
Ponsel Hyuk bergetar. panggilan telepon dari Bram. ia memberi tahu Ariani akan melahirkan. Bram meminta pengawalan di rumah sakit untuk di perketat, mengingat ia sedang bermasalah dengan rekan bisnisnya.
"Siapkan orang mu, jangan sampai ada celah".
"Baik tuan". Hyuk meletakkan ponselnya. ia membuka lemari pakaian dan mengeluarkan sebuah kaos hitam dan jaket berwarna serupa. Keara mengamatinya dengan bingung. tapi ia hanya terdiam tidak berani bertanya. Hyuk mengganti kaosnya di depan Keara. Keara memalingkan pandangannya. Hyuk menyambar jaketnya, ia mengeluarkan senapan dari laci meja di samping tempat tidur. Kiara memucat gadis itu ketakutan.
Sebenarnya lelaki seperti apa yang sedang aku cintai. Keara.
"Pulang lah, aku harus pergi".
"Tapi....".
Hyuk beranjak pergi menuruni anak tangga sementara Keara malah mengikutinya dari belakang. di halaman terlihat sekitar 10 orang lelaki dengan pakaian yang sama seperti yang Hyuk kenakan. mereka terlihat menyeramkan. Keara menghentikan langkahnya dan mengintip mereka dari balik jendela ruang tamu. Hyuk terlihat memberi instruksi pada orang-orang itu. lalu mereka pergi dengam mobil. Hyuk menaiki mobilnya seorang diri. mereka terlihat terburu-buru.
"Nona ini bajunya sudah saya cuci dan sudah kering". Santi menyerahkan lipatan baju rapi pada Keara.
"Terimakasih San. kau tahu tuan Hyuk akan kemana?".
"Tidak nona".
Keara pergi kekamar Hyuk mengganti bajunya. ia memeluk kemaja milik Hyuk yang seharian ini ia kenakan. sebelum pergi ia memandang seluruh ruang kamar yang luas. mengenang bahwa dirinya pernah di tempat itu.
__ADS_1
***
Keara menekuni laptopnya membaca rubrik dari beberapa majalah dan surat kabar. rupanya Nyonya Admaja melahirkan bayi lelaki kemarin malam.
Jadi ia pergi kerumah sakit rupanya. Keara.
Termuat di halaman utama surat kabar tentang pengamanan rumah sakit yang tak biasa. wajah Hyuk terpampang jelas di sana. Keara mengambil tasnya, menyiapkan kamera dan ia akan pergi ke rumah sakit. ia bertujuan menjenguk Ariani. biar bagaimana ia juga sempat dekat dengan istri tuan Admaja itu. Keara masuk kedalam mobilnya dan bergegas pergi.
Di rumah sakit terlihat hening dan tegang. rumah sakit itu milik keluarga Admaja. jadi Bram berwewenang penuh disana. di setiap koridor dijaga ketat. bahkan Keara sempat tertahan tak bisa masuk. ia melihat Hyuk dan Bram dari kejauhan. Keara berhenti membuat kegaduhan atau Bram akan menyuruh Hyuk untuk menyeretnya keluar rumah sakit. sepertinya keduanya sedang berbicara serius. Keara berbalik dan memutuskan menunggu di depan rumah sakit siapa tahu Hyuk tiba-tiba keluar.
***
Kejadian Ariani menjelang lahiran putranya. Ariani kesakitan. ketubannya sudah pecah duluan. tensinya tinggi 180/90. dokter mengambil tindakan segera. ia berbicara pada Bram mengenai prosedur operasi yang akan mereka lakukan. Bram tidak tahan melihat tubuh mungil Ariani menahan sakit. wajah Ariani sudah memucat. ia bahkan tak mau bicara hanya menahan sakitnya. Bram panik, ia tidak menyangka proses kelahiran manusia akan seperti ini. sesaat ia memikirkan ibunya yang melahirkannya dulu.
dokter memasuki ruang operasi bersamaan dengan Ariani yang masih kesakitan. Bram tidak di perbolehkan masuk karena kondisi pasien yang membahayakan. Hyuk menemani Bram dan mencoba membuat tuannya tenang.
"Nona akan baik-baik saja tuan, nona wanita yang kuat".
"Kau sok tahu sekali darimana kau tahu Ariani wanita kuat?".
Kalau nona bukan wanita yang kuat ia tidak akan bertahan selama ini dengan sikapmu itu tuan. Hyuk.
__ADS_1
Bram terlihat tidak tenang. Hyuk terdiam menemani sampai Bram menyuruhnya untuk pergi. setelah hampir dua jam akhirnya dokter keluar ruangan dan mengajak Bram berbicara. dokter bilang anak mereka lelaki sehat dan tampan sekali seperti ayahnya.
"Bagaimana dengan istriku?". Bram masih panik.
"Nyonya baik-baik saja, tinggal menunggu pemulihan saja tuan, kita akan pindahkan Nyonya keruang perawatan".
Bram dan Hyuk bernafas lega. Hyuk tak bisa membayang kan jika sampai terjadi sesuatu pada Ariani. Bram masuk kedalam kamar perawatan menemui Ariani. sementara Hyuk pergi keluar rumah sakit. ia ingin sejenak menghirup udara di luar setelah ketegangan yang terjadi. Hyuk berjalan menuju mobilnya, ia melihat Keara duduk di taman depan rumah sakit. Hyuk menutup kembali pintu mobilnya dan berjalan menghampiri Keara.
"Darimana kau tahu aku disini?". Keara bangkit dari duduknya dan memandang sumringah pada Hyuk.
"Kulihat kemarin kau terburu-buru pergi dan pagi ini semua surat kabar memuat tentang berita kelahiran putra penerus Admaja Group".
"Jangan mengambil foto atau menulis apapun". Hyuk memperingatkan karena terlarang bagi media untuk mengambil foto calon tuan muda nya.
"Baik aku berjanji, aku hanya ingin tahu keadaan nona Ariani apakan ia baik-baik saja".
"Nona baik, kau tak perlu menjenguknya karena tuan akan melarang itu". Keara memanyunkan bibirnya. Hyuk tersenyum melihatnya. ia mengingat semalam mencium bibir itu.
"Ikut bersamaku". Hyuk menarik lengan Keara.
"Kita mau kemana tuan?".
__ADS_1
"Bersenang-senang!".