
Saat Balqis lagi asyik asyinya nonton tivi. Tiba tiba bel rumah berbunyi. Balqis pun segera membuka pintu rumahnya.
"Assalamualaikum tante." Ucap Alexa dengan suara merdunya.
"Waalaikumsalam sayang? sama siapa ke sini nak?" tanya Balqis lembut sambil mencium pipi Alexa yang embem kayak bakpau.
"Sama sopir, bukankah tadi tante menyuruh sopir tante buat jemput aku ya." Ujar Alexa.
"Oh ya tante lupa hehe. Iya udah ayo masuk." Ucap Balqis sambil menuntun Alexa untuk duduk di kursi di ruang tamu.
"Tadi Kak Axel mau ikut lho tan, tapi umy melarang."
"Kenapa di larang sayang?" tanya Balqis.
"Karena Kak Axel harus belajar."
"Kamu gak belajar?"
"Aku mah gampang tan, aku bisa belajar di mana aja. Lagian tadi umy menyuruhku untuk menemani tante biar tante gak kesepian di rumah."
"Oh, kamu sudah makan sayang?" tanya Balqis.
"Sudah tan, tadi di rumah. Sebelum berangkat umy menyuruhku untuk makan dulu."
"Hemmm gitu, oh ya tante punya sesuatu buat kamu."
"Apa tan?"
__ADS_1
"Bentar ya tante ambil dulu." Ujar Balqis sambil pergi ke kamarnya sedangkan Alexa menunggu di ruang tamu. Tak lama kemudian, Balqis kembali dengan membawa beberapa mainan yang ia beli kemaren di Mall bareng sang suami.
"Ini sayang." Ucap Balqis sambil memberikna mainan itu untuk Alexa.
"Kog ada dua tan?" tanya Alexa.
"Iya sayang, satunya untuk Kak Axel ya." Jawab Balqis
"Iya tante. Makasih ya tan." Ujar Alexa sambil memegang mainan yang di berikan oleh Balqis. Sejujurnya Axel dan Alexa sudah tak lagi suka main mainan seperti ini tapi untuk menghargai pemberian Balqis dan menjaga perasaan Balqis, Alexa pun harus pura pura tersenyum bahagia.
Axel dan Alexa bukan lagi anak kecil yang tiap hari bermain boneka dan mobil mobilan. Sekarang mereka sibuk belajar, belajar dan belajar agar bisa mendapatkan peringkat pertama dan nilai sekolah selalu mendapatkan nilai A+. Axel dan Alexa ingin seperrti aby dan umynya yang bisa loncat kelas. Jika kedua orang tuanya bisa, kenapa mereka tidak. Apalagi Adzriel sudah memberikan fasillitas yang lengkap untuk mereka buat belajar bahkan kadang Adzriel meluangkan waktu untuk mengetes sendiri sampai mana kepandaian buah hatinya dalam memecahkan masalah atau soal yang di berikan kepada mereka berdua.
"Ohya tan, di depan rumah ada tetangga baru ya?" tanya Alexa.
"Iya sayang, kog kamu tau?" tanya Balqis.
"Kemaren pas aku ke sini rumah itu kan kosong, gak berpenghuni. Sekarang sudah ada penghuninya berarti sudah ada yang menempati. Tapi ya tan, aku kog merasa ada yang aneh ya." Ujar Alexa.
"Maksudnya sayang?"
"Wanita?" tanya Balqis.
"Iya tan, wanita. Pakaiannya sexi banget." Jawab Alexa.
"Apa mungkin itu Inez?" tanya Balqis dalam hati.
"Emang seperti apa wajahnya sayang?" tanya Balqis lembut.
"Tinggi, putih, cantik, rambutnya panjang hitam tapi ada kemerahan dikit, tubuhnya juga sexi tan." Jawab Alexa.
"Kenapa ciri cirinya sama banget kayak Inez ya. Apa wanita itu emang Inez?" tanya Balqis lagi dalam hati.
"Kenapa tante malah bengong?" tanya Alexa.
__ADS_1
"Tante gak papa sayang. Apakah wanita itu masih ada di luar nak?" tanya Balqis.
"Kayaknya iya tante. Oh ya gimana kalau kita liat wanita itu dari balkon di rumah tante yang ada di lantai dua itu." Ujar Alexa.
"Iya bener kamu sayang. Iya udah ayo." Balqis pun mengajak Alexa untuk naik ke lantai dua dan langsung melangkahkan kaki menuju balqon.
"Mana sayang?" tanya Balqis.
"Itu tante. Tadi dia berdiri, sekarang dia duduk di kursi yang ada di depan rumahnya. Tante agak kesinian ya biar dia gak ngeliat kita." Ujar Alexa, Balqis pun menurut.
"Nah kalau di sini, kita bisa liat dia dengan leluasa tapi dia gak bisa liat kita karena terhalang pohon." Ucap Alexa. Sedangkan Balqis sudah tak bisa fokus dengan apa yang di ucapkan oleh Alexa, ia hanya melihat ke arah wanita itu memastikan wanita itu bukanlah Inez. Tapi nyatanya, dia benar benar wanita yang berusaha ia hindari.
"Ya Allah.........." Ujar Balqis lemas.
"Kenapa tante?" tanya Alexa.
"Wanita itu, wanita itu yang akan menghancurkan rumah tanggaku." Ujar Balqis ngomong sama dirinya sendiri tapi Alexa mendengar dengan jelas apa yang di ucapkakn oleh Balqis.
Alexa pun jadi geram sendiri pantesan dia dari tadi curiga melihat wanita yang terus menghadap ke rumah tantenya ternyata wanita itu ingin menghancurkan rumah tangga tantenya. Alexa pun harus memutar otak agar wanita itu gak betah dan memilih untuk pergi jauh dari rumah ini. Tapi ia harus membicarakannya kepada Axel karena hanya Axel yang bisa membantu dirinya.
Alexa pun diam diam mengirim pesan kepada Axel dan menyuruhnya untuk datang ke rumah tante Balqis. Setelah pesan terkirim, Alexa pun segera menaruh hp nya kembali ke dalam sakunya.
__ADS_1