
"Dokter Gustav", Hyuk menyebut nama dokter kandungan yang di minta Bram. langsung mereka membawa Ariani ke rumahsakit tempat dokter itu praktek. kehamilan Arani menuju empat bulan. ia tidak ngidam aneh-aneh, juga tidak mual muntah. Bram dan Ariani masuk ke dalam ruang praktek dokter Gustav. sementara Hyuk menunggu di luar. tiba-tiba ada yang menutup mata Hyuk dari belakang menggunakan telapak tangan. tercium samar aroma parfum yang Hyuk kenal.
"Coba tebak siapa aku?", kata Kia dengan wajah kekanakan. Hyuk menepis telapak tangan Kia. ia tadi hampir membantingnya kalau tidak segera tersadar dengan aroma parfum Kia.
"Kau disini?", tanya Hyuk heran. sepengetahuannya Kia belum menikah apa lagi hamil. untuk apa ia datang ke depan ruang praktek dokter Gustav.
"Aku ada janji wawancara dengan dokter di dalam untuk mengisi rubrik seputar kehamilan".
Hyuk mengangguk samar. ia mengamati Kia. seperti biasa gadis itu terlihat ceria dan lincah.
"Tuan kau disini mengantar siapa?, istri mu?".
"Benar".
"Jadi kau sudah punya istri?",
"Benar". terlintas kekecewaan di wajah gadis itu. Hyuk tergelak dalam hati. kena kau!. Bram dan Ariani keluar dari ruang praktek dokter kandungan. mereka sudah selesai dengan pemeriksaannya. Hyuk segera mengekor di belakang Bram. ia bahkan tak mempedulikan Kia yang memandangnya kesal. gadis itu merasa di bohongi. jelas-jelas ia datang bersama tuan pemilik Admaja Group itu, gumamnya. Kia memasuki ruang praktek dokter dan bersiap untuk wawancara.
***
__ADS_1
"Siapa dia?". rupanya Bram menyadari keberadaan Kia saat di rumahsakit tadi.
"Hanya gadis iseng tuan". Bram dan Ariani saling pandang.
"Benarkah?, tapi kalian terlihat akrab". Ariani menambahkan.
"Sama sekali tidak nona".
"Ah pasti dia kekasih mu kan?".
"Tidak nona".
"Siapa namanya?". rupanya Ariani masih penasaran dan tidak menyerah.
kumohon berhenti bertanya tentang gadis itu nona. Hyuk.
"Sayang sepertinya tuan Hyuk sedang dekat dengan gadis itu". Ariani memulai lagi. Bram hanya terdiam ia terlihat biasa saja. ia tau Hyuk tidak mungkin dekat dengan gadis itu. sepertinya gadis itu bukan selera Hyuk.
setelah mengantarkan Ariani ke ruamah, Bram dan Hyuk kembali ke kantor. mereka akan membicarakan bisnis baru mereka di bidang tambang.
__ADS_1
"Jadi kau sudah cari tau tentang Dewan Bestari?".
"Iya tuan".
"Kau urus semua. nanti malam kita akan hadir di pesta keluarga yang mereka gelar",
"Baik tuan".
Hyuk membawakan gaun indah untuk Ariani pakai di pesta nanti malam. ia akan memdapingi Bram. sementara Hyuk juga sudah menyiapkan stelan jas untuk Bram.
Ariani mengenakan gaunnya. kehamilannya membuat Ariani terlihat semakin cantik berisi. wajahnya terlihat segar. Bram juga sudah siap dengan stelan jasnya. Hyuk pun sudah mengganti jasnya dengan yang baru. Hyuk menebak kalau pesta yang di gelar adalah pesta keluarga tentu disana ada Keara pikirnya.
ketiganya menaiki mobil dan melaju. perjalanan sekitar 30 menit. Hyuk membelokan mobilnya di sebuah rumah mewah dengan halaman yang cukup luas. mobil-mobil mewah sudah berderet rapi di halaman. itu pasti kolega Dewan Bestari. bisnis tambangnya sedang maju jadi banyak perusahaan besar yang ingin bekerja sama dengannya termasuk Admaja Group. saat Bram dan Ariani memasuki ruangan semua mata tertuju pada mereka. nyonya rumah Rosa Bestari terlihat ramah menyapa keduanya. Hyuk mengedarkan pandangannya mencari sosok Keara. tapi gadis itu tidak nampak.
Dewan Bestari menghampiri Bram, Ariani dan Hyuk. ia memperkenalkan keluarganya termasuk kedua putrinya.
"Oni putri saya tuan, Cecilia Bestari". seorang gadis cantik dengan ganun indah mendekat dan memberi salam pada ketiganya. gadis itu melirik ke arah Hyuk.
"Saya ada satu putri lagi. namanya Kiara". Kiara muncul dari kerumunan tamu meletakan nampan minuman. Bram memandang Kiara yang berjalan mendekat. ia terlihat cantik dengan gaun pendek selutut. terlihat sederhana tapi cantik. berbeda dengan penampilannya setiap kali bertemu Hyuk. Kiara memberi salam. ia sengaja tak memandang Hyuk.
__ADS_1
sombong sekali gadis ini. Hyuk
Hyuk berjalan mengambil minuman di meja. Cecilia menghampirinya dan mengajak bicara. Kia yang melihat dari jauh terlihat kurang suka. Hyuk yang tau hal itu semakin gemas ingin memgerjai Kia. ia menanggapi setiap obrolan Cecilia. mereka terlihat tersenyum satu sama lain. Kiara berjalan menghilang di telan kerumunan tamu undangan. samapi Hyuk pulang tak nampak lagi batang hidung gadis itu.