Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
21+ Aksa meminta Haknya


__ADS_3


 


"Makasih ya bi." Ujar Balqis saat Bi Ana menaruh juz dan juga beberapa kue di atas meja.


"Sayang, sana makan kuenya. Itu bikinan istrimu lho." Ucap Ayu tersenyum.


"Benarkah?" tanya Aksa yang sudah mulai tersenyum lagi, ia bahagia karena istri dan kedua orang tuanya mau memaafkan dirinya walau ia telah menyakiti hati mereka.


"Iya, coba rasakan  enak gak?" tanya Ezra.


Aksa pun mengambil jajan yang menurutnya sangat enak dan segera mencobanya.


 


 



"Subhanallah, ini enak banget. Teksturnya lembut dan manisnya juga pas. Ini benaran istriku yang bikin?" tanya Aksa tak percaya.


"Iya dong, kamu itu bersyukur punya istri cantik, sholehah, pintar masak, pintar bikin kue, baik lagi." Puji Ayu.


"Iya ma, aku beryukur sudah menikahinya. Makasih ya ma, pa. Udah cariin aku jodoh yang tepat untukku." Ujar Aksa tersenyum sambil menikmati kue buatan Balqis.


"Semura orang tua pasti akan mencarikn jodoh yang terbaik untuk putranya nak. Iya sudah kamu habiskan aja kuenya. Mama sama papa mau keluar dulu." Ujar Ayu.


"Mau kemana?" tanya Aksa.


"Tadi temen papa nelvon katanya ada hal penting yang harus di omongin." Jawab Ezra.


"Emang mama harus ikut tah?" tanya Aksa.


"Iya dong, mama harus nemenin kemanapun papa pergi." Ujar Ezra tersenyum.


"Iya udah sana hati hati." Ucap Aksa.


"Mama, papa pergi dulu ya sayang. Kamu hati hati di rumah, jika suamimu menyakitimu lagi, kamu harus lapor. Biar mama hukum dia di kamar dan gak boleh keluaran selama sebulan penuh." Ucap Ayu memberikan ekspresi yang cukup serius.


"Iya ma, mama juga hati hati ya." Ujar Balqis dengan suara lembutnya.


"Iya udah mama dan papa pergi dulu. Asalamu'aalikum." Ucap Ayu tersenyum sambil meninggalkan anak dan menantunya di ruang tamu. Sedangkan Ayu dan Ezra pergi ke luar sebenarnya mereka gak ada acara penting atau pertemuan penting. Ini hanya akal akalan mereka agar Aksa dan Balqis bisa berdua dan tak merasa canggung lagi. Ezra tadi juga sudah memerintahkan agar semua penghuni di rumah itu untuk masuk dalam kamar jadi di rumah itu seakan akan hanya ada mereka berdua aja.


Karena Ezra bingung mau kemana, ia pun memutuskan untuk menemui Dedi.


"Yank kita ke tempatnya Dedi yuk?" ujar Ezra.


"Terserah mas aja deh. Aku mah ikut aja." Ucap Ayu sambil bergelayut manja di pundak suaminya. Walau mereka sudah tua tapi hubungan harmonis harus tetep di lakukan. Jangan sampai ada kerenggangan sedikitpun karena itu bisa memicu pertengkaran dalam rumah tangga.


Ezra dan Ayu pun masuk ke dalam mobil dan kali ini mereka membawa sopir karena Ezra males menyetir, ia hanya ingin berdua bersama sang istri di kursi belakang.


"Semoga mereka bisa mengenal satu sama lain ya yank dan bisa segera akrab terus timbul rasa sayang lalu rasa cinta dan setelah itu mereka bisa hidup bahagia seperti kita." Ujar Ayu.


"Bagaimana jika kita suruh mereka berlibur atau bulan madu ke Indonesia?" tanya Ezra.


"Usul yang bagus. Aku setuju." Jawab Ayu bersemangat.

__ADS_1


"Baiklah tapi kita harus membicarakan masalah ini dengan Dedi dulu bagaimanapun dia juga ayahnya Balqis dan dia harus ikut serta dalam menentukan kemana anak dan menantu kita akan bulan madu." Ujar Ezra yang tak ingin egois.


"Baiklah, kita akan membahas ini setelah bertemu dengannya." Ucap Ayu.


"Iya sayang." ujar Ezra sambil mengecup kening istrinya.


Sedangkan di ruang tamu, Aksa sudah selesai menghabiskan kue yang di buat oleh Balqis.


"Kurang?" tanya Balqis.


"Enggak deh, cukup. Aku sudah kenyang." Jawab Aksa sambil menepuk nepuk perutnya.


"Hemm bagaimana enak?" tanya Balqis.


"Enak banget. Lain kali bikinin aku kue lagi ya." Ujar Aksa.


"Kue yang kayak gini lagi?" tanya Balqis.


"Terserah kamu dah kue apa aja. Aku pasti makan kog, karena aku percaya semua kue bikinan kamu itu pasti enak." Ucap Aksa tersenyum.


"Lebay." Ujar Balqis yang juga ikut tersenyum.


"Boleh di buka cadarnya?" tanya Aksa.


"Boleh tapi di kamar aja ya." Ujar Balqis.


"Oke, aku tunggu di kamar." Ucap Aksa sambil berjalan ke arah kamarnya, ia juga ingin segera mandi karena tubuhnya sangatlah lengket. Sedangkan Balqis, ia membersihkan minuman dan makanan yang ada di meja ruang tamu dan membawanya ke dapur. Karena ia tak melihat satu asisten pun yang ada di rumah itu, mau gak mau Balqis pun membersihkan sendiri gelas dan piring yang sudah di pakai oleh suaminya tadi.


Setelah selesai semua, ia pun segera kembali ke kamarnya karena ia tak ingin suaminya menunggu terlalu lama. Namun sesampai di kamar, ia tak melihat suaminya. Namun ia mendengar ada suara air di kamar mandi.


"Mas, kamu mandi?' tanya Balqis dengan suara agak tinggi agar kedengeran.


"Oke." Balqis pun tersenyum, ini pertama kalinya ia berperan sebagai seorang istri yang sesungguhnya. Ia berharap Aksa bisa menyayangi dan mencintainya. Dan ia bisa segera mempunyai seorang bayi karena sungguh, Balqis ingin sekali mempunyai seorang anak tapi sebelum itu, Balqis berharap suaminya itu bisa melupakan masa lalunya dan benar benar kembali pada dirinya dan tak lagi mengulangi kesalahan yang sama.


Balqis membuka lemari pakaian Aksa.Ia mengambil baju kaos berwarna hitam dan juga celana pendek sampai lutut berwarna abu abu dan juga celana dalam berwarna abu abu juga dan  menaruhnya di atas kasur.


Tak lama kemudian, Aksa pun keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk dari perut sampai lututnya saja.


Balqis terpana melihat bentuh tubuh suaminya yang begitu kekar.


"Sayang?" ujar Aksa membuyarkan lamunan istrinya itu.


"I...iya. Ada apa?" tanya Balqis malu karena ketahuan menganggumi tubuh kekar suaminya itu.


"Kamu kenapa? Sini peluk aku." Ucap Aksa karena ia tau bahwa istrinya itu sangat menyukai bentuh badannya.


Balqis pun menghampiri suaminya dan memelukya.


"Sayang, tubuhku ini adalah milikmu. Jika kau ingin memelukku, peluklah sepuas kamu karena gak ada yang melarang. Begitupun dengan tubuhmu, apa yang ada di tubuhmu, itu adalah milikku dan tak ada satupun yang bisa melarang jika aku menyentuh semua yang ada pada tubuhmu." Ujar Aksa yang membuat tubuh Balqis merinding mendengar ucapan suaminya itu.


"Boleh aku bertanya?" Ujar Balqis.


"Iya boleh." Ujar Aksa tersenyum sambil terus memeluk istrinya itu.


"Apakah kamu pernah melakukan hubungan intim dengan wanitamu itu?" tanya Balqis pelan takut menyinggung perasaannya.


"Belum, aku hanya sekedar memeluknya dan mencimnya saja tak pernah lebih dari itu." Ujar Aksa.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Balqis tak percaya.


"Aku tak mungkin membohongimu. Aku tak pernah tau rasanya gitu gituan. Aku masih perjaka." Ujar Aksa sambil terus memeluk istrinya itu.


"Terima kasih." Ujar Balqis.


"Untuk?" tanya Aksa bingung.


"Karena aku tak akan mendapatkan sisa sisa dari wanita itu." Ujar Balqis tertawa, Aksa pun tersenyum dan melepaskan pelukannya.


"Aku juga bersyukur karena tak melakukan hubungan itu dengan wanita manapun dan kamu yang akan menjadi orang pertama untukku." Ujar Aksa sambil mencium kening istrinya dan setelah itu, pelan pelan ia membuka cadar istrinya itu.


"Kamu sangat cantik, aku suka dengan wajah mungilmu itu. Aku bahagia karena kau menggunakan cadar karena tak akan ada laki laki di luar sana yang akan menatap wajah cantikmu. Semua yang ada pada dirimu itu adalah milikku dan tak akan ku biarkan siapapun mengambilnya dariku." Ujar Aksa.


"Aku juga bahagia mempunyai suaminya yang tampan rupawan seperti dirimu." Ucap Balqis tersenyum.


"Sayang?" tanya Aksa.


"Iya." Jawab Balqis dengan jantung yang dag dig dug dar.


"Bolehkah aku mengambil hak ku hari ini?" tanya Aksa.


"Ya, kamu boleh melakukannya kapan saja dan aku tak akan pernah menolaknya." Ujar Balqis tersenyum. Entah kenapa, berada di samping istriya membuat adiknya jadi terbangun dan itu sangat menyika dirinya. Untunglah ia mempunya istri yang sholehah hingga tak akan menolak permintaannya.


Aksa pun menggendong istrinya dan menaruhnya di atas kasur. Pelan pelan, Aksa membuka jilbab istrinya itu dan inilah pertama kalinya Aksa melihat rambut istrinya yang bergelombang hingga menambah kecantikan istrinya itu.


"Kamu sangat cantik dengan rambutmu itu." Puji Aksa dan Balqis pun hanya tersenyum mendengar pujian dari suaminya.


Aksa mencium Balqis dengan lembut dan ia pun mulai membuka kancing baju istrinya itu dan Balqis pun tak bisa menolak dan hanya bisa pasrah.


Hingga ketika Aksa dan Balqis selesai pemanasan, mereka pun lanjut melakukan hubungan suami istri dan Balqis pun menikmati setiap apa yang di lakukan oleh suaminya itu.


 


 


\================================


Jangan lupa Like, Komen and Vote nya ya............Makasihhhhhhhh


 


 



 


 



 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2