Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Inez Di Jemput Paksa Oleh Keluargannya


__ADS_3


 


Axel sudah selesai mandi dan juga sudah harum tapi ia sedikitpun gak bisa tidur dan hanya bolak balek ke sana ke mari. Akhirnya ia pun membuka laptopnya dan membuka email. Email ini di tunjukkan kepada keluarga Inez yang ada di luar negeri.


Axel mengirim pesan dan memberitahukan bagaimana kelakuan Inez selama di Indonesia, dari yang pekerja *** sampai mengganggu suami orang. Dan ada beberapa foto dan vidio sebagai penguat bahwa dirinya tidak asal nulis dan kirim aja.


Axel berharap dengan email ini, keluarganya Inez bisa  segera datang ke Indonesia dan  menjemput Inez untuk kembali ke negaranya hingga Balqis dan Aksa bisa hidup tentramm  dan damai. Setelah mengirim pesan itu, tak lama kemudian ia pun mendapat balasan bahwa keluarga Inez akan segera menjemput Inez di Indonesia.


Axel sangat bahagia membaca pesan itu, semoga ini jalan terbaik yang di ambil oleh Axel dengan membeberkan keburukan Inez tapi hanya ini satu satunya cara agar Inez bisa kembali lagi ke negaranya.


 


 


\=============================


 


Beberapa hari kemudian, benar saja. Keluarga Inez datang dan menjemput paksa Inez untuk pulang ke negaranya. Inez yang tak mau, tetep tak bisa berkutik. Mau gak mau, ia pun harus pulang dari pada keluarga besarnya itu mempermalukan dirinya di depan banyak  orang.


Axell pun bernafas lega karena akhirnya biang keroknya pun sudah terusir dari negara ini. Aksaa dan Balqis juga bisa bernafas lega dan kini mereka berdua bisa hidup bahagia tanpa gangguan dari wanita seperti Inez.


Kini Balqis dan Aksa lagi duduk santai menikmati hidup. Balqis tidur tiduran dan kepalanya ia taruh di paha suaminya. Mereka saling bertukar cerita satu sama lain.


Dan tiba tiba, secara tidak di sengaja. Aksa kelepasan  buang angin yang membuat Balqis segera bangun dari tidurnya.


"Ya Allah mas, kentutnya bau banget. Emang makan apa sih?" tanya Balqis sambil menutup hidungnya.


"Maaf, maaf. Kelepasan." Jawab Aksa malu tapi juga tersenyum melihat reaksi istrinya yang sampai seperti itu.


"Mas tau gak, kamu itu sudah dzalim lho ke istrinya sendiri." Ujar Balqis kesal karena baunya yang masih belum juga hilang.


"Ya Maaf, aku kan gak sengaja." Ujar Aksa yang juga masih saja tertawa.

__ADS_1


"Sengaja mengeluarkan kentut di depan orang adalah tindakan tidak terpuji dan membahayakan. Tidak patut dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keluhuran budi / martabat (muru-ah). Untuk yang memiliki uzur, boleh saja kentut namun menjauhlah dari orang-orang. Yang sakit, carilah obat.


Dan mas itu telah berbuat zalim sama aku. Karena kentut sembarangan di hadapan orang, dan itu tidak patut dilakukan oleh seorang muslim. Jika memang mau buang angin, menjauhlah. Agar orang yang di sekitar kita itu,   tidak terganggu oleh bau kentut.Terlebih istri." Ucap Balqis menasehati.


"Iya ya maaf, janji gak akan mengulanginya lagi. Sini sini tidur lagi seperti tadi." Ujar Aksa dan Balqis pun menurut.


"Mas, enak ya setelah gak ada Inez di kehidupan kita."


"Iya kamu benar. Sekarang kita bisa hidup dengang bebas tanpa harus ada rasa takut dan tertekan."


"Iya tapi menurut mas, akankah dia akan kembali ke sini untuk menghancurkan rumah tangga kita?"


"Entahlah, aku juga tidak tau. Berdoa aja semoga dia gak kembali lagi ke sini."


"Iya semoga aja. Aamiin. Tapi mas, apakah yang di lakukan Axel itu gak keterlaluan dengan mengirimkan foto dan vidio kayak gitu?"


"Kayaknya sih enggak, habis kalau gak gitu. Mana mungkin keluarganya mau datang dan menjemput Inez dengan cara paksa."


"Iya juga sih. Iya sudah deh yang penting kita bahagia sekarang."


"Hehe iya, maaf ya mas. Iya udah ayo kita ke dapur masak bareng."


"Tapi gimana dengan perut kamu?" tanya Aksa.


"Gak papa, anak kita gak akan kenapa napa dalam perut aku. Dia akan hidup sehat sampai ia terlahir di dunia. Toh yang aku lakukan juga kan masak yang gampang gampang aja, dan gak sulit sulit amat. Jadi cepetlah."


"Tapi janji ya, kalau capek berhenti masaknya biarr di gantikan bibi aja."


"Iya mas, aku janji."


Setelah itu, Aksa dan Balqis pun memasak bersama.


"Mas, pengen di masakin apa hari ini?" tanya Balqis saat mereka sudah ada di dapur.


"Masak rendang aja deh pakek paha ayam." Jawab Aksa.

__ADS_1


"Oke, kebetulan ada beberapa paha di kulkas bisa kita gunakan. Sekarang ayo kita kerjasama, bikin rendang paha ayam."


"Oke, ayo."


"Kita siapkan bahan bahannya dulu ya." Ujar Balqis.


"Apa aja bahannya?" tanya Aksa tak mengerti.


"Gampang kog, cuma 4 paha ayam organik, terus 2 buah kentang potong-potong, 2 butir telur rebus, 1 lembar daun kunyit iris, 4 lembar daun jeruk, 2 lembar daun salam, 1 bungkus kerisik (kelapa parut kering), 200 ml santan + air dan yang terakhir itu Garam, perasan dan gula malaka. Udah itu aja." Jawab Balqis sambil mengumpulkan bahan bahan tadi dan di taruh di atas meja.


"Sekarang tinggal apa lagi?" tanya Aksa yang hanya melihat istrinya itu mengumpulkan bahan bahan yang akan di masak.


"Kita siapkan bahan halusnya." Jawab Balqis.


"Emang apa aja bahan halusnya?" tanya Aksa.


"Ada 8 butir bawang merah, 8 butir bawang merah, 1 cm kunyit, 1 cm jahe, 1 cm lengkuas, 2 batang serai, 3 buah cabai rawit dan terakhir 3 buah cabai merah. Udah deh."


"Sekarang kita lanjut masaknya ya." Ucap Balqis.


"Oke." ujar Aksa yang dari tadi hanya diam dan menjadi penonton saja.


Setelah selesai memasak, mereka pun makan bersama. Nasinya sendiri sudah masak dari tadi karena pakai magicom. Mereka menikmati makanan itu dengan lezat bahkan Aksa sampai nambah nasi dua kali.


 


 


 



 


 

__ADS_1



__ADS_2