas.. ?? " ( Kayla).
" kalau ibu udah dari air mah mau, tapi sayang ibu belum ke air sayang, takut udah habis waktu nya. " ( ibu hanin) ada rasa bersalah.
" iya bu, ibu ke air ja, biar kan kopi ini dingin, aku bisa buat lagi.. ?. " ( kayla) dengan senyum ramah nya.
" maaf non, kalau boleh, apa saya aja, yg mengantar kopi ke tuan.. ?? " ( dita) .
" kalau, kamu engga ke beratan, boleh aja.. ?? " ( Kayla)
" engga ko non,takut nya, jadi mubajir, sayang kan non, kalau di buang.. ?? " ( dita)
" iya sudah kamu yg antar aja, maaf jadi merepot kan kamu.. ?? " ( Kayla) ia merasa tak enak.
" engga sama sekali, merepot kan ko non.. ?? " ( dita)
" sudah non, saya titip jelita ya non, sebentar. ?? " ( dita) sambil menampil kan senyuman nya, yg sulit di arti kan.
kayla tanpa curiga, hanya mengangguk kan kepala nya saja, sedang kan dita kini menuju ke ruang kerja bagas, dengan hati yg senang, karena ia di beri kesempatan untuk bertemu dengan bagas, lebih tepat nya berdekat tan dengan bagas.
tok.. tok.. tok..
" masuk.. ?? " ( bagas) ia sedikit berteriak.
dita pun membenar kan kerah baju nya, dan membuka 2 kancing nya, sehingga memperlihat kan buah dada nya, yg sedikit menonjol.
cklek
dita pun masuk, dan melihat bagas, yg sedang menatap leptop dengan serius, tidak lupa di tangan yg sebelah nya, memegang berkas.
" simpan, di meja aja sayang.. ?? " ( bagas) lagi lagi ia tidak menoleh sedikit pun ke arah, dita.
__ADS_1
karena yg ia kira, sang istri, makan nya ia memanggil sayang.
dita yg di panggil sayang, hati nya berasa berbunga bunga.
dita pun menyimpan kopi di atas meja, membuat bagas menoleh karena ia melihat dari ujung mata nya kalau itu bukan sang istri, bagas pun kaget,dan mendorong kursi nya, supaya menjauh dari dita, apa lagi dita dengan sengaja, membuka 2 kancing nya, supaya buah dada nya terlihat.
tapi bagas bukan nya suka, ia malah melihat jiji dengan kelakuan pengasuh nya.
" kamu ngapain ke ruang kerja saya. ?? " ( bagas) dengan suara tegas nya.
" saya, hanya di suruh oleh nona keyla untuk mengantar kopi.. ?? " ( dita) ia sedikit membalik kan pakta, padahal dia yg menawar kan diri untuk mengantar kopi ke bagas, bukan Kayla yg menyuruh.
" iya sudah kamu ke luar, dan satu lagi,kamu pakai, pakaian yg sopan, jangan di umbar umbar gitu.. ?? " ( bagas) ia kembali menatap leptop nya, dan mengerja kan pekerjaan, ia malas melihat tingkah pengasuh nya.
dita pun membulat kan mata nya, dengan ucapan sang majik kan biasa nya, laki laki yg melihat itu, pasti akan di garap, ini bagas malah cuek banget, tapi lagi lagi dita tidak menyerah justru ia, merasa tertantang.
dita pun menuju ke luar, dengan hati yg begitu dongkol, tapi ia berusaha untuk menutupi nya.
dita pun menuju ke ruang tengah , dimana di situ ada Kayla, dan jelita.
dita pun duduk, ia seolah sengaja, kancing nya di biar kan terbuka.
" kamu, sudah memberi kan kopi, ke pada suami saya.. ?? " ( Kayla ) ia menatap ke arah dita, tapi tatapan nya ia pokus ke baju dita, yg kancing nya terlepas 2 , membuat Kayla penasaran, apa yg terjadi di dalam, soal nya di saat dita masuk, dita masih memakai pakaian nya rapih, dan kancing nya tertutup semua, tapi di saat ke luar, kenapa baju dita kancing nya terbuka dia lagi.
kayla merasa curiga, tapi ia berusaha untuk menepis nya, suami nya engga mungkin Melaku kan itu, apa lagi ia secara terang terang ngan suami nya marah, kalau dita mengaku anak nya, saat di rumah sakit, bagas begitu marah, tapi rasa curiga masih bergelayut dalam pikir ran nya, Kayla berusaha menekan perasaan nya, dan membuang pikiran nya jauh jauh.
sedang kan dita tersenyum puas, pasti rencana nya kini berhasil, Kayla akan marah, ke pada bagas, dan memarahi bagas, dan terjadi lah salah paham, di situ lah diri nya masuk, untuk pengobat bagas, buat bagas senyaman mungkin, dan menggeser Kayla menjadi istri nya, tinggal tunggu waktu saja.
semoga apa yg ia rencana kan, berhasil.
" saya sudah mengantar nya non, kalau gitu saya permisi non, mau menidur kan jelita. " ( dita).
Kayla hanya mengangguk kan kepala nya saja, ia harus mananya kan nya sama bagas.
__ADS_1